Minggu, Mei 29, 2022
BerandaNewsAkhir Drama Kesaktian PNS Jember yang Menjadi Terpidana Korupsi

Akhir Drama Kesaktian PNS Jember yang Menjadi Terpidana Korupsi

NUSADAILY.COM – JEMBER – Kisah Bagus Wantoro, PNS Jember yang bertahun-tahun tidak tereksekusi dari vonis sebagai terpidana korupsi oleh Mahkamah Agung (MA) berakhir sudah.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Bupati Jember Hendy Siswanto menjatuhkan sanksi kepada Bagus berupa keputusan pemberhentian secara tidak hormat atas statusnya selaku abdi negara. Hal ini diumumkan secara terbuka melalui konferensi pers pada Jumat, 7 Januari 2021.

“Demi menjaga marwah Pemkab Jember, saya menerbitkan Surat Keputusan Bupati untuk pemberhentian tidak dengan hormat atau PTDH terhadap saudara Ir. Bagus Wantoro, MM,” tegasnya.

Baca Juga: Korps ASN Jember Sambut Bahagia Anulir Mutasi Jabatan Sekaligus Saweran Bencana

Hendy mengaku sikapnya itu berdasarkan beragam masukan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat maupun lembaga penegak hukum. Adapun SK Bupati tentang pemberhentian Bagus diteken Hendy pada Kamis, 6 Januari 2022.

Hendy berharap dari kasus ini jadi pelajaran bagi semua PNS agar menghindari perilaku rasuah. PNS hendaknya mencegah korupsi dengan berkomitmen terus meningkatkan ketaatan terhadap hukum. Monitoring Centre of Prevention (MCP) sebagai paramater.

Baca Juga: Harap Bersabar, Seleksi Calon ASN Jember Ditunda Karena Kendala Teknis

“Pada tahun 2020, Jember menduduki peringkat ke 38 atau yang terburuk dari seluruh kabupaten/kota di Jatim. Lalu pada 2021 akhir kemarin, skor MCP Jember pada akhir 2021 langsung di peringkat 6 se-Jawa Timur. Itu harus kita tingkatkan untuk pencegahan korupsi,” paparnya.

Tentang perkara korupsi yang menjerat Bagus dan kawan-kawan disebut Hendy terjadi jauh sebelum ia menjabat sebagai bupati. Kendati demikian, Hendy mengajak seluruh jajaran birokrasi agar benar-benar taat hukum.

Baca Juga: Wabup Muqit Minta ASN Jember Sabar di Tengah Kisruh Pemecatan Pejabat oleh Bupati Faida

“Kasusnya jauh sebelum saya menjabat, kalau tidak salah tahun 2016 putusannya. Kita melihat dari putusannya di website kan sudah ada barcode nya, tidak mungkin dipalsu. “Jangan main-main lagi soal korupsi. Adanya kasus tindak pidana yang dialami ASN ini harus jadi pelajaran penting untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih,” tambahnya.

Bagus menjadi sorotan karena menjadi satu-satunya terpidana korupsi dana alokasi khusus (DAK) pendidikan 2010 yang tidak dijebloskan ke dalam penjara. Padahal, semua orang-orang yang terlibat bersama dalam kejahatan itu telah dibui.

Baca Juga: Panasnya Rebutan Bola Antara Pangeran Jember dengan Mantan Playmaker

Sejak MA menjatuhkan vonis 5 tahun penjara dan denda Rp200 juta pada tahun 2016 silam, tapi kejaksaan yang bertugas mengeksekusi hukuman tiada pernah menindaklanjutinya. Bagus terus menghirup udara segar saat kolega-koleganya merasakan pengapnya penjara.

Hal itu juga memberi kesempatan bagi Bagus yang membuatnya tetap aktif sebagai PNS. Bahkan, selepas dari Dinas Pendidikan, dia berlanjut menjabat Kasubbag dalam Dinas Pemuda dan Olahraga. Hingga turut pelantikan bersama 253 ASN lainnya sebagai pejabat fungsional di akhir Desember 2021 lalu.

Baca Juga: Lihat Video Lawasnya, Begini Respons Inul Daratista

Kini, setelah Bagus dipecat dari PNS tinggal berikutnya menunggu aksi kejaksaan untuk mengeksekusi putusan kasasi MA yang telah berkekuatan hukum tetap. Kejaksaan menjadi sorotan karena terkesan mengistimewakan pria kelahiran Banyuwangi, 15 Oktober 1969 itu.

Kejaksaan Negeri Jember melalui juru bicaranya, Kepala Seksi Intelijen Soemarno beralasan berkas perkara kasus DAK pendidikan 2010 tersebut saling terpisah bagi masing-masing terpidana. Salinan putusan telah masuk ke kejaksaan, kecuali untuk Bagus.

Derasnya pemberitaan tentang Bagus yang tidak kunjung dieksekusi membuat kejaksaan melangkah proaktif meminta salinan putusan dengan cara menyurati MA, Kejagung, Kejati, dan juga Pengadilan Tipikor.

“Kejaksaan belum menerima akta pemberitahuan putusan dari PN Tipikor, sehingga belum mengeksekusi perkara tersebut. Kalau kita sudah terima putusan yang inkraht, maka tidak ada alasan untuk tidak mengeksekusinya,” tegas Soemarno.

Kasus korupsi DAK pendidikan 2010 telah menjerat mantan Kadispendik Jember Achmad Sudiyono, dan anak buahnya seperti Nur Moch Romadhon, Soegeng B Resobowo, Malai Sondi, dan Sujarwono. Ditambah lagi seperti Arif Hadiansyah Tri Setyo Nugroho (CV Aneka Ilmu), Abdul Fatah (CV Afika Jaya), dan Usman Hadi (CV Bintang Sembilan) dari kalangan pengusaha. (sut)

BERITA KHUSUS

Logo dan Maskot MTQ XXX Jatim 2023 Segera Rilis, Gus Ipul Apresiasi Karya Para Desainer

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan bakal segera memperkenalkan logo dan maskot ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an ke XXX Jawa Timur tahun 2023...

BERITA TERBARU

Waspada! Virus Hendra Berpotensi Jadi Pandemi, Ini Gejala dan Penularannya

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Virus Hendra disebut berpotensi menjadi pandemi di masa mendatang. Ahli epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia menilai potensinya sama...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily

NUSADAILY.COM – JEMBER – Kisah Bagus Wantoro, PNS Jember yang bertahun-tahun tidak tereksekusi dari vonis sebagai terpidana korupsi oleh Mahkamah Agung (MA) berakhir sudah.

Bupati Jember Hendy Siswanto menjatuhkan sanksi kepada Bagus berupa keputusan pemberhentian secara tidak hormat atas statusnya selaku abdi negara. Hal ini diumumkan secara terbuka melalui konferensi pers pada Jumat, 7 Januari 2021.

“Demi menjaga marwah Pemkab Jember, saya menerbitkan Surat Keputusan Bupati untuk pemberhentian tidak dengan hormat atau PTDH terhadap saudara Ir. Bagus Wantoro, MM,” tegasnya.

Baca Juga: Korps ASN Jember Sambut Bahagia Anulir Mutasi Jabatan Sekaligus Saweran Bencana

Hendy mengaku sikapnya itu berdasarkan beragam masukan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat maupun lembaga penegak hukum. Adapun SK Bupati tentang pemberhentian Bagus diteken Hendy pada Kamis, 6 Januari 2022.

Hendy berharap dari kasus ini jadi pelajaran bagi semua PNS agar menghindari perilaku rasuah. PNS hendaknya mencegah korupsi dengan berkomitmen terus meningkatkan ketaatan terhadap hukum. Monitoring Centre of Prevention (MCP) sebagai paramater.

Baca Juga: Harap Bersabar, Seleksi Calon ASN Jember Ditunda Karena Kendala Teknis

“Pada tahun 2020, Jember menduduki peringkat ke 38 atau yang terburuk dari seluruh kabupaten/kota di Jatim. Lalu pada 2021 akhir kemarin, skor MCP Jember pada akhir 2021 langsung di peringkat 6 se-Jawa Timur. Itu harus kita tingkatkan untuk pencegahan korupsi,” paparnya.

Tentang perkara korupsi yang menjerat Bagus dan kawan-kawan disebut Hendy terjadi jauh sebelum ia menjabat sebagai bupati. Kendati demikian, Hendy mengajak seluruh jajaran birokrasi agar benar-benar taat hukum.

Baca Juga: Wabup Muqit Minta ASN Jember Sabar di Tengah Kisruh Pemecatan Pejabat oleh Bupati Faida

“Kasusnya jauh sebelum saya menjabat, kalau tidak salah tahun 2016 putusannya. Kita melihat dari putusannya di website kan sudah ada barcode nya, tidak mungkin dipalsu. “Jangan main-main lagi soal korupsi. Adanya kasus tindak pidana yang dialami ASN ini harus jadi pelajaran penting untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih,” tambahnya.

Bagus menjadi sorotan karena menjadi satu-satunya terpidana korupsi dana alokasi khusus (DAK) pendidikan 2010 yang tidak dijebloskan ke dalam penjara. Padahal, semua orang-orang yang terlibat bersama dalam kejahatan itu telah dibui.

Baca Juga: Panasnya Rebutan Bola Antara Pangeran Jember dengan Mantan Playmaker

Sejak MA menjatuhkan vonis 5 tahun penjara dan denda Rp200 juta pada tahun 2016 silam, tapi kejaksaan yang bertugas mengeksekusi hukuman tiada pernah menindaklanjutinya. Bagus terus menghirup udara segar saat kolega-koleganya merasakan pengapnya penjara.

Hal itu juga memberi kesempatan bagi Bagus yang membuatnya tetap aktif sebagai PNS. Bahkan, selepas dari Dinas Pendidikan, dia berlanjut menjabat Kasubbag dalam Dinas Pemuda dan Olahraga. Hingga turut pelantikan bersama 253 ASN lainnya sebagai pejabat fungsional di akhir Desember 2021 lalu.

Baca Juga: Lihat Video Lawasnya, Begini Respons Inul Daratista

Kini, setelah Bagus dipecat dari PNS tinggal berikutnya menunggu aksi kejaksaan untuk mengeksekusi putusan kasasi MA yang telah berkekuatan hukum tetap. Kejaksaan menjadi sorotan karena terkesan mengistimewakan pria kelahiran Banyuwangi, 15 Oktober 1969 itu.

Kejaksaan Negeri Jember melalui juru bicaranya, Kepala Seksi Intelijen Soemarno beralasan berkas perkara kasus DAK pendidikan 2010 tersebut saling terpisah bagi masing-masing terpidana. Salinan putusan telah masuk ke kejaksaan, kecuali untuk Bagus.

Derasnya pemberitaan tentang Bagus yang tidak kunjung dieksekusi membuat kejaksaan melangkah proaktif meminta salinan putusan dengan cara menyurati MA, Kejagung, Kejati, dan juga Pengadilan Tipikor.

“Kejaksaan belum menerima akta pemberitahuan putusan dari PN Tipikor, sehingga belum mengeksekusi perkara tersebut. Kalau kita sudah terima putusan yang inkraht, maka tidak ada alasan untuk tidak mengeksekusinya," tegas Soemarno.

Kasus korupsi DAK pendidikan 2010 telah menjerat mantan Kadispendik Jember Achmad Sudiyono, dan anak buahnya seperti Nur Moch Romadhon, Soegeng B Resobowo, Malai Sondi, dan Sujarwono. Ditambah lagi seperti Arif Hadiansyah Tri Setyo Nugroho (CV Aneka Ilmu), Abdul Fatah (CV Afika Jaya), dan Usman Hadi (CV Bintang Sembilan) dari kalangan pengusaha. (sut)