Kamis, Oktober 21, 2021
BerandaNewsMetropolitanWapres Berharap Angka Kemiskinan Ekstrem Tersisa 8 Persen di 2024

Wapres Berharap Angka Kemiskinan Ekstrem Tersisa 8 Persen di 2024

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Wakil Presiden Ma’ruf Amin berharap angka kemiskinan ekstrem di Indonesia menjadi tersisa hanya delapan persen di tahun 2024, sehingga target nol persen dapat tercapai di akhir tahun tersebut.

“Untuk kemiskinan (ekstrem) ini kami harapkan di 2024 itu tersisa delapan persen, sehingga yang kami prioritaskan adalah supaya penanggulangan kemiskinan ekstremnya diharapkan di (akhir) 2024 itu sudah nol persen,” kata Wapres usai memimpin rapat koordinasi tentang percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem di Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Rabu.

BACA JUGA: Kasus COVID-19 Turun, Pemerintah Tetap Perkuat Pengendalian

Dalam upaya menyelesaikan 10,86 juta angka kemiskinan ekstrem nasional hingga nol persen, Pemerintah mengatur strategi dengan memasang target penyelesaian di tahun 2021 sebesar 20 persen, di 2022 dan 2023 masing-masing sedikitnya 35 persen, dan sisanya di 2024.

BACA JUGA: Gawat! Faisal Basri Sebut RI Bantu Serap Pengangguran China

Di akhir 2021, Pemerintah menargetkan kemiskinan nol persen sebesar 20 persen atau sekitar 2.096.771 masyarakat miskin ekstrem yang tersebar 35 kabupaten di tujuh provinsi, yakni di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Papua dan Papua Barat.

Nah, untuk 2021 ini, kami memprioritaskan sekitar dua juta, artinya 20 persen dari jumlah kemiskinan ekstrem 10,868 juta. Itu kami bagi penyelesaiannya di 2021 sampai 2024,” jelasnya.

BACA JUGA: Awas! China Sebut Ada kapal ‘Mata-mata’ AS di Bawah Laut China Selatan

Sementara itu, Pemerintah mengembangkan program perlindungan sosial dan program pemberdayaan masyarakat untuk menyelesaikan angka kemiskinan ekstrem tersebut.

Khusus untuk target penyelesaian hingga akhir 2021, Pemerintah memberikan dana bantuan tambahan berupa Program Sembako dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa kepada 35 kabupaten.

BACA JUGA: Prabowo Siap Bekerja Sama dengan Semua Partai

“Selain program yang sudah berjalan sesuai program yang sudah ditetapkan, ada percepatan untuk penanggulangan (kemiskinan ekstrem) di tiga bulan terakhir ini. Yaitu perlindungan sosial atau bansos (bantuan sosial),” tukasnya.

BACA JUGA: 2 Tahun Penantian, Akhirnya Siti Badriah Hamil Anak Pertama

Untuk mempersiapkan penyelesaian kemiskinan ekstrem di 2022, Wapres meminta setiap pemerintah daerah menyiapkan program-program terkait.

“Sambil juga mempersiapkan program di 2022, kami (Pemerintah pusat) menerima masukan dan usulan dari daerah. Untuk menjadi bahan kami menyusun kerangka penyelesaian kemiskinan ekstrem,” ujar Wapres.(eky)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yuk🍦🍦 ##tiktoktaiment

♬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

Seniman Batik Celaket Malang, Cibir Miss World Malaysia Bicara soal Batik

0
NUSADAILY.COM – MALANG – Ira Hartanti, seniman dan pengusaha Batik Celaket Malang, mencibir ketika melihat kelakuan Miss World Malaysia 2021, Lavanya Sivaji, bicara tentang...