Kamis, September 23, 2021
BerandaNewsMetropolitanTahlil Nasional Dihadiri Berbagai Elemen, Menag Minta Doakan Masyarakat yang Wafat Akibat...

Tahlil Nasional Dihadiri Berbagai Elemen, Menag Minta Doakan Masyarakat yang Wafat Akibat Covid-19

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM -JAKARTA -Kegiatan Tahlil Nasional bertajuk Doa untuk Syuhada yang digelar oleh kementerian Agama Kamis malam (22/7/2021) disambut antusias oleh barbagi elemen masyarakat.


Hal tersebut terlihat ketika acara berlangsung baik melalui zoom maupun dikanal Youtube Kemenag banyaknya tokoh ulama, pengasuh pondok pesantren, sejumlah menteri dan wakil menteri, pimpinan lembaga tinggi negara, pimpinan daerah, hingga politisi dan penyuluh agama.


Menteri Agama dalam sambutannya di acara tersebut mengatakan melalui acara ini dirinya meminta kepada semua yang hadir untuk medoakan masyarakat yang wafat akibat virus covid-19.


“Melalui acara ini, kita ingin mendoakan ulama, guru, pendakwah, pengasuh pesantren, dokter, nakes, aktivis, relawan kemanusiaan, dan seluruh elemen masyarakat yang wafat selama pandemi Covid-19,” ujar Menag Yaqut Cholil Qoumas.


Selain itu , menag Yaqut juga mengajak semua pihak untuk mendukung kebijakan PPKM Level 4 dan Level 3 yang sudah diputuskan pemerintah. Kebijakan itu merupakan bagian dari upaya untuk menyempurnakan ikhtiar dalam melawan Covid-19 dan menjaga kemaslahatan di tengah masyarakat.

“Dukungan dari tokoh agama dan ormas keagamaan akan sangat berarti dalam rangka menjaga ketenangan umat. Pemerintah terus berikhtiar secara lahiriyah,” ucap Menag Yaqut.


Dalam kesempatan itupula Menag Yaqut menghimbau, agar umat beragama untuk tidak mempertentangkan rasa takut kepada Tuhan dengan takut kepada penyakit. Sebab, keduanya tidak perlu dipertentangkan.
“Sudut pandang keagamaan kita mengajarkan, takut kepada Allah dan takut kepada bahaya penyakit, tidak perlu dipertentangkan. Tentu dalam bingkai keimanan dan kebebasan manusia dalam berikhtiar,” ujar Menag.Yaqut.

Manusia Diperintah untuk Melakukan Ikhtiar

Dirinya juga menambahkan manusia diperintahkan untuk melakukan ikhtiar terlebih dahulu, lalu bertawakkal kepada Allah. “Tidak ada tawakkal yang tidak didahului ikhtiar,” tegasnya.

- Advertisement -


Lebih lanjut Menag menegaskan, jika Puluhan ribu warga negara Indonesia meninggal selama pandemi Covid-19.dan jumlah itu bukan sekadar angka-angka statistik.


“Semua elemen bangsa harus kompak, bersatu dan melakukan langkah yang saling dukung dan terpadu untuk menyelamatkan nyawa rakyat yang bukan hanya sekadar angka-angka statistik,” tegas Menag Yaqut.
Menag Yaqut Menilai, bahwa dalam angka yang tiap hari dibaca, ada nyawa dan jiwa yang mungkin orang-orang yang dikenal, cintai, dan hormati.


Dan dia juga. menggarisbawahi perlunya kebersamaan dalam ikhtiar menanggulangi pandemi Covid-19. Sehingga, angka kematian dan positif Covid-29 yang tiap hari diumumkan. Tidak lagi terdengar karena pandemi telah berlalu.

“Untuk itu, menjaga protokol kesehatan, vaksinasi yang terus diupayakan pemerintah merupakan bagian ikhtiar yang tidak bisa diabaikan,” tandasnya.(sir/aka)

AnyFlip LightBox Embed Demo

popular minggu ini

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Genjot Pelatihan Inkubasi, Pemkot Mojokerto Targetkan Bentuk Ribuan Wirausahawan Baru

NUSADAILY.COM - MOJOKERTO - Pemerintah Kota Mojokerto menargetkan ribuan pengusaha baru bakal terlahir di tengah pandemi COVID-19. Hal itu ditegaskan Wali Kota Mojokerto, Ika...