Rabu, Januari 26, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsMetropolitanRekrutmen Polri Santri, Kompolnas: Ikhtiar Tolak Paham Radikal Ekstrem

Rekrutmen Polri Santri, Kompolnas: Ikhtiar Tolak Paham Radikal Ekstrem

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan melakukan perekrutan anggota kepolisian dari kalangan santri dan siswa berprestasi agama mendapat respon positif dari berbagai kalangan.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Anggota Kompolnas RI Mohammad Dawam mengatakan, rekrutmen Anggota Polri dari kalangan Santri merupakan trobosan yang sangat positif dengan arti sebenarnya.

Menurutnya, Santri dengan pengertian umum adalah seseorang yang ikhtiar belajar memahami agamanya dengan sungguh-sungguh. Melalui mursyid atau guru pembimbing yang memiliki sanad otoritas keilmuan yang tersambung melalui guru-gurunya hingga kepada Rasulullah.

Baca Juga: Polres Kediri Berhasil Amankan Sopir Truk Penabrak Santri

“Dengan kata lain seorang Santri pasti memiliki Guru Pembimbing Agama,” ujarnya kepada wartawan  di Jakarta, Kamis (2/12/2021)

Dengan demikian kata Gus Dawam, agama tidak dipahami dengan pemahaman sepotong-potong. Oleh karenanya seorang Santri tentu akan memahami bahwa spirit keagamaan sangat berguna bagi kehidupan pribadi, sosial dan dalam konteks membangun bangsanya.

Baca Juga: Pernah Jadi Santri, 4 Artis Ini Kini Berani Tampil Seksi

“Bangsa dan negara dimana yang ia tempati adalah tempat ia bersujud. Mencari nafkah dan bersosialisasi dengan berbagai kelompok,” ungkap tokoh muda NU ini

Maka dalam konteks berfikir seperti inilah seorang Santri dapat dipastikan akan selalu mencintai Tanah Airnya, Bangsanya. Sebagaimana ia mencintai harkat dan martabat kemanusiaan.

Menurutnya, usulan berbagai kelompok agar Santri mendapat porsi khusus ikut sebagai Anggota Polri dalam setiap tahun dalam rekrutmen Anggota Polri bahkan termasuk rekrutmen Akpol.

Baca Juga: Wapres Harap “Santripreneur” Dayakan Ekonomi Berbasis Pesantren

“Hemat saya adalah proyeksi jangka panjang yang telah diterapkan Kepolisian Republik Indonesia dan sebaiknya terus dilakukan seraya dievaluasi,” ungkapnya.

Karena tujuannya jelas untuk menghadirkan spirit nilai-nilai keagamaan dalam konteks berbangsa dan bernegara sebagaimana salah satu pesen Imam Al-Ghazali. Kehadiran agama dan negara adalah dua sisi mata uang yang saling melengkapi.

Disisi lain, karakteristik seorang Santri adalah pembelajar, penuntut ilmu pengetahuan sekaligus pemburu adab dan atau etika kehidupan.

Baca Juga: Hampir 90 Persen Santri di Batam Sudah Dapat Suntikan Vaksin COVID-19

Maka kedepan diharapkan, peran Santri Polisi ini agar ikut berkontribusi kepada bangsanya pada titik peradapan yang beraktifitas secara positif. Sekaligus berfikir secara ilmiah serta mencintai bangsanya. Sebagaimana pemahaman baginya cinta tanah air adalah bagian dari pada kesempurnaan keyakinannya.

 “Secara khusus, saya apresiasi atas kebijakan Kapolri dalam ikut terus menerus merekrut Santri untuk dilibatkan sebagai Anggota Polri diberbagai tempat dan posisinya. Terima kasih Bapak Kapolri,” ucapnya.

Selain itu,  tambah Gus Dawam, kehadiran Polisi Santri juga diikhtiarkan dalam rangka menolak paham radikal ekstrem keagamaan yang mengarah pada tindak pidana terorisme di Indonesia. (sir/ark)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com Nadzira Shafa sempat hamil anak Ameer Azzikra #tiktoktaiment ♬ Filtered Light - Nik Ammar / Mike Reed