Senin, Desember 6, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsMetropolitanPengamat: Kereta Cepat Akan Tingkatkan Daya Saing

Pengamat: Kereta Cepat Akan Tingkatkan Daya Saing

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Pengamat ekonomi Piter Abdullah menilai pembangunan infrastruktur kereta cepat rute Jakarta-Bandung akan meningkatkan daya saing Indonesia di mata global dalam jangka panjang, karena proyek yang dibangun PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) itu didukung sistem transportasi yang terintegrasi.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Pembangunan infrastruktur itu salah satu syarat untuk kita membangun daya saing. Dengan adanya kereta cepat, seperti juga jalan tol, maka ada kemudahan yang bisa berdampak baik untuk ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia tersebut dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

BACA JUGA : Pengamat: Penggunaan APBN Bisa Jadi Solusi Penyelesaian Kereta Cepat

Piter menjelaskan kereta cepat Jakarta-Bandung ini akan terintegrasi dengan moda transportasi di setiap wilayah termasuk dengan light rail transit (LRT) dan mass rapid transit (MRT) di DKI Jakarta, sehingga perjalanan dapat ditempuh lebih cepat dan efisien.

Selain itu, kereta cepat Jakarta-Bandung juga menjadi ikon kebanggaan Indonesia karena menjadi yang pertama di kawasan Asia Tenggara. Yang secara tidak langsung menjadi magnet bagi investor untuk menanamkan modalnya di Tanah Air.

BACA JUGA : Anggota DPR Soroti KAI Pimpin Konsorsium Kereta Cepat Jakarta-Bandung

“Banyak pembangunan infrastruktur baru yang dilakukan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir. Manfaat dari pembangunan itu, dirasakan masyarakat setelah beberapa lama dibangun dan dioperasikan,” katanya.

Menurutnya, dengan harga tiket antara Rp250.000-Rp350.000 per penumpang dan perjalanan sekitar 30 menit sampai dengan 40 menit. Layanan ini akan meningkatkan efisiensi investor dan pelaku usaha.

BACA JUGA : Di Kebijakan Tax Amnesty Jilid II dan Kereta Cepat, Jokowi Dinilai Tak Konsisten

Pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung belakangan menuai pro dan kontra di masyarakat. Karena dampak pandemi COVID-19 mengharuskan proyek ini dibiayai APBN.

Sebelumnya, Corporate Secretary KCIC Mirza Soraya mengatakan pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta- Bandung (KCJB) hingga saat ini sudah mencapai 79 persen dan KCIC pun terus melakukan berbagai upaya sehingga target operasional KCJB pada akhir 2022 bisa terwujud.

BACA JUGA : ‘Cacat’ Perencanaan Kereta Cepat

Ia menuturkan saat ini KCIC bersama konsorsium kontraktor sedang berfokus untuk melakukan percepatan pembangunan di 237 titik konstruksi secara komprehensif.

Pihaknya mengakui pandemi COVID-19 yang melanda dunia sejak 2020 cukup menghambat proses pembangunan KCJB.

BACA JUGA : Dikira Lalisa Eh Ternyata Cita Citata

“Pandemi cukup memberikan dampak pada proses pembangunan KCJB. Untuk itu, sekarang fokus kami adalah melakukan percepatan pembangunan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Harya Setyaka Dillon menilai proyek kereta cepat Jakarta-Bandung penting dan krusial bagi sektor transportasi publik di Indonesia pada masa depan yang tidak hanya menjadi alternatif kepadatan rute di jalan tol, tetapi juga dapat menangkap kebutuhan masyarakat berpuluh-puluh tahun yang akan datang.

Namun, Harya mengatakan dampak ekonomi dari adanya kereta cepat tidak akan dirasakan dalam lima tahun pertama masa operasional, melainkan 10 hingga 30 tahun ke depan.

“Ini tidak jauh berbeda dengan jalan tol, bandara, dan pelabuhan. Saat baru diresmikan, pelabuhan mungkin baru dirasakan manfaatnya 15 tahun ke depan,” katanya.(lal)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR