Minggu, Oktober 17, 2021
BerandaNewsMetropolitanKasus Suap Pengadaan Bansos, KPK Panggil 12 Saksi

Kasus Suap Pengadaan Bansos, KPK Panggil 12 Saksi

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu memanggil 12 saksi dalam penyidikan kasus dugaan suap terkait pengadaan bantuan sosial (bansos) untuk wilayah Jabodetabek┬ápada 2020.

BACA JUGA : KPK Panggil Delapan Saksi Kasus Suap Bansos – Nusadaily.com

“12 orang dipanggil sebagai saksi untuk tersangka MJS (Matheus Joko Santoso/Pejabat Pembuat Komitmen di Kementerian Sosial),” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Mereka yang dipanggil, yaitu Andreas dari pihak swasta/PT Putra Swarnabhumi, Rizal dari pihak swasta/PT Putra Bumi Phala Mandiri, Benedictus dari pihak swasta/PT Maju Gemilang Mandiri, M Iqbal dari pihak swasta/PT Total Abadi Solusindo, Ali Abulakan dari pihak swasta/PT Toima Jaya Bersama, Indriadi dari pihak swasta/PT Brahman Farm.

Kemudian, Yulianus dari pihak swasta/PT Inti Jasa Utama, Alida dari pihak swasta/PT Hohian Putra Jaya, Herson dari pihak swasta/PT Gosyen Sejahtera Utama, Rika Eka Sari dari pihak swasta/PT Rubi Convex, Rahmat Akmal dari pihak swasta/PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara, dan Henny Christiningsih dari pihak swasta/PT Sraya Dinamika Mandiri.

BACA JUGA : KPK Panggil Saksi Pihak Swasta Terkait Kasus Suap Pengadaan Bansos – Noktahmerah.com

Selain Matheus Joko, KPK saat ini masih melakukan penyidikan untuk dua tersangka penerima suap lainnya. Yaitu mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara (JPB) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kementerian Sosial lainnya Adi Wahyono (AW).

Sementara pemberi suap adalah Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja yang saat ini sudah berstatus terdakwa.

Harry Van Sidabukke Didakwa Menyuap Juliari

Harry Van Sidabukke yang berprofesi sebagai konsultan hukum didakwa menyuap Juliari, Adi, dan Matheus sebesar Rp1,28 miliar. Karena membantu penunjukan PT Pertani (Persero) dan PT Mandala Hamonangan Sude (MHS) sebagai penyedia bansos sembako Covid-19 sebanyak 1.519.256 paket.

BACA JUGA : ICW Tuding Ada Kejanggalan Pengusutan Korupsi Bansos, Minta Dewas KPK Segera Turun Tangan – Beritaloka.com

Sedangkan Direktur Utama PT Tigapilar Agro Utama Ardian Iskandar Maddanatja didakwa menyuap Juliari, Adi, dan Matheus senilai Rp1,95 miliar. Karena menunjuk Ardian melalui PT Tigapilar Agro Utama sebagai penyedia bansos sembako tahap 9, 10, tahap komunitas dan tahap 12 sebanyak 115.000 paket.

Atas perbuatannya, Harry dan Ardian dikenakan Pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 13 UU Nomor 31/1999. Sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.(ros)

- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Gerakan Gempur Rokok Ilegal yang Digalakkan Bea Cukai Sasar Desa Olean

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Gerakan gempur rokok ilegal (GGRI) yang digalakkan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Situbondo Bea Cukai Jember serta Kejari menyasar...