Senin, September 26, 2022
BerandaNewsMetropolitanDugaan Penipuan Rp15,9 Miliar dan USD 61.000 dari Tiga Klien

Dugaan Penipuan Rp15,9 Miliar dan USD 61.000 dari Tiga Klien

Alvin Lim Laporkan Raja Sapta Oktohari ke Polda Metro Jaya

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Tiba-tiba mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) 2011-2014 Raja Sapta Oktohari dilaporkan ke Polda Metro Jaya.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Hal ini lantaran Raja Sapta Oktohari yang menjadi Direktur Utama PT Mahkota Properti Indo Permata (PT MPIP), dilaporkan terkait dugaan kasus penipuan dan tindak pidana Perbankan dan Pasar modal.

Pengacara dari LQ Indonesia Lawfirm, Alvin Lim, yang mewakili tiga korban penipuan ini menyebut kliennya dirugikan Rp 15,9 miliar dan USD 61.000 oleh perusahaan terlapor.

Modusnya, beber Alvin, PT MPIP menawarkan investasi serupa deposito bank dengan jaminan bunga per tahun 8-100 persen tergantung berapa lama ditaruhnya. Jaminan bunga fixed atau tetap. Tawaran yang disampaikan adalah investasi tersebut aman dan dijamin kembali baik modal maupun bunganya.

“Tapi kenyataannya, sejak awal 2020 ketika investasi serupa deposito sudah jatuh tempo, ternyata perusahaan tidak mau mengembalikan dana tersebut. Bahkan, beredar surat keterangan yang menyatakan menunda pembayaran dan meminta penyelesaian ditunda tanpa persetujuan nasabah. Manajemen dan direktur pun menghindar dan tidak mau bertanggung jawab ketika ditemui nasabah,” papar Alvin saat melaporkan kasus ini di Polda Metro Jaya Kamis 9 April 2020.

Lanjut Alvin, bukan hanya bunga yang tidak dibayarkan. “Modal yang sudah jatuh tempo juga tidak dapat ditarik,” ungkapnya.

Alvin mengatakan sudah melayangkan dua kali somasi tapi tidak mendapat jawaban dari pihak PT MPIP. Ia pun membuat laporan dengan LP Nomor: LP/2.228/IV/YAN.2.5 /2020/ SPKT PMJ tanggal 9 April 2020.

“Ingat nama besar dan nama tokoh bukan jaminan ke depannya akan ada pembayaran dan jaminan modal investasi akan balik,” ungkapnya.

Sesuai pengecekannya pada Ditjen AHU Kementerian Hukum dan HAM diketahui kalau izin PT MPIP juga bukan sebagai perusahaan investasi melainkan perusahaan yang bergerak di bidang pembangunan atau kontraktor.

Dari pantauan NusaDaily.com di grup Whatsapp terkait hukum, Alvin Lim menyatakan tidak akan mundur dan akan terus membela kliennya, hingga hak-hak mereka terpenuhi. (dan)

BERITA KHUSUS

Unipma Lakukan Pengabdian Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Digitalisasi Pasar Desa Klumutan Saradan Madiun

NUSADAILY.COM – MADIUN - Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan yang saat ini dihadapi oleh sebagian besar masyarakat kita, khususnya masyarakat yang tinggal di pedesaan....

BERITA TERBARU

KPK Bakal Periksa Lukas Enembe Hari Ini

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe pada hari ini, Senin (26/9). Lukas akan diperiksa sebagai tersangka kasus...