Kamis, Januari 20, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsMetropolitanBangun Semangat Pelajar, Kominfo Gelar Lomba Membaca Puisi

Bangun Semangat Pelajar, Kominfo Gelar Lomba Membaca Puisi

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Kementeriaan Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Paduan Suara Merah Putih, Selasa (18/8) menggelar Lomba Membaca Puisi “Aku Cinta Negeri Indonesia Maju Tingkat SD dan SMP”. Lomba secara virtual, di gedung serba guna Keminfo Jakarta, Kegiatan tersebut diikuti oleh 200 pelajar SD dan SMP dari seluruh Indonesia. 

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA: Viral, Lomba Menatap Foto Mantan Meriahkan Agustusan

Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo, Rosarita Niken Widiastuti saat membuka lomba ini  mengajak seluruh peserta tetap semangat dan optimistis.

“Kalian adalah masa depan Indonesia. Anak-anakku bisa belajar melalui virtual, melalui internet dan kegiatan ini pun juga melalui virtual. Karena itu, tentunya puisi itu betul-betul kalau kita rasakan bisa memberikan semangat pada anak-anakku semua,” ucapnya

Sekjen Niken mengungkap makna puisi “Aku” dan “Karawang-Bekasi” yang diciptakan Chairil Anwar. Menurutnya, kedua puisi itu memiliki satu semangat optimisme membela negara.

“Keduanya tentu saling mendukung, saling menguatkan, yang berjuang melawan penjajah dengan senjata semakin terbakar semangatnya oleh puisi-puisi,” jelasnya.

Bagi Sekjen Kementerian Kominfo, puisi juga menjadi penyemangat dan bentuk perjuangan membela bangsa selain mengangkat senjata melawan penjajah.

Lomba Baca Puisi
Peserta Lomba Membaca Puisi “Aku Cinta Negeri Indonesia Maju Tingkat SD dan SMP”.

“Pada saat para pejuang-pejuang yang lainnya berjuang memanggul senjata dengan bambu runcing ataupun dengan senjata berperang di medan laga, tapi ada pejuang-pejuang yang berjuang menggunakan penanya yaitu melalui puisi,” ungkapnya.

Sekjen Niken juga mengutip salah satu bait karya Chairil Anwar. Lewat penggalan salah satu bait dalam puisi “ketika peluru menembus kulitku, aku tetap menerkam, meradang, dan aku ingin hidup seribu tahun lagi”, menurut Sekjen Chairil Anwar ingin menyaampaikan pesan kepada kita bahwa ketika sedang berjuang, tidak ada rasa ketakutan, tidak ada rasa pesimis, tetapi rasa optimis.

“Bait puisinya itu menggambarkan rasa optimisme. Seperti sekarang kita sedang berjuang melawan COVID-19. Tidak boleh pesimis, harus selalu optimis,” tegasnya.

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Perampok di Sukun Malang Tertangkap di Taman Dayu Pandaan ##tiktokberita

♬ original sound - Nusa Daily