Massa Buruh Tiba di Patung Kuda, Tolak Omnibus dan Suarakan Krisis Kepercayaan

  • Whatsapp
Omnibus Law Ciptaker
Massa buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia atau FSP LEM SPSI gelar aksi tolak UU Cipta Kerja di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2020). [Suara.com/Bagaskara]
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Massa buruh yang akan menggelar demonstrasi tolak Omnibus Law Cipta Kerja mulai memadati kawasan Patung Kuda Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Para buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) itu  dari Jalan Tugu Tani, sekitar 1 KM dari area Patung Kuda.

BACA JUGA: Hanya 31,2 Persen Publik Tahu “Omnibus Law” UU Ciptaker

Baca Juga

Pantauan di lapangan, kelompok massa datang sekitar pukul 12.00 WIB dan telah menutup satu arah Jalan Medan Merdeka Selatan arah Tugu Tani-Patung Kuda. Mereka bergabung dengan massa buruh lain dari Banten.

Ketua Umum Organ buruh yang berafiliasi dengan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Arifin Ardi mengatakan, aksi kali ini merupakan lanjutan dari sejumlah aksi sebelumnya terutama sejak 6, 7, dan 8 Oktober lalu menuntut pencabutan Omnibus Law Ciptaker.

Mereka menilai pengesahan UU Ciptaker oleh DPR beberapa waktu lalu tidak mencerminkan semangat musyawarah mufakat dengan melibatkan masyarakat terutama elemen buruh.

“Karena kita melihat prosedur, proses, sampai pengesahan UU itu tidak mencerminkan Pancasila di mana tidak ada musyawarah untuk mufakat,” kata Arifin kepada wartawan di kawasan Patung Kuda, Kamis (22/10).

Dalam unjuk rasa hari ini, Arifin mengaku akan menyampaikan surat kepada Presiden Joko Widodo agar segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) pencabutan UU Ciptaker.

Arifin menyebut pihaknya akan terus menggelar aksi penolakan Ciptaker. Unjuk rasa, menurut dia, lebih masuk akal ketimbang mengajukan judicial review sebagai jalur lain.

Arifin mengaku pesimis jalur judicial review akan dikabulkan oleh Mahkamah Konstitusi. Sebab, tingkat kepercayaan pihaknya terhadap pemerintah saat ini sudah mulai menurun, terutama sejak DPR memajukan jadwal pengesahan UU penarik investasi itu.

BACA JUGA: Polisi Tetapkan 54 Tersangka Kerusuhan Demo Ciptaker

“Karena kita kepercayaan kepada lembaga negara ini sudah rendah kan. Kita tahu rapat tanggal 8 dimajukan. Itu sudah seperti abuse of power gimana kita mau percaya yang kondisinya kayak gini,” kata dia.

“Makanya kita memilih akan melakukan aksi sampai UU Ciptaker dicabut melalui Perppu,” sambungnya.

Arifin mengklaim aksi kali ini bakal diikuti lebih dari 20 ribu massa buruh dari Jabkdetabek dan Banten. Mereka akan tumpah ruah di kawasan Patung Kuda menyuarakan hal yang sama.(sir)