Masih Pandemi, Puncak Peringatan Hari Santri Digelar Daring

  • Whatsapp
hari santri
Apel peringatan hari santri nasional tahun 2019. (doc/huda/nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengintruksikan kepada seluruh jajaran kepengurusan NU di seluruh dunia dan asosiasi pesantren di bawah naungan RMI PBNU bahwa besok (Kamis 22 Oktober) untuk memperingati hari santri nasional (HSN) tahun 2020 secara daring.

Hadirin dapat mengikuti Zoom meeting ID: 98716834297, password: HSN2020. Demikian surat perihal intruksi yang ditandatangani Rais Aam (KH Miftahkhul Ahyar), Katin Aam (KH Yahya Cholil Staquf), Ketua Umum PBNU (KH Said Aqil Siroj) dan Sekjen PBNU (KH Helmy Faisal Zaini) atasnama PBNU, Jakarta, Rabu 21 Oktober 2020.

Baca Juga

BACA JUGA: Peringati Hari Santri, Menag Ajak Ormas Gerakan Wakaf Uang

Dalam surat tersebut, PBNU akan melaksanakan puncak peringatan hari santri melalui zoom yang akan dimulai pada pukul 19.00 – 22.00 Wib dengan kegiatan istighosah akbar “Doa Tolak Balak Untuk Keselamatan Dunia” dengan rangkaian acara pembacaan ratibul hadad, pembacaaan 1 milyar shalawat nariyah, kemudian di susul munajat Rais Aam, amanat Ketua Umum PBNU dan diahiri launching Doc.

Tema HSN 2020 adalah “Santri Sehat Indonesia Kuat” dengan logo “Ayo Mondok Pakai Masker”, sebagai spirit untuk selalu menjaga kesehatan.

“Semoga bangsa Indonesia khususnya kalangan pesantren dijauhkan dari fitnah corona, karena dengan pesantren sehat maka Indonesia akan kuat,” jelas Ketua RMI PBNU Gus Rozin.

Lebih lanjut, Gus Rozin mengimbau kepada keluarga besar pesantren dan para santri di Indonesia untuk senantiasa menjaga kewaspadaan dan selalu taat protokol serta menerapkannya di lingkungan pesantren. Selain itu, semua warga pesantren harus terlibat aktif dalam menjaga pesantren dari terpapar covid-19.

“Supaya visi-misi pesantren sebagai lembaga pendidikan, dakwah dan pemberdayaan akan senantiasa eksis dan berkembang,” harapnya. RMI PBNU juga mengajak para santri dan seluruh elemen masyarakat untuk dapat mensosialisasikan logo Hari Santri 2020 untuk menandai peringatan yang saat ini memasuki tahun ke-6 sejak sejak ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada 22 Oktober 2015 lalu.

Sebelumnya, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Marsudi Syuhud memastikan PBNU akan memperingati Hari Santri Nasional 2020 yang jatuh pada tanggal 22 Oktober. Acara peringatan ini, menurut dia, bisa dilakukan melalui daring sebagai wujud penerapan protokol kesehatan.

“Kita akan tetap memperingati Hari Santri Nasional pada tahun ini sesuai protokol kesehatan, mungkin dengan tahlilan se-nasional menggunakan aplikasi Zoom, dan pidato ketua umum PBNU (KH Said Aqil Siroj) dan lainnya,” katanya

Kiai Marsudi menambahkan, untuk sementara ini tema Hari Peringatan Santri belum ditentukan. Dia mengatakan, tema yang diangkat nantinya akan disesuaikan dengan konteks pandemi Covid-19.

Hari Santri, terang Kiai Marsudi, memiliki makna penting yaitu untuk menjaga konsensus yang telah disepakati atau disebut mu’ahadah wathoniyah (kesepakatan kebangsaan).

“Negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila itu adalah kesepakatan bersama, jadi makna Hari Santri ini untuk menjaga kesepakatan mu’ahadah wathoniyah itu,” ucapnya.

Kiai Marsudi melanjutkan, santri memiliki peran yang sangat penting di tengah wabah corona saat ini. Santri berperan untuk mengingatkan masyarakat untuk terus mendekatkan diri pada Allah SWT dengan meningkatkan amal ibadah.

Apalagi, dia mengatakan, pagebluk alias wabah yang terjadi sekarang ini tidak hanya menimpa Indonesia tetapi juga seluruh dunia.

“Kita hendaknya tetap waspada. Bagi umat Islam, sebetulnya menjadi umat Islam itu lebih mudah ketika menghadapi apa saja karena semua sudah ada tuntunannya,” jelasnya. (hud/lna)

Post Terkait

banner 468x60