Senin, November 29, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsJatimGubernur Khofifah Imbau Pengawasan Persebaran Covid-19 Basis Desa di Bangkalan Diperketat

Gubernur Khofifah Imbau Pengawasan Persebaran Covid-19 Basis Desa di Bangkalan Diperketat

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengimbau agar petugas dan masyarakat sama-sama bersinergi untuk perketat pengawasan persebaran Covid-19 basis Desa di Kabupaten Bangkalan.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Persebaran Covid-19 yang semakin mengganas di tengah masyarakat membuat Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan upaya antisipasif yang masif hingga tingkat desa.

“Kita kan sudah melakukan pemetaan termasuk pemetaan zona merah totalnya ada 4 kecamatan yakni Kecamatan Kota, Arosbaya, Geger, dan Klampis. Ditambah zona orange yang berhimpit langsung dengan empat kecamatan yaitu adalah Kecamatan Burneh. Oleh karena itu, kelima kecamatan itu kita intervensi,” ujar Gubernur Khofifah, Kamis (24/06/2021).

BACA JUGA: Gubernur Khofifah: Kampung Tangguh Efektif Tekan Angka COVID-19

Khofifah memaparkan bahwa pada kelima kecamatan yang diintervensi oleh petugas terkait zona merah tersebut menjadi kecamatan dalam pengawasan yang sangat intensif.

Lebih lanjut, Khofifah juga menjelaskan di kelima kecamatan yang berada pada zona merah di Kabupaten Bangkalan tersebut ada sedikitnya 8 desa yang menjadi pusat perhatian bagi Pemkab maupun Pemprov Jatim.

BACA JUGA: Gubernur Khofifah Apresiasi Seluruh Elemen yang Dukung Percepatan Vaksinasi Jatim

“Di dalamnya ada 8 desa yang menjadi episentrumnya. Kedelapan desa tersebut yakni, 3 Desa di Kecamatan Kota, 2 desa di Kecamatan Arosbaya, 1 Desa di Kecamatan Burneh, 1 Desa Kecamatan Geger, dan 1 Desa di Kecamatan Klampis,” terangnya.

BACA JUGA: KAHMI Jatim Beri Penghargaan Gubernur Khofifah Terkait Penanganan Covid-19

Ia menambahkan didalam delapan desa tersebut terdapat 72 RT yang tercatat masuk dalam zona merah dan dalam pengawasan.

“Inilah yang dilakukan peningkatan, pengetatan, pengawasan berbasis desa. Oleh karena itu kita pastikan bahwa satu, mereka membawa sikm jika ingin keluar dari Madura, kedua lampiran sikm adalah surat keterangan sehat yang didalamnya ada hasil negatif swab,” pungkasnya. (jar/lna)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR