Wakil Ketua DPR RI Apresiasi Pencabutan Lampiran Perpres Miras

  • Whatsapp
Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin. DPR RI For Nusadaily.com
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Keputusan Presiden Joko Widodo Mencabut Lampiran Perpres No 10 Tahun 2021 tentang penanam modal minuman keras (miras) yang disampaikan dalam konferensi pers lewat Kanal YouTube Setneg 2 Februari 202i kemarin banyak di beri apresiasi dari berbagai elemen.

Salah satunya Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin dalam keterangan tertulisnya Rabu 3 Februari 2021, dirinya sangat mengapresiasi keputusan Presiden tersebut.

mengapresiasi keputusan Presiden Joko Widodo yang telah membatalkan Lampiran III Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang di dalamnya mengatur izin investasi minuman keras (miras).

BACA JUGA: Habis Miras Terbitlah Kerupuk

“Saya patut memberikan apresiasi kebijakan Presiden Jokowi tersebut karena memang minuman keras lebih banyak membawa dampak negatif,” kata Azis

Ia juga menyarankan ke depannya pemerintah harus lebih mengutamakan masukan dari para pakar dan tokoh masyarakat dalam menentukan kebijakan,.

Dirinya, meminta pemerintah harus memperhatikan dampak kebijakan tersebut terhadap berbagai aspek, seperti kesejahteraan masyarakat, sosial, ekonomi dan kesehatan.

“Pemerintah juga harus lebih memperhatikan dan mendukung investasi yang lebih membawa hal positif dan membuka lapangan pekerjaan. Sehingga dapat menyerap para pekerja yang saat ini banyak menganggur,” ujar Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam).

BACA JUGA: Presiden Akhirnya Cabut Lampiran Perpres Investasi Miras

Politisi Partai Golkar itu menilai peran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sangat diharapkan demi mendukung dan mempermudah investasi di setiap daerah. Menurutnya, langkah tersebut dapat dilakukan dengan membantu mempermudah izin serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada para investor dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Sebelumnya, Presiden Jokowi mencabut Lampiran III Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang di dalamnya mengatur izin investasi minuman keras. Presiden Jokowi menyebut keputusan itu diambil setelah mendengar berbagai masukan dari ulama, organisasi masyarakat (ormas), tokoh-tokoh agama dan masukan-masukan dari daerah.(sir/kal)