Embrio 1.280 Siswa Secapa AD Terinfeksi Covid-19 Harus Segera Diselidiki

  • Whatsapp
Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas NH Kertopati. (ist)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA –  Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas NH Kertopati mengatakan pimpinan TNI Angkatan Darat harus menyelidiki embrio penyebab 1.280 personel di Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (Secapa AD) Bandung, Jawa Barat, positif COVID-19.

“Jadi, menurut saya pihak pimpinan TNI AD harus menyelidiki embrio, sehingga bisa didapati ribuan siswa prajurit terkena Corona di Secapa,” kata Susaningtyas, di Jakarta, Minggu.

Baca Juga

Menurut dia, kedisiplinan dan kepatuhan pimpinan dan siswa Secapa dalam melaksanakan protokol kesehatan harus pula ditelisik, sudah benar atau belum.

BACA JUGA: Gempar, 200 Siswa Secapa TNI AD Positif Corona, Walikota Minta Segera Rapid Test Warga Sekitar

“Evaluasi pimpinan Secapa adalah sebuah keniscayaan,” kata wanita yang biasa disapa Nuning ini.

Oleh karena itu, dia menyarankan pusat pendidikan TNI-Polri menerapkan kuliah daring. Metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) dinilai menjadi alternatif model pendidikan di masa pandemi COVID-19.

“Memang kuliah video conference, saat ini menjadi jalan keluar. Tetapi dalam pendidikan TNI/Polri ada mata pelajaran atau perkuliahan yang menuntut tatap muka,” kata Nuning.

Kasus penyebaran COVID-19 di Secapa AD harus menjadi perhatian, walaupun TNI sudah memiliki aturan resmi menyikapi COVID-19.

BACA JUGA: Secapa AD Jadi Klaster Baru, Pengamat: Protokol Kesehatan Harus Diperketat

Sejak COVID-19 mulai mewabah, lanjutnya, pemerintah telah memberikan instruksi agar setiap lembaga negara dan instansi pemerintah menyiapkan langkah antisipasi, termasuk TNI dan jajarannya.

Nuning menjelaskan satuan-satuan TNI telah disiagakan untuk prosedur pencegahan penularan kepada prajurit TNI dan pegawai negeri sipil (PNS), beserta keluarga.

Upaya reguler selama ini adalah pemeriksaan kesehatan berkala untuk perwira dan PNS sederajat sebanyak dua kali per tahun. “Dan Bintara, Tamtama, serta PNS sederajat satu kali per tahun,” jelasnya.

Menurut dia, ketika COVID-19 mulai mewabah, maka seluruh Dinas Kesehatan TNI memeriksa file kesehatan seluruh personel. Hasil pemeriksaan membagi tingkat kesehatan mulai dari kondisi status kesehatan (Stakes) 1, kondisi Stakes 2, Stakes 2P dan Stakes 3.

Post Terkait

banner 468x60