Apel Siaga Peralatan Penanggulangan Bencana, Khofifah Tekankan 3 Poin

  • Whatsapp
Suasana upacara apel siaga gelar peralatan kesiapsiagaan penanggulangan bencana hidrometeorologi di Makodam V Brawijaya, Senin (23/11/2020).
banner 468x60

SURABAYA- Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar apel siaga darurat dan gelar peralatan penanggulangan bencana Hidrometeorologi, di Markas Komando Daerah Militer V Brawijaya, Senin (23/11/2020).

Hadir dalam kegiatan itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberikan penekanan kepada petugas dan masyarakat untuk bekerjasama mengantisipasi dan siap siaga menghadapi bencana hidrometeorologi (terkait air, Red).

Khofifah dalam apel siaga kali ini mengingatkan tiga point penting. Pertama, siap siaga melakukan mitigasi perencanaan terhadap risiko bencana, sehingga penanganan lebih antisipatif.

Kedua, terkait dengan Pemilihan Kepala Daerah pada 9 Desember 2020, yang akan dihelat oleh 19 kabupaten dan kota di Jawa Timur, warga diharapkan menggunakan hak pilihnya.

“Hampir dua per tiga pemilih di Jawa Timur, yang kita harapkan mereka akan menggunakan hak pilihnya dengan baik. Jangan sampai karena pandemi Covid, kemudian para pemilih itu akhirnya tidak menggunakan hak pilihnya,” tegasnya.

Khofifah mengajak kepada seluruh masyarakat Jawa Timur yang ada di 19 kabupaten dan kota tersebut, untuk menggunakan hak pilihnya, namun tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Selain itu, protokol kesehatan yang ketat itu akan memberikan jaminan keamanan kepada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk mengatur jadwal coblosan.

“Mereka pada jam berapa sebaiknya menggunakan hak pilihanya, KPPS yang bisa mengaturnya,” imbuhnya.

Ketiga, proses pembangunan di negeri ini, tidak terlepas dari kebersamaan elemen bangsa.

Di negeri ini, Indonesia Raya kuncinya adalah persatuan dan kesatuan. Dari sejarahnya terutama di bumi Majapahit Jawa Timur ini, merupakan bumi yang mengajarkan Bhinneka Tunggal Ika, bumi yang mengenalkan Merah Putih.

Bumi Jawa Timur Melahirkan Bhinneka Tunggal Ika

“Sehingga Bumi Jawa Timur ini melahirkan Bhineka Tunggal Ika yang harus bisa kita bangun penguatannya di semua lini. Kapan pun, dimana pun dan oleh siapa pun,” tukasnya.

Kata Khofifah, bagaimana menjaga proses demokrasi dalam Pilkada serentak 9 Desember mendatang. Hendaknya meski dalam suasana pandemi Covid-19, hak pilih tetap bisa dimaksimalkan.

Gubernur yang mantan Mensos RI ini juga meminta semua menjaga protokol kesehatan. Pencegahan penyebaran Covid dengan baik agar tidak muncul klaster baru.

“Dari mulai Partai pengusungnya, mengingatkan kandidatnya yang mungkin hari hari ini mulai bersemangat, pemilihnyam pendukungnya juga demikian, tetap jaga protokol kesehatan dengan baik,” katanya.

Kemudian, kaitan dengan bencana alam, pihaknya telah melakukan mitigasi bencana. BMG telah memberikan sinyal setiap hari, bahwa ada kenaikan permukaan air laut di Indonesia. Yang itu lebih tinggi dari permukaan air laut di Samudra Pasifik.

“Ini yang kemudian menjadikan uap air lebih banyak, dan kemudian menjadi potensi alam yang menimbulkan hujan dalam potensi yang mungkin naik 20 sampai 40 persen,” tegasnya.

Oleh karena itu potensi kemungkinan terjadinya banjir, potensi kemungkinan terjadinya longsor, dan seterusnya harus dilakukan mitigasi dengan baik.(ima/aka)

Post Terkait

banner 468x60