Jumat, Oktober 22, 2021
BerandaJatimWagub Emil: Sektor Pertanian Harus Miliki Sudut Pandang Agribisnis Policy

Wagub Emil: Sektor Pertanian Harus Miliki Sudut Pandang Agribisnis Policy

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM- MALANG – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan, kebijakan di sektor pertanian harus memiliki sudut pandang “agribisnis policy“. Selain penting, saat ini juga dikarenakan situasinya pandemi Covid-19.

“Terutama komoditas buah dan flori kultural. Kita berharap bahwa kebijakan kita, tidak bisa dipisahkan dengan agribisnis. Karena itu, ini menjadi sebuah tantangan,” ujar Wagub Emil saat menghadiri penandatanganan komitmen antara Universitas Brawijaya (UB) dengan Pemkab Malang yang diselenggarakan di UB Forest Malang, Minggu (19/9/2021).

Agribisnis Policy di sektor pertanian dinilai sangat tepat karena kebijakan yang diambil diharapkan tidak menjadi sebuah ‘kelatahan’ melainkan memiliki waktu untuk terus mengembangkan dari segi kualitasnya.

“Kalau satu nanam porang semua nggak harus menanam porang. Jadi ada waktu-waktunya,” terang Emil.

Dia pun mengapresiasi upaya untuk menghasilkan ekonomi skill yang diluncurkan Kementerian Pertanian (Kementan) RI, yakni membangun kawasan 200 kampung buah dan sayur, dan diagregasi di lahan seluas 10 hektare.

“Di Jawa Timur, sepertiga penduduknya bekerja di sektor pertanian. Namun PDRB nya hanya dikisaran 11 hingga 13 persen,” jelasnya.

Apresiasi Upaya UB

Untuk itu, dia juga mengapresiasi upaya UB Malang sebagai salah satu center excellent di sektor pertanian yang memiliki konsentrasi khusus di bidang agrikultur berskala nasional.

“Mindset petani harus kita ubah, saya rasa inspirasi petani di Jawa Timur saat ini adalah seorang dengan profesi yang challenging dan berkelas akan kita wujudkan melalui Universitas Brawijaya. Kita berharap bahwa image yang melekat bidang pertanian dengan Universitas Brawijaya,” jelas Emil.

Terkait persoalan pandemi Covid-19 yang saat ini mulai menurun, Emil berharap, agar segera kondisi tersebut berubah menjadi endemi. Sehingga pemulihan ekonomi dapat kembali bangkit, mengingat di sektor hulu hingga hilir bidang pertanian holtikultura memiliki potensi besar.

“Kami melihat kerjasama antara Pemda Kabupaten Malang dengan Universitas Brawijaya yang memastikan untuk menanam excellent di hulunya,” imbuh Emil.

Melihat itu, Wagub Emil berharap, tata kelola niaga menjadi feedback florikultural di sektor hulu. Apalagi UB Malang yang menduduki peringkat 3 nasional dalam hal atensi di bidang pertanian dapat menunjang teknologi pertanian.

Sementara di sektor hilir, sebut Emil, pemahaman branding, strategi dan “chain supplay” juga menjadi hal yang sangat penting untuk diketahui. Sehingga diharapkan dapat dipahami soal waktu-waktu yang tepat untuk menanam komoditas.

Gubernur Beri Atensi yang Besar

“Termasuk kerjasama hari ini luar biasa, Ibu Gubernur memiliki atensi luar biasa dalam sektor pertanian. Harapan kita di Jatim ada Belanova (Belanja Inovasi) atensi kami kalau tahun lalu di sektor kesehatan. Namun tahun ini saatnya melirik ke sektor pertanian. Pemerintah harus dipaling depan siap mendorong inovasi, bukan hanya menerima saat sudah matang,” jelas Emil.

Sementara itu, Bupati Malang Sanusi menyampaikan, bahwa Kabupaten Malang akan terus mengembangkan komoditi Alpukat Pemeling. Apalagi potensi tersebut sudah mendapat apresiasi dari Presiden RI Joko Widodo karena hak ukurannya yang besar.

“Alpukat ini berasal dari Wonorejo, Lawang. Dimana asal muasal bibit dan induknya menjadi nominasi holtikultural se Indonesia. Pak Presiden tertarik dan Alpukat Pemeling layak dijadikan alpukat terbaik di Indonesia. Sehingga, Pak Presiden meminta untuk pengembangan 1 juta bibit yang akan disebar di Indonesia,” jelas Bupati Sanusi.

Wagub Emil di Malang, berkesempatan meninjau kegiatan vaksinasi di Desa Donowarih, yang diikuti sebanyak 200 orang.

Selain meninjau vaksinasi, Emil juga meresmikan Embung Desa Donowarih yang ditandai dengan pelepasan ratusan ikan, melihat penandatanganan Komitmen bersama antara Dinas Pertanian Pemkab Malang dengan Dekan FMIPA UB Malang tentang Kultur Jaringan, Dekan FAPET UB Malang dengan Dinas Peternakan Malang tentang penggemukan sapi, Direktur Vokasi UB Malang dengan Dinas Tenaga Kerja Kab. Malang tentang pendidikan dan pelatihan (Diklat).

Mantan Bupati Trenggalek itu juga melakukan kegiatan penanaman pohon pisang ‘Sang Mulyo’, Alpukat Pemeling dan Jeruk dari Balijestro di Sumberwangi UB Forest .

Ikut hadir di acara tersebut, Dandim 0818 Malang Letkol Inf Yusub Dody Sandra, Kajati Malang Edi Handoyo, Wakapolres Malang Bagoes Wibisono, Rektor Universitas Brawijaya Malang Nuhfil Hanani, Para KA OPD Malang, Staf Ahli WR 4 Soni Kurniawan, Ketua LPPM Bambang Susilo, Direktur BUA Herman S Kumoro, dan Dekan UB Malang FTP Imam Santoso.(ima/nda)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yukūüć¶ūüć¶ ##tiktoktaiment

‚ô¨ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

PCR

Aturan Terbaru Perjalanan Udara Jawa-Bali, Wajib Tes PCR!

0
NUSADAILY.COM - JAKARTA - Satuan Tugas COVID-19  menyampaikan pelaku perjalanan udara dari dan ke Pulau Jawa-Bali serta daerah PPKM level 3 dan 4 wajib menyertakan...