Senin, Agustus 15, 2022
BerandaInternationalChina Kembali Normal Jika Fatalitas COVID-19 Tinggal 0,1 Persen

China Kembali Normal Jika Fatalitas COVID-19 Tinggal 0,1 Persen

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Pakar sistem pernapasan Prof Zhong Nanshan mengajukan dua prasyarat bagi China jika ingin kembali normal dari pandemi COVID-19.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Pakar terkemuka asal China itu menyebutkan dua syarat tersebut, yakni jika tingkat fatalitas COVID-19 di China turun hingga menjadi 0,1 persen dan angka basis reproduksinya (R0) antara 1 hingga 1,5.

BACA JUGA: India Konfirmasi Dua Kasus Omicron, Kasus Pertama di Regional WHO SEARO

Sampai saat ini, semua warga China harus divaksin agar terwujud kekebalan komunitas, pencegahan, pengendalian, dan perawatan juga harus ditingkatkan. Demikian Zhong berbicara pada KTT Vaksin di Shenzhen, Provinsi Guangdong, Sabtu (4/12).

Ia mengusulkan tingkat fatalitas saat ini yang masih 1 persen harus diturunkan lagi hingga tersisa 0,1 persen. Demikian pula dengan R0 atau tingkat penularan positif juga harus 1 hingga 1,5.

BACA JUGA: Menhan AS: Penerbangan Militer China Dekat Taiwan Seperti ‘Latihan’

Sampai saat ini  sebanyak 1,125 miliar warga China atau sekitar 79,76 persen populasi sudah mendapatkan vaksin dosis lengkap.

“Tingkat fatalitas varian Delta di Guangzhou dan Nanjing pada tahun ini yang sudah nol. Itu terkait dengan tingginya tingkat vaksinasi,” ujarnya.

Oleh sebab itu, dia mendorong pemerintah China terus meningkatkan vaksinasi, khususnya untuk lansia.

BACA JUGA: Studi Inggris: Vaksin COVID-19 mRNA Beri Efek ‘Boster’ Terbesar

Di China, 96.312 juta orang telah menerima vaksin penguat (booster).

Mengutip data Kementerian Kesehatan China, Zhong mengatakan bahwa vaksin dosis ketiga bisa meningkatkan efek terlindungi dari gejala COVID-19 dari 56 persen menjadi 80 persen. Juga mengurangi kemungkinan pasien COVID-19 dirawat di rumah sakit dari 84 persen menjadi 88 persen.

Selain itu, data laboratorium juga menunjukkan bahwa efek perlindungan diri dari kombinasi vaksin inaktif dan vaksin sub-unit protein, kombinasi vaksin inaktif dan vaksina mRNA, dan kombinasi vaksin inaktif dan vaksin adenovirus sangat bagus.

BACA JUGA: Uni Emirat Arab Umumkan Kasus Perdana Omicron

“Hal ini menunjukkan bahwa vaksin dosis ketiga sangat efektif,” ujarnya.

Terkait dengan merebaknya varian Omicron, Zhong menanggapi, “Kami tidak takut dengan Omicron karena sudah diterapkan kebijakan nol kasus dan kebijakan yang ketat dalam pencegahan dan pengendalian.”

Oleh sebab itu, pakar SARS tersebut menyimpulkan jalan terbaik pemberantasan COVID-19 adalah pencegahan.(mic)

BERITA KHUSUS

Gebyar Merah Putih, Pemkot Malang Pasang Belasan Ribu Bendera

NUSADAILY.COM – KOTA MALANG – Apel pagi jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kental dengan nuansa kebangsaan, Senin (15/8/2022). Pasalnya, pada momen tersebut turut dilangsungkan...

BERITA TERBARU

Diduga Sopir Mabuk, Truk Boks Hantam Empat Rumah di Gresik

NUSADAILY.COM – GRESIK – Sebuah truk membuatWarga Desa Cangkir, Kecamatan Driyorejo, Gresik, kaget, Senin (15/8/2022) pukul 00.15 WIB. Baca Juga: Pengemudi Diduga Mabuk, Mobil Masuk...