Minggu, September 25, 2022
BerandaInternationalBunga Persik, Penanda Awal Kebangkitan Pariwisata Tibet

Bunga Persik, Penanda Awal Kebangkitan Pariwisata Tibet

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Bunga persik yang mekar penuh tidak hanya menghiasi musim semi di wilayah otonomi Xizang, Tiongkok Barat Daya. Tetapi juga menandai awal kebangkitan bagi pariwisata di wilayah tersebut tahun ini.

Peach blossom by Yarlung Tsangpo river, near Milin county, Nyingchi (Linzhi) Prefecture, Tibet Autonomous Region of China.
- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Melansir chinadaily.com.cn, Pada festival bunga persik ke-19 yang sedang berlangsung di kota Nyingchi, wisatawan berkerumun ke berbagai resor yang terkenal dengan pemandangan bunga persik yang indah dengan latar belakang pegunungan yang tertutup salju.

Baca Juga: Ini Alasan Singapura Bisa Menjadi Negara Maju di Dunia

Berdasarkan pernyataan beberapa pengunjung, mereka telah lama terpesona oleh bunga persik Nyingchi. Hingga sampai akhirnya mendapat kesempatan tahun ini untuk datang ke Nyingchi.

Desa ini telah menjadi tempat upacara pembukaan festival selama bertahun-tahun, karena memiliki sejumlah besar pohon persik, sebagian besar liar, di daerah pegunungannya. Beberapa pohon persiknya berusia lebih dari 100 tahun.

Berdasarkan pernyataan dari pengunjung lain, mereka merasakan seperti negeri dongeng di bumi. Pegunungan bersalju, langit biru, dan bunga persik saling melengkapi engan spectrum warna yang kaya.

Tahun lalu, acara tersebut menyambut pengunjung yang jauh lebih sedikit karena langkah-langkah pencegahan dan pengendalian COVID-19. Nyingchi melihat jumlah wisatawan yang datang turun sekitar 70 persen pada paruh pertama tahun 2020. Namun, tahun ini wisatawan kembali.

Perkembangan Kunjungan

Upacara pembukaan diadakan pada hari Sabtu, dan Nyingchi menerima 97.200 pengunjung, naik 35,75 persen dari tingkat pra-pandemi pada 2019. Pendapatan pariwisatanya telah melonjak 32,6 persen dari 2019 menjadi 19,26 juta yuan (sekitar $2,9 juta), menurut pengembangan pariwisata kota (biro).

Dalam tiga hari pertama festival, jumlah wisatawan naik 32,59 persen dari 2019, sementara pendapatan pariwisata melonjak 96,83 persen dari tahun yang sama, kata biro itu.

Baca Juga: The Grey Man: Ryan Gosling Sebagai Mata-Mata dan Chris Evans Penjahat Super

Perwakilan dari biro mengatakan kota itu telah mengadakan serangkaian kegiatan promosi online dan offline untuk menjadikan festival bunga persik sebagai “sorotan pariwisata di Nyingchi dan Xizang.”

Nyingchi berjarak sekitar 400 km dari Lhasa, ibu kota Xizang. Diterjemahkan dari bahasa Tibet, itu berarti “tahta matahari.” Ini adalah sekitar 3.100 meter di atas permukaan laut.

Itu mungkin terdengar tinggi, tapi Nyingchi adalah salah satu daerah terendah di Xizang. Keuntungannya adalah pengunjung jarang menderita penyakit ketinggian, jadi ini adalah lokasi masuk yang bagus bagi mereka yang ingin menjelajahi Xizang.

“Tahun lalu, karena COVID-19, total pendapatan pariwisata kota itu sekitar 4 miliar yuan. Tahun ini, diperkirakan mencapai 8,5 miliar yuan,” menurut Zhang.

Air yang jernih dan pegunungan yang rimbun adalah aset yang tak ternilai. Selama beberapa tahun terakhir, nilai sumber daya alam di daerah itu telah mendapat perhatian. Orang-orang di kota dulu menebang pohon, tetapi sekarang mereka menanamnya untuk membuat tempat itu lebih indah dan menarik bagi pengunjung.

Terlepas dari dampak negatif yang kuat dari COVID-19, Xizang telah melihat pemulihan pariwisata yang cepat, dengan Nyingchi memimpin di wilayah tersebut, berdasarkan pernyataan dari perwakilan daerah setempat. (mdr2/lna)

BERITA KHUSUS

Kolaborasi Lintas Umat Beragama Suguhkan Pentas Budaya Menawan di Kota Pasuruan

NUSADAILY.COM - PASURUAN - Sebutan Kota Madinah (Maju Ekonominya, Indah Kotanya, Harmoni Warganya) sepertinya tidak salah disematkan bagi Kota Pasuruan. Hal tersebut salah satunya...

BERITA TERBARU

Sebelum Wafat, Ini Keinginan Ratu Elizabeth II untuk Pangeran Harry

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Ratu Elizabeth II meninggal dunia 8 September 2022. Hampir semua keluarga kerajaan menghadiri prosesi pemakaman yang digelar pada 19 September...