Tradisi Buka Bumi, Awali Proyek Pengeboran Sumur Air Bersih

  • Whatsapp
tradisi pasuruan
Warga mengikuti tradisi Buka Bumi untuk mengawali pembuatan sumur bor. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Warga Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan masih memegang teguh tradisi leluhur, Buka Bumi. Tradisi ini dilakukan untuk mengawali pengambilan air dari perut bumi.

Tradisi Buka Bumi ini hakekatnya adalah doa kepada Yang Maha Kuasa agar pelaksanaan proyek pengeboran sumur air berjalan lancar. Sumur yang digali juga menghasilkan air bersih dan bermanfaat bagi masyarakat.

BACA JUGA: Tradisi Barong Ider Bumi Desa Adat Kemiren Digelar di Tengah Pandemi

Kepala Desa Karangjati, Kuyatip, menyatakan, tradisi Buka Bumi merupakan tradisi warga dalam mengawali pembuatan sumur yang akan dimanfaatkan warga. Tradisi ini sudah dilakukan para leluhur sejak zaman dahulu.

“Tradisi Buka Bumi merupakan tradisi para leluhur. Ini adalah salah persiapan dalam program pengadaan air bersih yang akan dimanfaatkan warga,” kata Kuyatip.

Menurutnya, proyek pengadaan air bersih ini sangat diharapkan warga yang selama ini masih kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Ia berharap, proyek sumur air bersih ini bisa menjawab kebutuhan air bersih yang telah dinantikannya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi, menyampaikan apresiasinya atas hajatan warga sebagai salah satu upaya melestarikan tradisi para leluhur. Tradisi Buka Bumi adalah niatan baik dalam mengawali sebuah pekerjaan yang diharapkan membawa manfaat bagi masyarakat.

BACA JUGA: Pertamina Papua-Maluku Dorong Tradisi Bakar Batu Kembali Dikenal

Menurutnya, proyek sumur bor ini merupakan salah satu program yang berasal dari jaring aspirasi masyarakat. Proyek ini untuk mengatasi minimnya ketersediaan air bersih di masyarakat.

“Tradisi Buka Bumi harus terus dilestarikan ditengah kehidupan yang modern. Program pengadaan air bersih ini menjadi salah satu prioritas kebutuhan masyarakat yang kesulitan memperoleh air bersih saat musim kemarau,” kata Andri Wahyudi. (oni)