Sabtu, Mei 28, 2022
BerandaBusinessPengrajin Dupa Kabupaten Malang Keluhkan Tersendatnya Proses Pengiriman ke Luar Pulau

Pengrajin Dupa Kabupaten Malang Keluhkan Tersendatnya Proses Pengiriman ke Luar Pulau

NUSADAILY.COM – MALANG – Perngrajin dupa di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang mengeluhkan tersendatnya proses pengiriman ke luar pulau. Diakui, hal itu membuat tingkat penjualan merosot.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Selama pandemi yang jadi masalah ya proses pengiriman. Penjualan ya jelas merosot,” ungkap Wiwik, Salah satu pengrajin dupa di Pandansari, Kecamatan Wagir, Rabu, 26 Januari 2022.

Dulu, lanjutnya, sebelum pandemi sekitar 80-100 karung tiap minggu bisa dijual, per karung 10 Kilogram dupa.

“Sekarang ya mengerjakan seadanya. Kalau gak gitu karyawan hilang nanti,” imbuhnya.

Menurut Wiwik, membuat dupa dibutuhkan keahlian khusus, beda dengan membuat rokok. Karenanya, dia harus tetap
Mempertahankan karyawannya.

Wanita yang menjadi pengrajin dupa sejak puluhan tahun silam menyebut Bali memang menjadi pasar terbaik penjualan dupa.

“Kami banyak mengirim ke Bali, memang sejak dulu sudah kirim kesana. Banyak yang pesan kalau di sana,” katanya.

Wiwik juga menjelaskan beberapa tahapan wajib yang harus dilalui untuk memproduksi dupa.

Salah satunya adalah pemilihan bahan bambu yang berkualitas.
Bambu tersebut dipotong kecil-kecil menyerupai tusuk sate.

Setelahnya, serbuk kayu dihaluskan untuk selanjutnya ditempelkan ke tusuk bambu tersebut.

Kayu yang digunakan beragam, menurutnya, kayu jati adalah yang terbaik.

Setelah itu, dupa tersebut dijemur hingga kering. Proses ini memakan waktu 1 hingga 2 hari.

“Tergantung cuaca, kalau bagus dan cerah ya paling cepat 2 hari. Kalau musim hujan ya bisa lebih dari itu,” sebutnya. (kal)

BERITA KHUSUS

Logo dan Maskot MTQ XXX Jatim 2023 Segera Rilis, Gus Ipul Apresiasi Karya Para Desainer

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan bakal segera memperkenalkan logo dan maskot ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an ke XXX Jawa Timur tahun 2023...

BERITA TERBARU

Update! Siswi SMP Ngawi Kabur, Netizen: Infonya Udah Ketemu Keluarga Lur

NUSADAILY.COM – NGAWI – Seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) melarikan diri dari rumah Jumat, 27 Mei 2022, sekitar subuh dan viral di media...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily

NUSADAILY.COM - MALANG - Perngrajin dupa di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang mengeluhkan tersendatnya proses pengiriman ke luar pulau. Diakui, hal itu membuat tingkat penjualan merosot.

“Selama pandemi yang jadi masalah ya proses pengiriman. Penjualan ya jelas merosot,” ungkap Wiwik, Salah satu pengrajin dupa di Pandansari, Kecamatan Wagir, Rabu, 26 Januari 2022.

Dulu, lanjutnya, sebelum pandemi sekitar 80-100 karung tiap minggu bisa dijual, per karung 10 Kilogram dupa.

“Sekarang ya mengerjakan seadanya. Kalau gak gitu karyawan hilang nanti,” imbuhnya.

Menurut Wiwik, membuat dupa dibutuhkan keahlian khusus, beda dengan membuat rokok. Karenanya, dia harus tetap
Mempertahankan karyawannya.

Wanita yang menjadi pengrajin dupa sejak puluhan tahun silam menyebut Bali memang menjadi pasar terbaik penjualan dupa.

"Kami banyak mengirim ke Bali, memang sejak dulu sudah kirim kesana. Banyak yang pesan kalau di sana," katanya.

Wiwik juga menjelaskan beberapa tahapan wajib yang harus dilalui untuk memproduksi dupa.

Salah satunya adalah pemilihan bahan bambu yang berkualitas.
Bambu tersebut dipotong kecil-kecil menyerupai tusuk sate.

Setelahnya, serbuk kayu dihaluskan untuk selanjutnya ditempelkan ke tusuk bambu tersebut.

Kayu yang digunakan beragam, menurutnya, kayu jati adalah yang terbaik.

Setelah itu, dupa tersebut dijemur hingga kering. Proses ini memakan waktu 1 hingga 2 hari.

"Tergantung cuaca, kalau bagus dan cerah ya paling cepat 2 hari. Kalau musim hujan ya bisa lebih dari itu," sebutnya. (kal)