Meriahkan HUT ke 19 Kota Batu, Dinas Pariwisata Gelar Flower Culture Festival dan Pagelaran Kesenian

  • Whatsapp
pagelaran batu
Dinas Pariwisata Kota Batu memberi ruang pementasan kepada pelaku seni tradisi di perayaan HUT ke 19 Kota Batu. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – KOTA BATU – Dinas Pariwisata Kota Batu mengemas perayaan HUT ke 19 dengan menggelar dua kegiatan sekaligus. Perayaan itu dimeriahkan dengan perlombaan Flower Culture Festival dipadu dengan pagelaran kesenian tradisional. Penyelenggaraan dilaksanakan secara serentak di 24 desa/kelurahan se Kota Batu.

Seperti yang terlihat di Kelurahan Dadaprejo, Junrejo Kota Batu pada Sabtu malam (17/10). Masyarakat tampak antusias menyaksikan kegiatan yang digelar Dinas Pariwisata. Kesenian tradisi berupa tari-tarian seperti kesenian reog diiringi irama musik dipertontonkan kepada khalayak.

Baca Juga

BACA JUGA: Rangkul Generasi Muda, Dinas Pariwisata Kota Batu Gelar Lomba Video dan Karikatur

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq mengatakan flower culture festival merupakan perlombaan, untuk mendorong desa/kelurahan berkreasi membuat dekorasi bunga potong.

“Kami siapkan anggaran khusus dari Disparta dan tiap desa/kelurahan, diperuntukkan membeli bunga-bunga potong dari masyarakat petani. Termasuk menyiapkan sarana prasarana untuk kebutuhan dekorasi,” papar Arief.

Masyarakat diajak untuk bereksplorasi dan berkreasi merangkai bunga-bunga potong hingaga menjadi sebuah dekorasi bunga. Dekorasi itulah yang akan dijadikan dasar penilaian.

“Dekorasi dengan karakteristik desa/setempat inilah yang dilombakan,” ujar Arief.

Di sisi lain, penyelenggaran Flower Culture Festival ingin membantu secara langsung perekonomian petani bunga potong. Sehingga tanaman ikut laris manis diborong untuk kebutuhan dalam perlombaan ini.

“Biar perekonomian mereka kembali bergerak,” ucapnya.

Selain itu, kesenian tradisional yang menjadi potensi desa/kelurahan turut ditampilkan secara bersamaan dalam memeriahkan HUT ke 19 Kota Batu.

pariwisata batu
Dinas Pariwisata Kota Batu memberi ruang pementasan kepada pelaku seni tradisi di perayaan HUT ke 19 Kota Batu. (istimewa)

Apalagi selama empat bulan ini para pelaku kesenian mengalami mati suri karena pandemi Covid-19. Saat perayaan HUT Kota Batu, Dinas Pariwisata memberi ruang pementasan untuk menyemarakkan dan menghibur masyarakat. Tentunya pelaksanaanya juga tetap berpedoman pada protokol kesehatan.

“Makanya kami beri fasilitas ruang mengaktualisasikan keseniaanya agar semua kesenian yang menjadi potensi desa bisa kembali eksis,” imbuh dia.

BACA JUGA: Tanam Pohon, Dinas Pariwisata Kota Batu Hijaukan Infrastruktur Kesenian

Selain menggelar kedua event tersebut, pada saat yang bersamaan digelar pula pagelaran wayang kulit secara virtual di Pendopo Rumah Dinas Walikota Batu, Dewanti Rumpoko (17/10).

Pagelaran wayang kulit dengan lakon Asmara Bumi dibawakan dalang Ki Afrianto Saputra. Lakon yang diambil ini merupakan suata harapan terwujudnya keadaan yang aman sentosa dan dijauhkan dari segala ancaman marabahaya. (wok/adv/lna)

Post Terkait

banner 468x60