Digelontor Rp 3 Miliar, Dewan Tak Ingin Pembangunan Taman di Kota Batu Asal-asalan

  • Whatsapp
DPRD Kota Batu tak ingin DLH asal-asalan dalam membangun taman. Salah satunya seperti penanaman tumbuhan palem di Taman Sultan Agung. Tanpa perencanaan yang matang, tanaman palem dicabut karena menganggu sutet yang ada di atasnya.
DPRD Kota Batu tak ingin DLH asal-asalan dalam membangun taman. Salah satunya seperti penanaman tumbuhan palem di Taman Sultan Agung. Tanpa perencanaan yang matang, tanaman palem dicabut karena menganggu sutet yang ada di atasnya.
banner 468x60

NUSADAILY.COM-KOTA BATU-Anggaran sebesar Rp 3 miliar digelontorkan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu. Nilai yang telah ditetapkan itu akan dipergunakan untuk perencanaan pembangunan taman. 

Legislatif tak mau anggaran sebesar itu digunakan untuk program  yang hanya tambal sulam setiap tahunnya. Sekadar menjalan program yang hanya terkesan formalitas. 

Baca Juga

Anggota Komisi C DPRD Kota Batu, Sujono Djonet menilai pembangunan taman di Kota Batu dilakukan tanpa perencanaan yang matang. Taman kota sebagai bagian dari ruang publik jadi bagian estetika dan harus memiliki fungsi ekologis. 

Namun hal tersebut belum diterjemahkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu dalam program-programnya. Utamanya dalam perencanaan pembangunan tanah. Selama ini fokus pengerjaan pembangunan taman hanya dibeberapa tempat saja. Seperti di Sultan Agung dan Panglima Sudirman.

“Kami melihat bahwa perencanaan terkait pembangunan taman hanya rutinitas. Tidak ada perencanaan dan pengayaan yang dilakukan oleh DLH,” ujar Djonet dilansir Nusadaily.com

Bahkan, menurutnya banyak penanaman pohon taman yang tidak sesuai dengan tempatnya. Ia mencontohkan di Jalan Sultan Agung yang ditanami pohon palem kemudian diangkat kembali karena adanya sutet di tempat tersebut. 

“Karena mengganggu, akhirnya diambil kembali. Begitu juga pohon-pohon di pinggir jalan harusnya ditanami pohon akar tunggal agar ketika besar akarnya tak merusak trotoar dan membahayakan warga,” ujar politisi Nasdem itu.

Begitu juga dalam penggarapan taman, juga harus di konsep sesuai dengan lokasi. Misalnya taman di TPA Tlekung bisa dikonsep taman recycle. 

Serta ia juga meminta agar DLH melihat mengenal kondisi geografis Kota Batu yang berada di tengah-tengah hutan. Seharusnya daerah milik Perhutani tersebut juga menjadi tanggung jawab DLH dengan ikut melakukan pengkayaan dengan menanam bibit pohon. 

“Penanaman di area hutan bisa bekerja sama dengan Perhutani. Ini juga untuk menghindari adanya bencana banjir kiriman ataupun longsor,” paparnya.

Di Kota Batu terdapat 55 taman termasuk Alun-Alun. Jumlah luas taman se-Kota Batu adalah 267 ribu meter persegi. Kepala DLH Kota Batu, Aris Setiawan akan mengakomodir masukan anggota dewan. Kemudian bisa dilaksanakan secepatnya.

“Kami akan realisasikan untuk tahun ini. Baik taman sepanjang jalan dan taman kota. Kalau kebutuhan anggarannya kurang, akan kami ajukan lagi lewat PAK ke legislatif,” ungkap dia. (wok/wan)