Serap Aspirasi Masyarakat, Peraturan Pelaksanaan UU Cipta Kerja Segera Rampung

  • Whatsapp
cipta kerja airlangga
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Istimewa)

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo Pemerintah telah membuka dan memberikan ruang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk dapat memberikan masukan dan menyampaikan aspirasi sejak awal proses penyusunan peraturan pelaksanaan UU Cipta Kerja.

Oleh sebab itu pemerintah akan mengedepankan dan mempertimbangkan seluruh aspirasi dan masukan dari masyarakat dan pelaku usaha melalui Tim Serap Aspirasi dan juga Portal UU Cipta Kerja yang telah disediakan.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut diungkapkan saat dirinya melihat antusiasme masyarakat, pelaku usaha dan pemangku kepentingan terlihat dari banyaknya aspirasi dan masukan yang diterima Kemenko Perekonomian, selaku koordinator penyusunan Peraturan Pelaksanaan UU Cipta Kerja, Minggu 31 Januari 2021.

BACA JUGA: Pemerintah Kebut Penyelesaian Aturan Turunan UU Cipta Kerja

“Pemerintah sejak awal telah membuka dan menyediakan 4 (empat) kanal utama bagi masyarakat luas untuk memberikan masukan dan menyampaikan aspirasi, yaitu melalui Portal dan Posko UU Cipta Kerja, Tim Serap Aspirasi (TSA), Acara Serap Aspirasi, serta melalui Surat Resmi ke Kemenko Perekonomian dan Kementerian/Lembaga terkait,” ujar Airlangga.

Dirinya juga menjelaskan, adapun jumlah masukan yang diterima melalui keempat kanal utama tersebut hingga 25 Januari 2021 dapat dilihat melalui Portal UU Cipta Kerja dan Posko Cipta Kerja sebanyak 112 masukan melalui web-form, 48 melalui e-mail dan akses ke Portal (hits) sebanyak 4,88 juta pengakses.

“Masukan melalui Acara Serap Aspirasi yang dilakukan secara tatap muka (luring/offline) di 15 daerah seluruh Indonesia, dengan mencatat masukan sebanyak 38 berkas masukan,” ujar Airlangga.

Ditambahkan Aspirasi dan masukan melalui Tim Serap Aspirasi (TSA) yang menampung, membahas dan memberikan rekomendasi sebanyak 227 berkas masukan, melalui Surat Resmi ke Kemenko Perekonomian maupun ke Kementerian dan Lembaga terkait, sebanyak 72 berkas masukan.

BACA JUGA: Hipmi: UU Cipta Kerja Jadi Kunci Serap Bonus Demografi – Imperiumdaily.com

Masih kata Airlangga Pemerintah juga telah melibatkan akademisi dan praktisi hukum, yang dikoordinasikan oleh Prof Romli Atmasasmita agar mendapatkan masukan yang cukup terkait Peraturan Pelaksanaan UU Cipta Kerja.

“Semua aspirasi dan masukan tersebut telah ditindaklanjuti oleh Kementerian dan Lembaga (K/L) yang bertanggung jawab di sektor teknis, bersama dengan Tim Teknis di Kemenko Perekonomian, serta dari Kemen Kumham, Setneg dan Setkab dalam proses harmonisasinya,” tegas Menko Airlangga.(sir/lna)