Senin, Januari 24, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsJatimJatim Terbesar Ekspor ke Pasar Global, Perdana Ekspor Cerutu dan Tempat Tidur...

Jatim Terbesar Ekspor ke Pasar Global, Perdana Ekspor Cerutu dan Tempat Tidur Sapi

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

NUSADAILY.COM- LAMONGAN – Provinsi Jawa Timur mendapat kehormatan menjadi pusat pelaksanaan pelepasan ekspor dari Indonesia ke pasar global. Yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Joko Widodo secara virtual serentak oleh 16 Provinsi di 14 titik keberangkatan seluruh Indonesia secara hybrid dan berpusat di PT Bumi Menara Internusa, Lamongan, secara offline.

Untuk 13 titik lain yang mengikuti kegiatan ini yaitu Takengon, Medan, Pekanbaru. Bandar Lampung, Jabodetabek, Bandung, Semarang-Yogyakarta, Surabaya. Denpasar, Mataram, Samarinda, Makasar, Papua Barat, dan Manokwari mengikuti secara virtual.

Acara ini dihadiri Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Gubernur Jawa Timur, serta Bupati Lamongan, Jumat (4/12/2020).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut baik pelepasan ekspor ini. Dari total 16 provinsi yang mengirim komoditas ekspor, Provinsi Jatim menjadi provinsi di urutan ke -2 jumlah eksportir terbanyak.

“Saya mengapresiasi 133 eksportir yang pada hari ini melepas ekspor ke 24 negara. Ada 29 eksportir dari Jawa Timur yang turut, dua di antaranya merupakan IKM dengan ekspor perdana,” ungkap Khofifah.

Komoditi asal Jawa Timur yang diekspor kali ini yaitu perhiasan emas/perak. Produk perikanan dan olahannya, industri kimia, handicraft, coklat, olahan. Produk aluminium, kerupuk, sukun beku, sorbitol. Produk kayu, tisu, pupuk, dan produk kimia.

Menariknya ada ekspor perdana Cerutu dari Mojokerto, dan tempat tidur sapi dari Lumajang.

Produk unggulan Jawa Timur tersebut diekspor ke Jepang, Australia, Amerika Serikat, Uni Eropa, Korea, China, Malaysia, dan Dubai.

Pacu Bergeraknya Perekonomian

Khofifah mengatakan kegiatan pelepasan ekspor ini memacu bergeraknya perekonomian setelah menurun akibat pandemi, dengan nilai ekspor mencapai USD 1,64 miliar atau setara Rp 23,75 triliun.

Kegiatan ini diharapkan mendorong pelaku usaha dalam negeri untuk terus melakukan ekspor agar dapat berkontribusi pada peningkatan ekspor non migas, mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Jatim yang posisinya nomor dua ekspor terbesar nasional menjadi bukti memiliki peran signifikan di perdagangan luar negeri.

Pada periode Januari-Oktober 2020 nilai ekspor Jawa Timur mencapai USD 16,91 miliar atau berkontribusi 12,86 persen terhadap ekspor nasional.

Saat ini nilai ekspor non migas Jawa Timur pada bulan Oktober 2020 mencapai USD 1,53 miliar atau naik sebesar 0,72 persen dibandingkan September 2020.

Komoditi unggulan ekspor non migas Jawa Timur meliputi tembaga, kayu dan barang dari kayu, lemak dan minyak hewan nabati. Total neraca perdagangan luar negeri Jawa Timur selama Oktober 2020 mengalami surplus sebesar USD 147,43 juta.

“Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan dukungan penuh bagi industri Jawa Timur, baik kecil, menengah, maupun besar untuk bisa melakukan ekspor. Kami siap memberikan fasilitasi, baik berupa permodalan, pelatihan, hingga standarisasi,” tegas Khofifah.(ima/aka)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com Nadzira Shafa sempat hamil anak Ameer Azzikra #tiktoktaiment ♬ Filtered Light - Nik Ammar / Mike Reed