Resmi KPK Tetapkan Mensos Juliari P Batubara Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Bansos COVID-19

  • Whatsapp
Resmi KPK tetapkan Mensos Juliari P Batubara tersangka
Mensos Juliari P Batubara di Malang, Jumat (4/12/2020) malam.
banner 468x60

NUSADAILY.COM-JAKARTA- Resmi KPK tetapkan Mensos Juliari P Batubara tersangka kasus dugaan korupsi bansos COVID-19, Minggu (6/12/2020) dini hari ini. Ketua KPK Firli Bahuri yang mengumumkan hal itu.

BACA JUGA: Pejabatnya Kena OTT, Kemensos Masih Tunggu Kabar Terbaru KPK

Baca Juga

BACA JUGA: Pejabatnya Kena OTT KPK, Mensos Juliari: Kami Masih Memonitor Perkembangannya- Imperiumdaily.com

KPK mengendus, kasus tersebut diawali aliran uang kepada penyelenggara negara. Yakni oleh Ardian IM selaku swasta dan Harry Sidabuke kepada Matheus Joko Santoso. Ia pejabat pembuat komitmen di Kemensos. Uang juga mengalir pada Adi Wahyono dan Menteri Sosial. Mensos terima uang dari Matheus Joko Santoso dan Shelvy N selaku sekretaris di Kemensos.

Menurut Firli, uang diserahkan hari Sabtu tanggal 5 Desember 2020 pukul 02.00 WIB di Jakarta. Hal itu ditegaskan Firli dalam konferensi pers di KPK, Minggu (6/12/2020).

KPK Amankan Duit Rp 14,5 Miliar

Resmi KPK tetapkan Mensos Juliari P Batubara tersangka
Resmi KPK tetapkan Mensos Juliari P Batubara tersangka. Screenshot.

Ardian dan Harry menyiapkan duit itu di salah satu apartemen di Jakarta dan di Bandung. Uang disimpan di dalam 7 koper, 3 tas ransel dan amplop kecil yang jumlahnya sekitar Rp 14,5 miliar. KPK mengamankan MJS, SN dan pihak lain di salah satu tempat di Jakarta.

“Termasuk uang Rp 14,5 miliar dibawa KPK untuk pemeriksaan,” ujarnya menegaskan resmi KPK tetapkan Mensos Juliari P Batubara tersangka.

Tim KPK mengamankan juga uang pecahan mata uang asing. Masing-masing yaitu sekitar Rp 11,9 miliar, sekitar USD 171,085 dan sekitar SGD 23.000.

KPK pun menetapkan lima orang tersangka yaitu:

KPK menetapkan pejabat ini, diduga sebagai penerima: Juliari Batubara selaku Mensos, Matheus Joko Santoso selaku pejabat pembuat komitmen di Kemensos, Adi Wahyono. Diduga sebagai pemberi: Ardian IM selaku swasta, Harry Sidabuke selaku swasta.

Pasal yang diterapkan KPK untuk Mensos Juliari adalah Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Lalu pasal disangkakan KPK untuk Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 huruf (i) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sedangkan untuk Ardian dan Harry, KPK menerapkan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 4 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(cak)

Post Terkait

banner 468x60