Pasca Penyerangan, IPW Pertanyakan Sistem Keamanan Mabes Polri

  • Whatsapp
Mabes Polri diserang
Teroris perempuan berjilbab serang Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (31/3/2021). (ist)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Indo Police Wacth (IPW) mempertanyakan sistem keamanan yang diterapkan di Mabes tersebut sehingga bisa kecolongan.

Menurut IPW, peristiwa tersebut adalah pukulan telak dan sangat memalukan bagi jajaran kepolisian. Anehnya hingga kini tidak ada tindakan tegas dari Mabes Polri tentang siapa pejabat kepolisian yang bertanggungjawab terhadap kebobolan itu.

IPW melihat, sudah tiga hari serangan teroris itu terjadi di Mabes Polri tapi tidak ada satu pun aparatur dan pejabat kepolisian yang ditindak sebagai pihak yang bertanggungjawab atas kecerobohan hingga teroris bisa masuk ke Mabes Polri.

“Bisa lolosnya teroris ke jantung markas besar polri tak terlepas dari kecerobohan jajaran kepolisian dalam menjaga sistem keamanan di markas besarnya,” jelas Neta.

IPW juga melihat, sistem keamanan yg dibangun di Mabes Polri sebenarnya sudah cukup baik, namun kata Neta, konsistensi dalam menerapkan protokol keamanan itu yg tidak ada dan petugas penjaga cenderung ceroboh, sehingga teroris terbiarkan masuk dan melakukan serangan dari dalam.

Dikatakan pula apa yang terjadi di mabes polri itu adalah pukulan telak buat kapolri Sigit yang baru menjabat, karena djsaat Sigit sibuk konsolidasi ke berbagai eksternal kepolisian, markas besarnya justru kebobolan diserang teroris dari dalam.

“Ironisnya hingga kini tidak ada tindakan tegas yg dilakukan kapolri terhadap bobolnya sistem keamanan Mabes polri itu,” ucap Neta.

Ini terbukti, lanjut Neta hingga kini tidak ada satu pun aparaturnya yang ditindak, bahkan siapa pejabat polri yg harus bertanggungjawab atas bobolnya sistem keamanan Mabes Polri itu pun menjadi tidak jelas.

“Dengan terjadinya serangan teroris di Mabes Polri itu akan membuat publik menjadi krisis kepercayaan terhadap kepolisian, dan publik tentunya akan bertanya, bagaimana polisi bisa menjaga dan melindungi masyarakat dari serangan teroris wong menjaga markas besarnya saja tidak mampu,” pungkas Neta. (sir)