Duh duh duh, Lagi dan Lagi Pelapor Kasus Pelanggaran Boeing Ditemukan Meninggal

Dean mengajukan pengaduan ke Federal Aviation Administration (FAA) dengan tuduhan "pelanggaran serius dan kotor yang dilakukan oleh manajemen kualitas senior pada lini produksi 737" di Spirit.

May 3, 2024 - 11:41
Duh duh duh, Lagi dan Lagi Pelapor Kasus Pelanggaran Boeing Ditemukan Meninggal

NUSADAILY.COM – WASHINGTON - Mantan audit kualitas dari supplier Boeing yakni AeroSystems, Joshua Dean (45), meninggal dunia setelah diketahui mengidap penyakit yang dideritanya baru-baru ini.

Dean merupakan whistleblower Boeing yang mengungkap soal cacat produksi pada pesawat Boeing 737 MAX. Ia menjadi pelapor kasus pelanggaran Boeing kedua yang meninggal dunia.

Pesawat itu Boeing 737 MAX memang pernah menjadi sorotan hingga sempat dilarang terbang sementara setelah terdapat dua kali kecelakaan yang sama hingga menewaskan 346 orang.

Insiden pesawat Lion Air 610 dan Ethiopian Airlines 302 yang jatuh hanya berselang lima bulan.

Dean mengajukan pengaduan ke Federal Aviation Administration (FAA) dengan tuduhan "pelanggaran serius dan kotor yang dilakukan oleh manajemen kualitas senior pada lini produksi 737" di Spirit.

Menurut laporan The Guardian yang mengutip Seattle Times, Dean sempat dirawat di rumah sakit sebelum meninggal dunia karena kesulitan bernapas.

Dean pun diintubasi dan dirawat di RS selama dua minggu sebelum akhirnya meninggal dunia. Ia dinyatakan menderita pneumonia hingga infeksi serius.

"Dia (Dean) meninggal dunia kemarin pagi, kepergiannya menimbulkan kehilangan yang sangat terasa. Kami akan selalu mencintaimu, Josh," ucap tante Dean, Carol Dean Parsons, melalui unggahannya di Facebook.

Selama menjalani persidangan, Dean didampingi oleh firma hukum yang sama dengan yang mewakili whistleblower Boeing kedua, John "Mitch" Barnett.

Barnett, 62, ditemukan tewas pada Maret lalu setelah diduga menembak dirinya sendiri.

Barnett menghabiskan hampir tiga dekade bekerja di Boeing. Pada 2019, Barnett sempat mengatakan kepada New York Times bahwa dia telah menemukan "kumpulan atau serpihan logam" tergantung di kabel kendali penerbangan yang dapat menyebabkan kerusakan besar jika menembus kabel.

Dia menuduh manajemen mengabaikan keluhannya dan memindahkannya ke bagian lain pabrik.

Bulan lalu, pelapor Boeing lainnya, Sam Salehpour, mengatakan kepada Kongres bahwa "tidak ada budaya keselamatan" di Boeing.

Salehpour menuduh bahwa karyawan yang menyampaikan peringatan tersebut "diabaikan, dipinggirkan, diancam, dikesampingkan, dan lebih buruk lagi".

Dia mengatakan dia takut akan kemungkinan "kekerasan fisik" yang diterimanya setelah menyampaikan kekhawatirannya kepada publik.

Regulator AS sekarang sedang menyelidiki Boeing setelah ledakan panel pintu di udara Boeing 737 Max 9 pada Januari lalu.

Reuters melaporkan bulan lalu bahwa Kementerian Kehakiman AS kini sedang mempertimbangkan apakah Boeing melanggar perjanjian yang melindunginya dari tuntutan pidana atas kecelakaan fatal Lion Air dan Ethiopian Airlines pada 2018 dan 2019 lalu.(han)