Twitter Centang Biru Berbayar Ditunda Diduga Hindari 'Pajak' Apple

CEO Twitter itu lantas mengungkapkan fitur Blue Verified bakal diluncurkan ulang pada 29 November usai diperbaiki terlebih dahulu.

Twitter Centang Biru Berbayar Ditunda Diduga Hindari 'Pajak' Apple
Centang Biru Twitter

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Peluncuran akun centang biru berbayar atau langganan Twitter Blue dikabarkan ditunda menyusul 'pernyataan perang' Elon Musk dengan Apple.
Twitter Blue sempat mengalami tarik-ulur peluncuran sejak awal bulan ini. Sejumlah pengguna sempat bisa berlangganan melalui aplikasi Twitter di iOS. Namun, Musk menundanya karena sejumlah pertimbangan. Salah satunya diduga akibat masalah akun peniru.

CEO Twitter itu lantas mengungkapkan fitur Blue Verified bakal diluncurkan ulang pada 29 November usai diperbaiki terlebih dahulu.

BACA JUGA : 7 Rekomendasi Bioskop di Jakarta yang wajib kamu coba

Elon Musk Luncurkan Ulang Twitter Blue 29 November
"Punting relaunch of Blue Verified to November 29th to make sure that it is rock solid," kicau Musk di akun Twiternya, Rabu (16/11).

Namun, dikutip dari Platformer, kebijakan ini kemungkinan tidak tersedia dalam aplikasi Twitter di iOS, sistem operasi di awai-gawai Apple, demi menghindari potongan 30 persen pembelian di App Store.
Diketahui, Apple memungut bayaran 30 persen dari tiap transaksi via App Store, termasuk kepada Twitter.

Menurut The Verge, informasi penundaan tersebut juga didapat dari seseorang yang mengetahui langsung masalah tersebut.

BACA JUGA : Mantra yang Ditemukan di Rumah Keluarga Kalideres Tertulis...

Elon Musk Soal Apple: Suka Tarik 'Jatah Preman' di App Store
Karyawan Twitter telah diberi tahu bahwa akan ada perubahan lain pada centang biru ini, termasuk kenaikan harga satu sen dari US$7,99 menjadi US$8 (Rp125 ribuan) dan memerlukan verifikasi nomor telepon.

Belakangan, Musk meningkatkan intensitas serangannya terhadap Apple. Pada 18 November, dia mengkritik pemotongan App Store dengan menyebutnya sebagai "pajak 30% tersembunyi di Internet".

Pada Senin (28/11), CEO Tesla itu juga mengklaim Apple "sebagian besar" telah menghentikan iklan di medsosnya dan "mengancam untuk menahan Twitter dari App Store-nya, tetapi tak akan memberi tahu kami soal alasannya."

Apple belum secara terbuka mengonfirmasi kicauan Musk itu.(ris)