Perubahan Lain, Twitter Akhiri Kebijakan untuk Lawan Misinformasi Virus Corona

Twitter mengumumkan bahwa mulai 23 November akan menghentikan penerapan kebijakan terkait informasi palsu tentang yang baru epidemi mahkota.

Perubahan Lain, Twitter Akhiri Kebijakan untuk Lawan Misinformasi Virus Corona
Twitter akhiri kebijakan untuk Virus Corona ( sumber: chinanews.com)

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Twitter mengumumkan bahwa mulai 23 November akan menghentikan penerapan kebijakan terkait informasi palsu tentang yang baru epidemi mahkota.

Melansir chinanews.com, artinya, Twitter tidak akan lagi memprioritaskan penghapusan atau penandaan informasi menyesatkan terkait wabah mahkota baru.

BACA JUGA : Elon Musk: Twitter Akan Memulihkan Akun yang Diblokir Mulai...

Menurut laporan, Twitter telah menerapkan kebijakan ini sejak 2020. Menurut statistik yang dirilis oleh Twitter, dari Januari 2020 hingga September 2022, lebih dari 11.000 akun yang melanggar ditangguhkan berdasarkan kebijakan ini, dan hampir 100.000 konten dihapus.

Twitter tidak menjelaskan perubahan kebijakan tersebut. CNBC melaporkan bahwa perubahan ini mungkin terkait dengan niat yang dinyatakan Musk untuk memperkuat "kebebasan berbicara" di Twitter.

Sejak Musk mengakuisisi Twitter, sejumlah reformasi besar telah dilakukan pada perusahaan, termasuk PHK substansial dan pengurangan tim peninjau dan manajemen situs web, akun yang dilarang "amnesti", dll.

BACA JUGA : Fadjroel Sindir Sosok Ngaku Capres Sudah Kampanye, Begini...

Tetapi para kritikus mengatakan itu bisa membuat platform sosial menjadi tempat berkembang biaknya informasi yang salah, ekstremisme sayap kanan, dan ujaran kebencian.

Menurut media AS, sejak Musk mengambil alih perusahaan, kekacauan telah menyebabkan banyak pengiklan meninggalkan platform sosial tersebut.

Namun, Musk mengatakan bahwa jumlah pendaftaran pengguna Twitter baru telah mencapai titik tertinggi baru-baru ini, dan waktu aktif pengguna juga telah mencapai rekor tertinggi.(mdr3/lal)