Pesan Wabup Situbondo di Acara Wisuda XI STAINH

Wakil Bupati Situbondo, Nyai Hj Khoironi, menghadiri acara Wisuda Strata Satu (S1) ke-XI Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Huda (STAINH), Desa Peleyan, Kecamatan Kapongan, Senin (7/11/2022

Pesan Wabup Situbondo di Acara Wisuda XI STAINH
Habib Muhammad (tengah) dan Ketua PCNU Situbondo (kanan) memimpin wisudawan menuju tempat acara Wisuda ke-XI STAINH. (Fathur Rozi/Nusadaily.com)

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Wakil Bupati Situbondo, Nyai Hj Khoironi, menghadiri acara Wisuda Strata Satu (S1) ke-XI Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Huda (STAINH), Desa Peleyan, Kecamatan Kapongan, Senin  (7/11/2022). Jumlah mahasiswa yang berhasil menyandang gelar tersebut sebanyak 72 orang.

 

Dalam sambutannya, perempuan asal Kecamatan Besuki ini menyampaikan agar wisudawan tidak minder menjadi mahasiswa yang menyandang gelar sarjana. Sebab tidak jarang ada masyarakat yang mengatakan banyak sarjana tapi masih menjadi penggangguran.

 

"Jika mahasiswa itu adalah orang yang semangat, pasti dia mendapatkan pekerjaan. Jika sudah sarjana tetapi tidak berusaha mencari kerja, lantas siapa yang akan memanggil. Jadi sarjana itu harus mengerjakan apa yang bisa dikerjakan, setelah itu pasti ada jalan untuk mencapai cita-citanya,” ujarnya.

 

Perempuan yang akrab disapa Nyai Khoi ini mengatakan, begitu gelar sarjana disandang mahasiswa harus bisa mengaplikasikan ilmu yang sudah didapatkan.

 

“Saya berpesan, sebagai sarjana harus memiliki rasa percaya diri bahwa dirinya sudah ditunggu oleh masyarakat,” tambahnya.

 

Sementara itu, Ketua STAINH Habib Muhamat Taufiq, mengungkapkan, gelar S1 tersebut merupakan beban moral bagi semua sarjana yang sudah diwisuda. Sebab adanya gelar tersebut sebagai tanda mereka sudah menambah berbagai macam ilmu yang harus diaplikasikan.

 

“Hal utama yang harus di ingat adalah jangan pernah meninggalkan salat lima waktu, dan mengerjakan Sunah Rasulullah. Menjadi sarjana harus lebih rajin beribadah, dan rajin mengamalkan keilmuan yang sudah didapatkan,” tuturnya.

 

Habib Muhammad menjelaskan, menjadi sarjana jangan pernah menunggu bola, bergeraklah untuk mencari aktivitas yang bermanafaat bagi masyarakat. Oleh sebab itu, setiap sarjana masa kini harus selalu merencanakan program.

 

“Menjadi sarjana jangan pernah bingung di waktu pagi. Makanya setiap mau tidur harus selalu ada catatan yang sudah direncanakan untuk dilakukan siang hari. Dan cara ini adalah yang diajarkan oleh kaum solihin,” imbuhnya.

 

Dikatakan Hb Muhammad, dari 72 mahasiswa yang sudah di wisuda sudah siap untuk menempati tempat instansi-instansi pemerintahan. Sehingga pihaknya tinggal menunggu informasi  lowongan tersebut kepada Pemerintah Situbondo. tujuannya, demi  putra putrinya yang sudah menyelesaikan S1.

 

“Insyaallah, mahasiswa kami siap ditempatkan di lintas instansi pemerintahan. Setidaknya dengan keberadaan mereka di tempat-tempat tersebut, bisa memperluas cara pengabdiannya,” harapnya.

 

Informasi tambahan, Pemkab Situbondo senantiasa mengajak masyarakat untuk ikut memberantas peredaran rokok ilegal.

 

Sebab keberadaan rokok ilegal sangat merugikan negara. Karena tidak memberikan pemasukan dari sektor cukai. Sehingga berdampak terhadap penerimaan pemerintah daerah dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).

 

Sementara itu, jumlah DBHCHT Pemkab Situbondo tahun 2022 sebesar Rp55.748.515.000. Dana tersebut dikelola oleh beberapa OPD. Di antaranya Dinsos, Diskoperindag, Disnaker, Dispertangan, Dishub, dan Dinas PUPP, Satpol PP, RSUD dr Abdoer Rahem, RSUD Besuki, serta RSUD Asembagus.

 

Dana jumbo tersebut digunakan untuk pembagian BLT, pelatihan kerja, pembagian pupuk urea gratis kepada petani, pemasangan PJU, pembangunan RTLH, progam Tolop (tutup lubang -red), pembangunan jamban keluarga, program sehat gratis (Sehati), penurunan angka stunting, pengadaan alat kesehatan (Alkes), rehab gedung rumah sakit, sosialisasi tentang cukai dan operasi pasar rokok ilegal. (adv/fat)