Kronologi Guru SD dan Keluarga Tewas di Malang, Tinggalkan Surat Wasiat

"Awalnya mereka tidur berempat, lalu anaknya yang satu, kakaknya itu disuruh pindah ke depan, ibu dan bapaknya tidur dengan adiknya," kata Iswahyudi, Ketua RT setempat kepada wartawan. Atas permintaan itu, tetangga lantas membantu AKE membuka paksa pintu kamar.

Dec 13, 2023 - 08:54
Kronologi Guru SD dan Keluarga Tewas di Malang, Tinggalkan Surat Wasiat

NUSADAILY.COM – MALANG - Seorang guru SD berinisial W (38) ditemukan tewas bersama istrinya SL (35) serta anak perempuannya ARE (12) di dalam kamar sebuah rumah di Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (12/12).

Sementara itu, satu anak lainnya berinisial AKE (12) masih dalam kondisi bernyawa saat ditemukan.

Kasus ini terungkap saat AKE meminta tolong kepada tetangganya untuk membukakan pintu kamar sang ayah yang terkunci.

"Awalnya mereka tidur berempat, lalu anaknya yang satu, kakaknya itu disuruh pindah ke depan, ibu dan bapaknya tidur dengan adiknya," kata Iswahyudi, Ketua RT setempat kepada wartawan.

Atas permintaan itu, tetangga lantas membantu AKE membuka paksa pintu kamar.

Saat berhasil dibuka, SL dan ARE ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa, sementara W tengah terkapar.

"Istri dan satu putrinya sudah meninggal dengan posisi tidur di atas kasur," ucap Iswahyudi.

Setelahnya, tetangga sempat berupaya membawa W ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan, namun nyawanya tak tertolong.

Disebutkan ada luka sayatan di tangan kiri W. Polisi pun turun tangan menyelidiki kasus ini.

Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sisa obat nyamuk cair serta pisau.

"Di samping korban [SL dan ARE] diketahui ada sisa obat nyamuk cair dan pisau," kata Kasatreskrim Polres Malang, AKP Gandha Syah.

Tak hanya itu, Gandha menyebut pihaknya juga menemukan pesan tertulis di cermin meja rias kamar.

Pesan itu bertuliskan wasiat untuk satu anak mereka yang selamat, AKE.

Hal itu diketahui setelah polisi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Hingga kini penyidik masih terus melakukan pendalaman termasuk menggali motif dan penyebab kejadian itu.

"Keluarga ini beranggotakan empat orang. Terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak kembar perempuan. Satu anak yang tidak apa-apa, dalam kondisi selamat," ujarnya.

Ketiga jenazah telah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan proses autopsi guna memastikan penyebab kematian.

Sementara satu anak yang selamat saat ini sudah dalam pendampingan.

"Kemudian untuk satu anak yang tidak apa-apa ini, atau dalam artian kondisinya selamat, sekarang dalam pendampingan unit PPA," tutur Gandha memungkasi wawancara.(ap/wan)