Berawal Whatsapp Bupati Magetan Tempat Wisata Ini Bangkit dari Keterpurukan

Awalnya tidak banyak yang bisa ditawarkan dari tempat wisata alam di Kelurahan Alastuwo Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan ini.

Berawal Whatsapp Bupati Magetan Tempat Wisata Ini Bangkit dari Keterpurukan
Foto: Bumi Perkemahan Alastuwo di Kelurahan Alastuwo Kecamatan Poncol Magetan Jawa Timur. Selasa (22/11/2022). (Riyanto/nusadaily.com).

NUSADAILY.COM - MAGETAN - Awalnya tidak banyak yang bisa ditawarkan dari tempat wisata alam di Kelurahan Alastuwo Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan ini. Dahulunya hanya tanah lapang dengan tanaman lindung pinus milik Perhutani. Teguh Harianto (33) warga Kelurahan Alastuwo ini kemudian mengelolanya menjadi lokasi wisata berbasis alam.

Berangkat dari modal pinjam di bank, Teguh pun mempercantik dengan track jalan melingkari lokasi ini serta ditambahkan gazebo untuk mempercantik. Ada kantin tempat menjual kuliner serta dilengkapi toilet.

BACA JUGA: Kasat Pol PP Magetan: Ayo Kita Gempur Rokok Ilegal, Rokok Ilegal Merugikan Keuangan Negara

Namun apes saat badai covid-19 melanda negeri. Terpaksa tutup selama dua tahun, tidak ada pemasukan dari tempat ini, beberapa kali meminta penundaan pembayaran pinjaman. Ia mengaku menyerah soal tempat wisata yang diberi nama Buper (Bumi Perkemahan) Alastuwo.

Dua tahun fakum waktu yang tidak singkat baginya, apalagi menanggung pinjaman di bank dan ekonomi keluarga. Seiring covid 19 berangsur angsur menurun. Ia mengaku masih belum move on, para pelaku wisata Ia datangi untuk berguru, pemilik wisata di Srambang Ngawi hingga Batu Malang untuk berguru.

"Kemana mana saya mencari referensi, Ngawi hingga Batu Malang. Hingga akhirnya saya beranikan diri untuk mengirim Whatsapp kepada pal Woto, Bupati Magetan meminta saran dan petunjuknya," katanya kepada nusadaily.com, Selasa (22/11/2022).

Bunyi whatsapp Bapak anak 2 itu kepada Bupati Suprawoto, "Selamat pagi pak Bupati, mohon petunjuk, covid 19 telah mereda, apa kiat kami agar pariwisata bisa kembali bangkit dan bergeliat lagi," cerita Teguh.

Saat itu juga whatsappnya langsung direspon dan kalimat pak Woto, meminta maaf belum bisa datang dan memberikan saran dengan alasan masih dinas luar kota. Selang beberapa hari kemudian Suprawoto diam diam datang menemuinya di Buper Alastuwo.

Disitulah titik awal tempat wisatanya bangkit, berkat pertemuannya dengan Bupati Magetan Suprawoto. Ia mendapat motivasi, ilmu dan didorong langsung oleh orang nomer satu di Magetan tersebut.

"Saran beliau kepada saya untuk berinovasi. Kita disuruh jemput bola, tidak menunggu wisatawan datang. Kita diminta untuk keluar menawarkannya ke instansi instansi, terutama sekolah sekolah, instansi pemerintahan, swasta hingga komunitas komunitas. Dan benar saja, hasilnya positif sekali. Itu terus kami lakukan kami tawarkan hingga banyak pengunjung yang berminat camping di sini," terangnya.

Teguh mengaku kewalahan dan harus menentukan jadwal agar tidak bertabrakan. Setiap weekend selalu penuh kegiatan, kemah di Buper Alastuwo tidak ribet, karena pengelola telah menyiapkan paket paket tanpa harus membawa peralatan sendiri.

BACA JUGA: Potret Keluarga Marto Kemis, Sang Pahlawan Pendidikan Magetan yang Buta Huruf

"Kemah atau camping di sini nggak ribet. Kita telah siapkan paket paket, tenda hingga konsumsinya. Mulai dari harga Rp50 ribu hingga Rp150 ribu," jelasnya.

Yang jelas kata Teguh, Bumi Perkemahan Alastuwo bangkit dari keterpurukan berkat pertemuan dan saran ilmu dari Bupati Magetan Suprawoto. Bahkan kini Teguh dapat mempekerjakan sebanyak 18 karyawan. Buper Alastuwo masuk dalam 7 lokasi camping terfavorit di Magetan.(nto/eky)