Tragis! Sopir Taksi Online Ditemukan Tewas Usai Dicekoki Kecubung Sebelum Dirampok

Diketahui korban dicekoki kecubung hingga mabuk oleh perampok dan berakhir tewas tertabrak kendaraan di jalan tol.

Tragis! Sopir Taksi Online Ditemukan Tewas Usai Dicekoki Kecubung Sebelum Dirampok
ilustrasi

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Sopir taksi online, Suprapto (46) ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di Tol Jagorawi. Sopir taksi online itu sempat dirampok dan mobilnya raib dibawa kabur pelaku

Korban ditemukan oleh petugas, tepatnya di Km 11+100 Tol Jagorawi, tepatnya di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, pada Kamis (20/3) dini hari. Belakangan, diketahui korban dicekoki kecubung hingga mabuk oleh perampok dan berakhir tewas tertabrak kendaraan di jalan tol.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengungkapkan dari hasil penyelidikan yang dilakukan selama beberapa minggu, terkuak bahwa Suprapto adalah korban perampokan. Suprapto diketahui terakhir kali membawa penumpang tujuan ke Bogor.

BACA JUGA : Kendarai Mobil BMW Dengan Keadaan Mabuk Wanita ini Akan...

"Informasi yang kami peroleh, korban ini saat itu membawa penumpang dengan tujuan ke Bogor," kata Kombes Hengki Haryadi, Kamis (13/4).

Korban Dibuat Mabuk Kecubung

Polisi memperoleh bukti-bukti bahwa korban dirampok oleh kawanan pelaku. Berdasarkan bukti yang diperoleh tim penyidik Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, korban sebelumnya dicekoki kecubung oleh para pelaku.

"Dari bukti-bukti yang kami peroleh, modus operandi para pelaku ini dengan membuat korban mabuk terlebih dahulu dengan kecubung," ujar Hengki, dilansir dari detik.com 

Sementara itu, Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Titus Yudho Ully mengatakan korban yang saat itu membawa para pelaku diketahui sempat mampir ke Rest Area Tol Cibubur. Di sana, pelaku membeli makanan dan minuman.

"Jadi korban seolah-olah diajak makan dulu. Padahal makanannya itu sudah dicampuri dengan kecubung," kata Yudho.

Korban Tewas Tertabrak

Setelah membuat korban mabuk, para pelaku lalu 'membuang' korban di pinggir jalan tol. Korban yang dalam kondisi terpengaruh kecubung berjalan di jalan tol hingga akhirnya tertabrak pengendara di lokasi.

"Karena korban ini mabuk lalu diturunkan di pinggir tol. Korban lalu berjalan tanpa sadar, kemudian tertabrak oleh pengendara lain," imbuh Yudho.

Perampok Diduga Lebih dari 1 Orang

Penyelidikan intensif membuahkan titik terang pelaku. Pelaku perampokan yang cekoki korban dengan kecubung diduga lebih dari satu orang.

"Sudah mulai teridentifikasi, sudah ada titik terang, kami mohon doanya biar cepat tertangkap dan biar tidak ada masyarakat jadi korban lagi," kata Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Titus Yudho Ully kepada wartawan, Kamis (13/4/2023).

Dari penyelidikan sementara, pelaku diduga lebih dari satu orang. Selain itu, diduga pelaku sempat melakukan aksi serupa di beberapa TKP lainnya.

"Dugaan awal pelaku kemungkinan ada 1 atau 2 orang. Tapi akan berkembang ya. Karena memang setelah kita melakukan penyelidikan kemungkinan besar ada beberapa TKP, bukan ini saja. TKP yang lebih dahulu dari TKP ini," ujar Yudho.

Petunjuk Rekaman CCTV

Titus mengatakan hal tersebut diketahui dari pemeriksaan CCTV hingga pemeriksaan saksi-saksi yang berhubungan dengan peristiwa tersebut.

"CCTV yang diperiksa ada beberapa, sudah beberapa CCTV yang mengidentifikasi pelaku. Untuk saksi sudah kita periksa beberapa saksi juga," lanjut Yudho.

Siasat Jahat Pelaku

AKBP Titus Yudho Ully mengatakan pelaku sebelumnya sempat menyewa jasa korban. Di pemesanan keduanya, pelaku tidak menggunakan aplikasi, melainkan menghubungi korban langsung.

"Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, korban pernah sewa satu kali oleh pelaku melalui aplikasi online. Berikutnya pemesanan kedua dan ketiga lewat medsos atau WhatsApp pribadi," kata Yudho kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Kamis (13/4).

Diduga cara tersebut digunakan pelaku agar tidak terdeteksi di aplikasi. Selain itu, pemesanan melalui WhatsApp dilakukan untuk membuat korban percaya kepada pelaku.

Saat korban mulai menaruh kepercayaan, pelaku kemudian membawanya makan terlebih dahulu. Tapi rupanya nasi yang dimakan korban dicampuri kecubung sehingga korban mabuk.

"Jadi makannya saat jalan, berhenti di suatu tempat membeli makan. Tanpa sadar nasi Padang yang dibawa diberikan racun kecubung yang membuat korban tidak sadar," ujarnya. (ros)