Sidoarjo Kian Menjadi Primadona Bagi Investor, Gus Muhdlor Optimistis Laju Investasi 2023 Melebihi Target

. “Jika melihat tren capaian investasi di Sidoarjo pada triwulan kedua ini, membuat kami optimis dapat mencapai target atau bahkan lebih,” tegas Bupati Gus Muhdlor.

Sidoarjo Kian Menjadi Primadona Bagi Investor, Gus Muhdlor Optimistis Laju Investasi 2023 Melebihi Target
Peningkatan infrastruktur di wilayah Sidoarjo, --salah satunya pembangunan fly over di Juanda, tentunya menambah nilai representatif bagi investor untuk mengembangkan usahanya berbagai sektor di Sidoarjo.

SIDOARJO – NUSADAILY.COM; Sidoarjo semakin menjadi primadona di mata kalangan investor. Selain faktor keamanan, kenyamanan dan nilai representatif teritorial, juga kebijakan inovasi layanan publik pemerintahan pasangan Bupati H. Ahmad Muhdlor Ali, S.IP dan Wakil Bupati H. Subandi SH yang selama ini memberikan kemudahan atas laju investasi berbagai sektor di wilayah Sidoarjo.

Hasilnya benar-benar menunjukkan trend positif. Laju investasi di Sidoarjo telah terdongkrak signifikan pada 2023.  Memasuki triwulan II pada tahun ini, nilai investasi di Kota Delta ini sebesar Rp 5,6 triliun, atau mencapai  78,8 persen dari target,--yakni Rp 7,179 triliun.

Dari capain angka investasi saat ini di antaranya  berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp4,8 triliun dengan persentase 85 persen dan dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp. 838 miliar dengan persentase 15 persen. Besarnya investasi ini diantaranya paling besar disokong sektor industri kimia dan farmasi yaitu Rp1,177 triliun atau 20,8 persen, lalu industri karet dan plastik Rp. 867 miliar dan sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran menyumbang Rp. 624 miliar.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sidoarjo, Rudi Setiawan mengatakan pertumbuhan iklim investasi di Sidoarjo yang on the track (sesuai jalur) atau bahkan over (melebihi) tersebut dampak dari beberapa inovasi kemudahan dalam perizinan serta penanaman modal.

 “Salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan iklim investasi di Sidoarjo adalah tata kelola yang baik diantaranya beberapa inovasi yang telah kami gagas di dalamnya kemudahan dalam perizinan serta penanaman modal,” ujar Rudi, dikonfirmasi pada Rabu (27/9/2023) diang di kantornya.

Dijelaskan, DPMPTSP Kabupaten Sidoarjo memfokuskan pada empat kegiatan makro untuk menggenjot iklim investasi di Kabupaten Sidoarjo. Pertama, layanan prime bagi calon investor di Sidoarjo dan yang kedua yakni layanan jemput bola dengan memudahkan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam perizinan yang mengacu pada PP Nomor 7 tahun 2021 tentang perpajakan serta program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo yaitu mencetak 100 ribu lapangan kerja baru.

 “Selain dua inovasi tersebut untuk inovasi ketiga kami ada inovasi peta potensi dan kajian peluang investasi dalam hal ini kami bekerjasama dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD),” ucapnya.

Rudi juga menyebut inovasi ke empat yang juga ikut berpengaruh pada iklim investasi adalah pengawasan untuk pelaku usaha dalam menyampaikan laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) tepat waktu. “Untuk pengawasan LKPM ini kami melakukan pendampingan by group WhatsApp, bersurat kepada pelaku usaha, coaching klinik (klinik pelatihan) dalam ruang kelas sesuai kategori usaha, serta kami agendakan untuk turun kebawah bagi pelaku usaha yang belum taat untuk kami bimbing,” ucapnya.

Jika menilik laju investasi dalam tiga tahun terakhir di Sidoarjo, memang benar-benar menunjukkan trend positif, bahkan selalu melebih dari target. Ini berkat kebijakan dan inovasi pemerintahan pasangan Bupati Gus Muhdlor bersama Wabup Subandi. Misalnya pada 2021, laju investasi ditarget  Rp 7,03 triliun, terealisasi Rp 9,7 triliun, dan pada 2022, target investasi  Rp 7,108 triliun, realisasi Rp 12,31 triliun. Untuk tahun 2023, ditarget Rp 7,179 triliun, pada tri wulan II terealisasi 78,8 persen atau sebesar Rp 5,6 triliun, sehingga akhir tahun bisa dipastikan mencapai target, bahkan lebih.

 Bupati Ahmad Muhdlor Ali pun optimistis nilai investasi pada tahun ini bisa tercapai sesuai target,  bahkan melebihi target. “Jika melihat tren capaian investasi di Sidoarjo pada triwulan kedua ini, membuat kami optimis dapat mencapai target atau bahkan lebih,” tegasnya. (*/ful)

 

.