PM Irlandia Sebut Tindakan Israel di Gaza Mendekati Balas Dendam

Perdana Menteri Irlandia Leo Varadkar mengatakan, tanggapan Israel terhadap serangan Hamas pada 7 Oktober “menyerupai sesuatu yang lebih mendekati balas dendam”. Ini disampaikannya dalam komentar kepada media Irlandia pada Jumat 3 November 2023.

PM Irlandia Sebut Tindakan Israel di Gaza Mendekati Balas Dendam

NUSADAILY.COM - DUBLIN - Perdana Menteri Irlandia Leo Varadkar mengatakan, tanggapan Israel terhadap serangan Hamas pada 7 Oktober “menyerupai sesuatu yang lebih mendekati balas dendam”. Ini disampaikannya dalam komentar kepada media Irlandia pada Jumat 3 November 2023.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam perjalanan ke Korea Selatan ketika pasukan Israel meningkatkan serangan mereka ke Gaza sebagai tanggapan terhadap serangan Hamas pada 7 Oktober, yang menewaskan 1.400 orang, sebagian besar dari mereka adalah warga sipil Israel.

Serangan terhadap Gaza sejak itu telah menewaskan lebih dari 9.000 orang, mayoritas warga biasa Palestina, menurut kementerian kesehatan yang dikelola Hamas.

“Saya sangat yakin, seperti negara mana pun, Israel mempunyai hak untuk membela diri, berhak mengejar Hamas, sehingga mereka tidak dapat melakukan hal ini lagi,” kata Varadkar kepada wartawan di Seoul, seperti dikutip AFP.

“Tetapi apa yang saya lihat terjadi saat ini bukan sekedar pembelaan diri, ini lebih mirip balas dendam dan kita tidak seharusnya berada di sana. Saya pikir Israel tidak akan menjamin kebebasan dan keamanannya di masa depan,” tegas Varadkar.

Sikap Irlandia terhadap konflik tersebut kadang-kadang bertentangan dengan sekutu Baratnya, dan Varadkar adalah salah satu pemimpin Uni Eropa pertama yang meminta Israel memastikan tanggapannya terhadap serangan Hamas bersifat “proporsional”.

Seorang warga negara ganda Irlandia-Israel termasuk di antara korban serangan 7 Oktober, tanggapan Israel yang memicu kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas.

Irlandia, yang memiliki lebih dari 300 tentara yang ditempatkan di Lebanon sebagai bagian dari misi penjaga perdamaian PBB, adalah salah satu dari delapan negara anggota UE yang memilih resolusi Majelis Umum PBB yang menyerukan gencatan senjata di Gaza. Sebagian besar negara anggota abstain.

Varadkar mengatakan, dia yakin bahwa "Israel mendengarkan negara-negara yang dianggapnya sebagai teman dan sekutu, seperti AS".

Namun dia menambahkan bahwa dia "tidak yakin mereka mendengarkan dengan cermat apa yang kami katakan, sejujurnya".

“Ini adalah negara yang mempunyai hubungan dengan kita, tapi saya rasa hubungan kita tidak sedekat yang pernah kita alami atau mungkin bisa terjadi. Karena kita mengambil posisi yang berbeda dari kebanyakan negara Barat mengenai Palestina dan apa yang terjadi saat ini,” ucap Varadkar.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan bahwa jumlah korban tewas sejak dimulainya perang Palestina-Israel di wilayah tersebut mencapai 9.227 orang. Kementerian mengatakan 3.826 anak-anak dan 2.405 perempuan termasuk di antara korban tewas.(*)