Minggu, Desember 5, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaLifestyleTravelYokocho Jepang, 'Gang Senggol' Ala Tokyo

Yokocho Jepang, ‘Gang Senggol’ Ala Tokyo

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – TOKYO – Kota Tokyo, Jepang, punta destinasi wisata di gang sempit yang sangat popular. Selain lokasi-lokasi yang sudah populer, sebaiknya Anda menyempatkan diri untuk menyusuri Yokocho untuk merasakan budaya minum orang lokal.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Melansir dari laman Go Tokyo, dalam bahasa Jepang ‘yokocho’ berarti gang. Namun pengertiannya kini makin luas untuk merujuk jalan-jalan sempit yang dipenuhi izakaya (bar khas Jepang), bar dan restoran.

Hidangannya mungkin tak semewah hidangan hotel berbintang, tetapi kapan lagi Anda berteriak ‘Kanpai‘ sambil bersulang bersama kawan dan kolega seperti dalam adegan anime?

Orang Jepang terbiasa mampir yokocho sepulang kerja. Tak heran lokasi-lokasi yokocho terbaik berada di area gedung perkantoran atau area yang dipenuhi orang. Sebagian besar bisa ditemukan di Shinjuku dan Shibuya di pusat, Ebisu di selatan, Shimbashi di timur. Biasanya Anda cukup berjalan kaki dari stasiun kereta api utama ke Yokocho.

Budaya Minum di Izakaya

Yokocho sebagian besar dipenuhi izakaya. Ini jadi kesempatan Anda untuk bersantai dengan minuman dan makanan ringan dengan harga terjangkau.

Pintu masuk izakaya ditandai dengan lentera merah atau putih dengan nama restoran tertulis dalam huruf kanji. Kemudian juga terdapat noran atau tirai kain sebagai pintunya.

Izakaya umumnya tidak terlalu besar sehingga beberapa hanya bisa melayani 10 orang sekaligus. Sebagian pelanggan akan duduk di konter atau cukup di tachinomi (palang untuk bersandar saat berdiri).

Jika beruntung mendapatkan tempat duduk, Anda akan menerima oshibori (handuk) dingin atau hangat untuk membersihkan tangan. Mungkin akan tersaji makanan pembuka atau otoshi berbiaya kecil.

Sebaiknya pesan minuman terlebih dahulu dari menu. Kadang menu tertulis dengan tulisan pada kertas yang ditempel di dinding. Jika Anda berada di yokocho yang banyak disukai penduduk lokal, tulisan menu mungkin tidak dalam bahasa Inggris.

Pilihan menu pada izakaya umumnya bir draft, sake, shochu (minuman yang lebih kuat daripada sake, disuling dari ubi jalar, gandum atau beras), chuhai (shochu berperisa). Sedangkan untuk makanan, umumnya hanya makanan ringan. Anda bisa memulai dengan sashimi, lalu daging panggang, ikan dan sayuran.

Izakaya, bar juga restoran di yokocho biasanya mulai ramai di jam-jam pulang kerja hingga larut malam. Namun pandemi mengubah kebiasaan ini. Melansir dari Asahi Shimbun, sejak pengumuman status darurat pada 7 Januari lalu, mereka kebanyakan tutup pukul 8 malam.

Akan tetapi saat nanti Anda berkesempatan berkunjung ke Jepang, pastikan mengunjungi setidaknya satu dari beberapa yokocho terbaik.

Shibuya Nonbei Yokocho, dikenal dengan sebutan ‘gang mabuk’. Yokocho ini eksis sejak 1950-an. Yokocho berada di sebelah Stasiun Shibuya. Di sini Anda wajib menyicipi yakitori (ayam panggang) yang terkenal. Namun baik izakaya maupun bar di sini begitu kecil dan hanya muat 4-5 orang sekaligus.

Ebisu Yokocho, salah satu lokasi terbaik di Tokyo terlebih untuk Anda penggemar kuliner.

Sanchoku Yokocho, di sini Anda bisa merasakan kelezatan masakan lokal. Gang direnovasi pada 2019 dan menawarkan 11 bar yang berspesialisasi masakan daerah dengan bahan-bahan pilihan.

Golden Rai, terdiri dari 7 gang di Shinjuku berisi lebih dari 270 tempat nongkrong. Lokasi ini populer di kalangan turis dan penduduk lokal.(han)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR