Minggu, Januari 23, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsNusantaraIrwasum Polri: Kapolres Harus Angkat Telepon Wartawan, Ini Kata Legislator Sumut

Irwasum Polri: Kapolres Harus Angkat Telepon Wartawan, Ini Kata Legislator Sumut

NUSADAILY.COM – MEDAN – Ketua Komisi A DPRD Sumatera Utara (Sumut) Hendro Susanto mengatakan sentilan Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri kepada para kapolres yang enggan mengangkat telepon wartawan  sangat tepat.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Saya pikir sentilan bapak Irwasum Polri kepada para kapolres sangat tepat. Dalam konteks Polri Presisi tidak ada alasan pembenaran bagi kapolres untuk tidak merespon telepon dari wartawan yang notabene mitra kerja resmi Polri,” kata Hendro Susanto kepada Nusadaily.com melalui.sambungan telepon, Sabtu, 4 Desember 2021.

Sementara Direktur LBH Medan, Ismail Lubis SH meminta agar Kapolri mengevaluasi para kapolda dan kapolres yang tidak mau mengangkat telepon wartawan.

“Karena, akan menjadi contoh yang tidak baik bagi anak buahnya,” tegasnya.

Melansir Detik.com, Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Agung Budi Maryoto menyentil kapolres yang enggan mengangkat telepon wartawan yang sedang mencari informasi mengenai sesuatu yang viral. Seharusnya para kapolres meminta waktu untuk mengumpulkan data, bukan mengabaikan panggilan telepon wartawan.

“Pak Wakapolri juga tadi menyampaikan bahwa belum maksimal mengelola media. Saya sependapat dengan beliau. Apabila ada media ataupun katakan wartawan yang ingin menanyakan, kalau memang pimpinan kapolres belum siap datanya, bisa saja tunggu sebentar atau kasih waktu 10-30 menit sambil cari data,” sebut Irwasum.

Hal ini disampaikan Agung dalam sambutannya saat Apel Kasatwil Polri tahun anggaran 2021 di Bali, Jumat (3/12/2021).

BACA JUGA: Terseret Banjir saat Cuci Baju di Sungai Banyuwangi, Seorang Nenek Ditemukan Meninggal

“Jangan terus malah teleponnya tidak dijawab. Kemudian pasti (wartawan) akan telepon ke kapolda. Nah, kapolda kalau belum diberi laporan, jawabnya susah, akhirnya kepada pimpinan Polri. Ini tolong menjadi atensi kita semua,” sambungnya.

Agung menjelaskan para kapolres harus mampu meredam berita viral yang ada di daerah masing-masing. Agung mewanti-wanti jangan sampai berita viral di daerah menjadi isu nasional.

“Pemimpin diharapkan mampu meredam isu ketika ada permasalahan di wilayahnya, sehingga tidak menjadi isu nasional atau viral. Tadi Pak Wakapolri sudah menyinggung hal ini, jadi segera diredam, segera diklarifikasi. Kalau perlu minta maaf, minta maaf, sehingga tidak viral,” kata Agung.

Agung menjelaskan para kasatwil dan kapolres harus langsung memberi klarifikasi mengenai pemberitaan yang viral. Agung juga menyampaikan pesan Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, di mana para kapolres harus melakukan visit media.

“Kami menyarankan untuk para kasatwil, kapolres, segera mengklarifikasi secepatnya apabila ada pemberitaan di media. Jadi cepat segera dijawab, segera diklarifikasi, sehingga tidak viral. Kemudian Wakapolri juga tadi menyampaikan silakan visit media, bisa datangi silaturahmi untuk menjalani hubungan emosional yang baik,” tuturnya.

Selain itu, Agung menyarankan jajaran kewilayahan supaya menggandeng tokoh-tokoh yang terkenal untuk membantu meredam isu viral. Dia juga menegaskan masalah-masalah yang sudah selesai tidak perlu diungkit kembali, sehingga tidak menjadi besar lagi di pemberitaan atau media sosial.

“Kemudian tentu kami menyarankan mungkin ada tokoh-tokoh yang punya followers yang banyak, segera disilaturahmi untuk membantu klarifikasi apabila ada kesatuannya ada yang viral. Sehingga dengan adanya tokoh-tokoh daerah, banyak followers-nya bisa meredam,” kata Agung.

“Kemudian tidak perlu mempublikasikan apabila masalah tersebut sudah cooling down. Artinya, kalau masalah sudah (selesai), diberitakan lagi malah dibesarkan lagi oleh media mainstream maupun media sosial. Ini tolong,” sambungnya. (mar/kal)

@nusadaily.com Nadzira Shafa sempat hamil anak Ameer Azzikra #tiktoktaiment ♬ Filtered Light - Nik Ammar / Mike Reed