Jumat, Agustus 19, 2022
BerandaLifestyleEntertainmentCerita Syuting Sinetron di Pengungsian Semeru: Tuai Banyak Kecaman, Aktor Minta Maaf

Cerita Syuting Sinetron di Pengungsian Semeru: Tuai Banyak Kecaman, Aktor Minta Maaf

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Baru-baru ini, publik tengah menyorot proses syuting sinetron Terpaksa Menikahi Tuan Muda (TMTM) yang digelar di lokasi pengungsian erupsi Semeru.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Aktor Leo Consul dan aktris Rebecca Tamara, diajak untuk syuting di area pengusian yang berada di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Lumajang. Syuting berlangsung mulai Selasa (21/12).

Warga Lumajang pun bereaksi setelah video syuting TMTM tersebar di media sosial. Tentunya karena digelar di area pengungsian, saat warga tengah dalam keadaan berkabung.

Tak hanya warga Lumajang, sejumlah tokoh publik turut menyuarakan kecaman setelah kegiatan syuting ini viral. Salah satunya Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti

“Sangat disayangkan kegiatan syuting dilakukan di tengah para pengungsi. Selain tindakan tak etis, juga melukai hatipasalnya masyarakat Lumajang yang masih bersedih karena bencana erupsi Gunung Semeru,” ujar LaNyalla, saat reses di Jawa Timur, Kamis (23/12/2021).

BACA JUGA: LaNyalla Sayangkan Syuting Sinetron di Pengungsian Erupsi Semeru

Warganet langsung melakukan protes di Instagram lewat selebaran “Boikot TMTM”. Syuting sinetron itu dinilai sebagai aktivitas yang kurang empati terhadap korban erupsi Gunung Semeru.

“Lumajang masih dalam suasana berkabung. Mayat saudara-saudara kita yang terkubur material Semeru masih dalam harapan bisa ditemukan. Tim Anda datang ke pengungsian hanya untuk shooting film. Ditambah lagi aktor dan aktrisnya beradegan pelukan di depan anak-anak. Sungguh sangat menyakiti hati kami,” berikut tulisan dalam selebaran tersebut.

Karena diduga tak berizin, kru syuting pun diminta pulang.

PH Sebut Sudah Izin

Mengutip CNN Indonesia, Pihak production house (PH) sinetron TMTM mengklaim telah mengantongi izin untuk melakukan syuting di lokasi pengungsian korban terdampak Semeru.

Line Producer PT Verona Indah Pictures, Dwi Sunarso Lobo yang memproduksi sinetron tersebut mengatakan, izin itu didapat dari Pemda setempat, yakni Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

BACA JUGA: Mbah Minto Meninggal Dunia, Denny Caknan Ucapkan Ungkapan Duka Cita

Namun Komandan Pusat Pengendali Operasi Satgas Semeru Mayor Inf Muhammad Tohir menyatakan pihaknya sama sekali tak memberikan izin kepada rumah produksi tersebut.

Menurut Thohir, meski pihak PH telah mengantongi izin dari Bupati Lumajang Thoriqul Haq, tim produksi sinetron juga harus berkoordinasi dengan dirinya.

Pasalnya, dia adalah aparatur yang diberi tanggungjawab untuk melakukan penanganan di wilayah terdampak erupsi.

Bupati Bantah Beri Izin

Di sisi lain, Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengaku tidak memberikan izin syuting kepada tim PH Verona Pictures.

“Kegiatan itu tidak ada izin,” kata Thoriq saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (23/12/2021).

Thoriq kembali menegaskan, dari Pemkab Lumajang hingga Komandan Pusat Pengendali Operasi Satgas Semeru tak ada yang memberi izin syuting.

“Tidak ada surat izin yang keluar baik dari Pemkab, Polres, atau Dansatgas,” imbuhnya.

Maka dari itu, baik kru hingga artis sudah diminta menghentikan proses syuting dan pulang. “Sudah saya minta pulang,” kata Thoriq.

Thoriq mengaku kini tengah menyelesaikan masalah ini secara internal.

“Saya selesaikan dulu di internal, siapa yang berkomunikasi dengan PH, segera akan ada tindakan,” terang Thoriq.

Aktor Minta Maaf

Aktor Leo Consul yang berperan dalam sinetron TMTM menceritakan kronologi tim produksi sinetron itu melakukan syuting di pengungsian korban erupsi Gunung Semeru.

Menurut Leo, ia dan Rebecca menjalani syuting di pengungsian setelah diberitahu mendapat izin.

Keduanya kemudian menyetujui syuting di pengungsian demi profesionalitas sebagai aktor, tanpa memikirkan efek negatif yang ditimbulkan.

Leo menyebut orang-orang yang yang berada di pengungsian merespons tim produksi sinetron tersebut dengan baik.

BACA JUGA: Daftar Film Indonesia yang Laris di Bioskop Sepanjang Tahun 2021

Oleh karena itu, Leo berpikir bahwa dengan melakukan syuting di pengungsian akan memberikan hiburan kepada pengungsi.

“Ketika kami melihat bagaimana orang-orang menanggapi kehadiran kami: tawa mereka, senyum mereka, kami pikir kami melakukan hal yang baik untuk mereka dengan memberi mereka sedikit hiburan,” tulis Leo di Instagram dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (24/12).

Saat melakukan adegan di pengungsian pun Leo mengaku sempat merasa tidak nyaman. Ia merasa sinetron tersebut terlalu melebihkan suasana di pengungsian.

Ia kemudian berdiskusi dengan penulis naskah sinetron itu. Keesokan harinya, sejumlah adegan batal diambil di lokasi pengungsian karena Leo dan Rebecca tidak ingin melakukannya di tempat itu.

“Banyak adegan yang seharusnya diambil di Posko dan daerah yang terkena dampak dihapus karena Rebecca dan saya tidak ingin melakukan adegan itu karena bagi kami, itu SALAH,” tulis aktor asal Filipina itu.

Leo menyampaikan permintaan maaf sebesar-besarnya setelah adegan produksi sinetron itu viral dan menuai kecaman. Ia pun memahami jika banyak pihak yang marah kepada mereka.

“Jadi kepada orang-orang yang terus-menerus “memukul” saya dan tim kami dengan kata-kata kasar, saya sepenuhnya memahami kemarahan dan frustrasi kalian semua,” ujarnya.

“Itu hak kalian untuk marah dan jika melontarkan kata-kata yang menyakitkan membuat kalian merasa lebih baik, saya akan menerimanya,” lanjutnya.(lna)

BERITA KHUSUS

Peringatan HUT ke-77 RI Kota Pasuruan, Dari Upacara Bendera Hingga Bagi Akta Kelahiran

NUSADAILY.COM - PASURUAN - Puncak Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 di Kota Pasuruan dilaksanakan pada Rabu, 17 Agustus 2022. Dimulai dengan Upacara peringatan...

BERITA TERBARU

Kasus Kematian Mingguan Covid-19 di Indonesia Meningkat 31,53 Persen

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Jumlah kasus warga yang meninggal akibat Covid-19 di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 31,53 persen dalam sepekan terakhir. Berdasarkan data pemerintah, pada periode 12-18...