Kim Jong Un akan Kunjungi Putin di Rusia, Boyong 'Delegasi Senjata'

Belum jelas di mana Kim Jong Un dan Putin akan bertemu, serta agenda apa saja yang akan dibahas kedua pemimpin. Namun, Putin telah tiba di Kota Vladivostok, timur Rusia, sejak Senin untuk menghadiri Eastern Economic Forum.

Sep 12, 2023 - 23:16
Kim Jong Un akan Kunjungi Putin di Rusia, Boyong 'Delegasi Senjata'

NUSADAILY.COM – MOSKOW – Rusia mengonfirmasi Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un berkunjung untuk menemui Presiden Vladimir Putin.

"Atas undangan Presiden Rusia Vladimir Putin, Pemimpin Hubungan Antarnegara Republik Rakyat Demokratis Korea (nama resmi Korut), Kim Jong Un, akan melakukan kunjungan resmi ke Federasi Rusia dalam beberapa hari ke depan," bunyi pernyataan Istana Kepresidenan Rusia, Kremlin, pada Senin (11/9).

Belum jelas di mana Kim Jong Un dan Putin akan bertemu, serta agenda apa saja yang akan dibahas kedua pemimpin.

Namun, Putin telah tiba di Kota Vladivostok, timur Rusia, sejak Senin untuk menghadiri Eastern Economic Forum.

Perjalanan Kim Jong Un ke Rusia dan pertemuan dengan Putin akan menjadi kunjungan berskala penuh, kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov dalam sebuah video yang diunggah online.

Menurut Peskov, topik utama pembicaraan Putin dan Kim Jong Un hubungan antar negara tetangga.

"Kami akan terus memperkuat persahabatan kami," katanya.

Dikutip Reuters, media pemerintah Korut, KCNA, melaporkan Kim Jong Un meninggalkan Pyongyang dengan kereta pribadi antipelurunya pada Senin.

Sejumlah foto yang dirilis memperlihatkan Kim Jong Un ditemani oleh delegasi pejabat Korut, termasuk para pejabat tinggi di industri persenjataan hingga elit militer.

Di antara delegasi tersebut terdapat Direktur Departemen Industri Amunisi Jo Chun Ryong. Delegasi yang diboyong Kim Jong Un ini semakin meyakinkan publik bahwa Rusia dan Korut memang tengah berunding soal kesepakatan jual beli senjata.

Rusia memang dilaporkan tengah membujuk Pyongyang untuk menjual senjata kepada Moskow demi memenuhi kebutuhan perang di Ukraina.

Sebab, sejak melancarkan invasi ke Ukraina, Rusia diisolasi oleh negara Barat dengan serangkaian sanksi internasional yang membuat Moskow sulit mendapatkan akses ke persenjataan dan bahan amunisi lainnya.

"Kehadiran Jo Chun Ryong menunjukkan bahwa Korea Utara dan Rusia akan menyelesaikan semacam perjanjian pembelian amunisi," kata Michael Madden, ahli kepemimpinan Korut di lembaga think tank berbasis di Amerika Serikat, Stimson Center.

Baik Moskow maupun Pyongyang berulang kali membantah tuduhan AS sebelumnya bahwa kedua negara tengah menjajaki kesepakatan jual beli senjata. Meski begitu, kedua negara telah berjanji meningkatkan kerja sama pertahanan bilateral.(han)