Jokowi Minta Masyarakat Dukung Investasi Agar Lapangan Kerja di Daerah Terbuka

Jokowi mengatakan hal ini tentu juga akan membantu pertumbuhan ekonomi di daerah.

Jokowi Minta Masyarakat Dukung Investasi Agar Lapangan Kerja di Daerah Terbuka
Presiden joko widodo / ist

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat seluruh daerah untuk mendukung adanya investasi. Hal ini katanya tentu akan membuka adanya lapangan kerja di wilayah tersebut.

“Yang paling penting adalah bagaimana menarik investasi sebanyak-banyaknya untuk membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya. Oleh sebab itu, saya minta di daerah-daerah yang ada investasinya agar masyarakat ikut mendukung, karena begitu ada investasi artinya lapangan kerja itu akan terbuka," kata Jokowi pada sambutannya di Nusantara Bersatu di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Sabtu (26/11/2022)..

BACA JUGA : Jokowi dan Xi Jinping Menyaksikan Uji Coba Kereta Cepat...

Jokowi mengatakan hal ini tentu juga akan membantu pertumbuhan ekonomi di daerah. Salah satu yang ia berikan contoh yakni Maluku Utara, yang mengalami pertumbuhan ekonomi dengan pesat.

"Pertumbuhan ekonomi di daerah juga pasti akan ikut naik. Saya berikan contoh, Maluku Utara, dengan adanya industri Weda Bay sekarang pertumbuhan ekonomi di Maluku Utara sampai angka 27 persen, nggak ada di dunia sekarang ini bisa sebuah provinsi tumbuh 27 persen," kata Jokowi, dilansir dari detik.com

Lalu, Jokowi juga bercerita bahwa saat KTT G20 di Bali kemarin, salah satu delegasi menyebut bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan titik terang ekonomi dunia. Indonesia disebut negara yang bisa bertahan di tengah krisis yang bergejolak di negara-negara lain.

BACA JUGA : Jokowi Ajak Rakyat Bersyukur, Indonesia Masih Kuat

"Dan kemarin saat G20, Indonesia dikatakan oleh managing directornya AMF , Indonesia adalah titik terang ekonomi dunia di tengah kesuraman ekonomi global. Indonesia adalah titik terang ekonomi dunia di tengah kesuraman ekonomi global, ini kita harus bangga, karena semua negara sulit, karena pandemi tabng belum selesai, adanya krisis pangan, adanya krisis energi, adanya perang di Ukraina, adanya krisis keuangan, semuanya sekarang negara itu sulit semuanya," ujarnya

"Kita patut bersyukur wajib bersyukur karena negara kita masih bisa tumbuh sekali lagi 5,72 persen," tambahnya.(ros)