Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Resmi UNESCO: Bagaimana Teknologi Digital Dapat Mempertahankan Trend Literasi Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia telah menjadi bahasa resmi ke-10 Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) sebagai bahasa Majelis Umum sejak tanggal 23/11/2023 lalu. Usulan tersebut disampaikan oleh pemerintah Indonesia melalui dokumen nomor 42 C/28 dan diterbitkan pada tanggal 6 November 2023.

Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Resmi UNESCO: Bagaimana Teknologi Digital Dapat Mempertahankan Trend Literasi Bahasa Indonesia

Oleh: Prof. Dr. Suhartono, S.Si., M.Kom.

 

Bahasa Indonesia telah menjadi bahasa resmi ke-10 Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) sebagai bahasa Majelis Umum sejak tanggal 23/11/2023 lalu. Usulan tersebut disampaikan oleh pemerintah Indonesia melalui dokumen nomor 42 C/28 dan diterbitkan pada tanggal 6 November 2023.

Bahasa Indonesia telah menjadi bahasa pemersatu, karena negara Indonesia memiliki 59 bahasa daerah di 22 provinsi. Bahasa Indonesia digunakan oleh warga negara Indonesia yang berjumlah sekitar 280 juta orang, negara Indonesia adalah merupakan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia. Selain karena alasan bahasa pemersatu, saat ini bahasa Indonesia telah digunakan dalam program pendidikan di 52 negara. Ini merupakan prestasi besar bagi bangsa Indonesia dan bahasa Indonesia

Karena perhatian UNESCO terhadap bahasa Indonesia maka pelestarian bahasa Indonesia adalah sangat penting, kenapa harus dilestarika karena dapat berkorelasi dengan identitas, persatuan bangsa dan masa depan bangsa Indonesia. Salah satu penemuan UNESCO adalah terdapat sejumlah besar bahasa asli Indonesia terancam punah, oleh karena itu penting bagi warga negara untuk melestarikan dan mempromosikan bahasa Indonesia. Pengakuan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi UNESCO juga berperan dalam kebijakan pendidikan bahasa di Indonesia. Salah satunya adalah kebijakan terkait dengan promosi dan pelestarian warisan budaya Indonesia, seperti batik, di tingkat internasional.

Literasi bahasa Indonesia mempunyai arti penting dalam transformasi digital, karena berperan penting dalam memperkuat identitas nasional dan dapat menumbuhkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif di kalangan siswa dan mahasiswa. Integrasi literasi digital dalam pendidikan bahasa indonesia, khususnya di era pascapandemi, adalah sangat penting karena dapat meningkatkan keterampilan berbahasa indonesia dan memastikan kesiapan siswa dan mahasiswa menghadapi masa depan berbasis digital.

Keterampilan literasi digital di kalangan calon guru di Indonesia adalah sangat diperlukan karena integrasi platform digital dalam praktik pembelajaran bahasa Indonesia adalah sangat menunjang. Selain itu juga dijelaskan bahwa perlu untuk membekali guru bahasa dengan keterampilan literasi digital dalam meningkatkan pengajaran dan pembelajaran bahasa di era digital.

Dalam konteks perkembangan bahasa Indonesia, pengembangan keterampilan literasi digital sangat penting bagi guru dan tutor bahasa indonesia, karena dapat memberikan kemudahan bagi guru dan tutor untuk mengakses perkembangan informasi tentang wacana linguistik, struktur bahasa, dan pola tata bahasa. Saat ini penggunaan bahasa Indonesia di media digital seperti media sosial tidak bisa dipisahkan di era digitalisasi saat ini, karena menjadi semakin menekankan pentingnya literasi digital bagi penggunaan dan komunikasi bahasa. Penerapan literasi digital dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kalangan siswa Bahasa Inggris atau sebalik nya adalah menggarisbawahi pentingnya literasi digital dalam konteks pendidikan bahasa yang berbeda.

Penting untuk digaris bawahi bahwa literasi digital tidak menggantikan literasi media, namun literasi digital dibangun di atas literasi media untuk mengartikulasikan bahwa diperlukan serangkaian keterampilan dalam literasi digital yang dinamis. Hal ini menekankan bahwa terdapat keterkaitan antara keterampilan literasi digital dan kebutuhan untuk beradaptasi dengan lanskap digital yang terus berkembang. Lebih jauh lagi, transformasi literasi digital menjadi literasi bahasa digital dalam pengajaran bahasa Inggris dan pengajaran bahasa Indonesia adalah dapat mendorong perolehan soft skill di abad ke-21 dan mempersiapkan siswa dan mahasiswa untuk terlibat dengan era Metaverse.

Pengaruh teknologi digital terhadap pembelajaran bahasa Indonesia memiliki banyak aspek dan terus berkembang. Teknologi digital telah dimanfaatkan dalam berbagai cara untuk memperkuat keterampilan berbahasa Indonesia, termasuk keterampilan berbicara-mendengarkan dan menulis-membaca, melalui berbagai pilihan media. Selain itu, pengaruh teknologi digital dalam bentuk literasi digital telah terbukti memberikan dampak yang signifikan terhadap kemampuan berbahasa Indonesia di lingkungan pendidikan dasar, menengah dan tinggi, menekankan pentingnya literasi digital pada kemampuan berbahasa.

Untuk itu eksplorasi keterampilan literasi digital di kalangan calon guru dan tutor bahasa Indonesia perlu menyoroti kesiapan calon guru dan tutor untuk integrasi dan penerapan teknologi digital dalam praktik pembelajaran bahasa. Selain itu menggali persepsi awal pada siswa dan guru mengenai integrasi teknologi digital ke dalam unit pengajaran maka perlu untuk menyoroti pentingnya memahami sikap pendidik dan kesiapan menghadapi integrasi digital dalam pendidikan bahasa Indonesia.

Untuk mempertahankan tren positif terkait literasi bahasa Indonesia dan telah dijadikan nya bahasa Indonesia menjadi salah satu bahasa resmi konferensi umum UNESCO, maka penting untuk fokus pada peningkatan keterampilan literasi digital dan mengintegrasikan teknologi digital secara efektif dalam pendidikan bahasa Indonesia.

Sebagian besar siswa dan guru di Indonesia telah meningkat terkait dengan pengetahuan teknologi digital dalam waktu singkat pada saat terjadi pandemi COVID 19. Hal ini memiliki potensi bahwa siswa dan guru adalah cepat beradaptasi dengan media digital, alat dan platform digital, dengan terus menekankan pentingnya pengembangan profesional yang berkelanjutan bagi siswa dan guru maka dapat mempertahankan tren positif dalam pendidikan bahasa Indonesia.

Selain itu guru bahasa Indonesia perlu untuk dapat meningkatkan kompetensi teknologi digital pada siswa atau anak didik, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital untuk pembelajaran bahasa Indonesia, diharapkan dapat mengikuti tren yang berkembang pada pembelajaran bahasa Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa pemberdayaan siswa dengan keterampilan literasi digital dapat berkontribusi dalam menjaga tren literasi bahasa Indonesia yang positif di era digital.

Untuk menjaga tren literasi bahasa Indonesia yang positif perlu pentingnya pelatihan yang lebih sering dan dukungan kebijakan yang lebih kuat terhadap fasilitas teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dari lembaga pendidikan dan pemerintah untuk mendorong integrasi TIK yang lebih besar dalam pendidikan bahasa, khususnya dalam pengajaran bahasa Indonesia. Hal ini menggaris bawahi bahwa pentingnya dukungan kelembagaan dan pemerintah dalam mendorong tren positif dalam literasi bahasa Indonesia.

 

Prof Dr Suhartono S.Si M.Kom, dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dewan Pakar Majelis Daerah KAHMI Kota Malang, Founder Lembaga Kursus dan Pelatihan Artikel Bibliometrik, dan anggota Perkumpulan Ilmuwan Sosial Humaniora Indonesia (PISHI). Editor: Wadji