Anggota DPRD Sumut Diduga Mencuri Jam Tangan Milik Pekerja Toko Berakhir Damai

Dalam video itu pelaku terekam sedang melihat-lihat beberapa perlengkapan di toko itu. Lalu, pelaku berjalan ke arah pintu keluar. Pelaku terlihat mengambil sesuatu dan mengantonginya. Tak lama ia pergi dari toko itu.

Apr 4, 2023 - 19:08
Anggota DPRD Sumut Diduga Mencuri Jam Tangan Milik Pekerja Toko Berakhir Damai
Tangkapan layar CCTV/ ISTIMEWA

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Seorang pria diduga Anggota DPRD Sumut dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Anwar Sani Tarigan mencuri jam tangan milik pekerja toko. Begini ujung kasus ini.

Aksi memalukan itu terekam kamera CCTV dari dalam toko. Dalam video itu pelaku terekam sedang melihat-lihat beberapa perlengkapan di toko itu. Lalu, pelaku berjalan ke arah pintu keluar. Pelaku terlihat mengambil sesuatu dan mengantonginya. Tak lama ia pergi dari toko itu.

"Seorang pria berbaju putih terekam kamera CCTV, diduga mengambil jam tangan milik pekerja toko HP Samsung di Jalan Gatot Subroto, Medan," tulis narasi video viral itu.

BACA JUGA : Viral Video Jam Tangan Milik Karyawan Toko Ponsel Dicuri...

Dilansir dari detik.com, peristiwa pencurian itu terjadi pada Kamis (30/3) lalu. Anwar datang ke toko itu untuk memperbaiki HP miliknya yang rusak. Korban yang diketahui bernama Novi kemudian melapor ke Polsek Medan Baru. Polisi kemudian melakukan penyelidikan untuk mengusut pelaku.

"Kita sedang mengidentifikasi pelaku. Ini kita masih periksa semua para saksi," kata Kanit Reskrim Polsek Medan Baru Iptu Massagus, Senin (3/4/2023).

Senin petang, polisi kemudian mempertemukan pelaku dengan korban. Saat itu, Novi datang bersama temannya, sementara pelaku datang bersama istri dan pengacaranya.

Pertemuan kedua pihak dilangsungkan secara tertutup di Mapolsek Medan Baru. Pelaku kemudian mengembalikan jam tangan seharga Rp 3,5 juta itu setelah aksinya viral di media sosial.

Korban, Novi, kemudian mencabut laporan. Mereka sepakat berdamai.

"Saya sudah cabut laporannya. Semua masalahnya sudah clear," kata Novi, Senin (3/4/2023).

"Terduga pelaku langsung meminta maaf kepada saya. Dan dia langsung mengembalikan jam tangannya. Dia tidak ada menjelaskan kenapa mengambil jam tangan itu," tambahnya, dilansir dari detik.com

Namun, saat ditanya soal identitas pelaku, Novi enggan memberikan jawaban. Dia mengaku tak mengetahui apakah pelaku anggota DPRD atau bukan. Hanya saja, dia berharap agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.

"Kami sudah berdamai. Saya tidak menuntut apa-apa juga," ujarnya.

Sementara itu, Anwar Sani mengaku sudah meminta maaf kepada Novi. Anwar Sani menyebut khilaf melakukan itu karena mengira itu jam tangan miliknya.

"Saya sudah meminta maaf kepada Novi, pemilik jam tangan tersebut. Ini murni kekhilafan terbawa tanpa sengaja karena pegawai toko menyatakan jam tangan itu milik saya, tanpa saya cek di dalam tas apakah memang jam saya atau bukan, jam tersebut langsung saya bawa saja," kata Anwar Sani dalam keterangannya, Senin (3/4). (ros)