Produk Minyakita Langka di Jakarta, Pedagang Ungkap Kehabisan Stok

Mahdi (47), pedagang sembako di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, mengaku sudah lama tidak melihat produk minyakita. Terakhir, pada tahun lalu.

Produk Minyakita Langka di Jakarta, Pedagang Ungkap Kehabisan Stok
Produk minyak goreng murah yang dirilis Kementerian Perdagangan, Minyakita, masih langka di berbagai pasar di Jakarta. Ilustrasi.

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Produk minyak goreng murah yang dirilis Kementerian Perdagangan, Minyakita, langka di berbagai pasar di Jakarta. Pedagang mengaku sudah kehabisan stok minyak tersebut sejak beberapa bulan lalu.

Mahdi (47), pedagang sembako di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, mengaku sudah lama tidak melihat produk minyakita. Terakhir, pada tahun lalu.

"Kayaknya tahun lalu (lihat), sudah lupa juga, sudah kelamaan nggak lihat. Kebetulan di sini pelanggan enggak terlalu mencari minyak itu, beli yang ada aja jadi saya juga enggak terlalu nyari, paling kalau ada ya dijual," ujarnya dilansir dari CNNIndonesia.com, Minggu (19/2).

Sebelumnya, pedagang di pasar tradisional di bilangan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, juga mengungkap kelangkaan stok Minyakita terjadi sejak Januari.

BACA JUGA : Kemendag Bakal Tutup Paksa Toko Online Penjual Minyak Kita,...

Setidaknya delapan penjaja di pasar Mampang Prapatan tidak memiliki ketersediaan Minyakita di lapaknya.

"Wah sudah lama nggak ada. Saya sejak dua sampai tiga bulanan ini juga nggak pernah tahu lah itu barang di mana. Jadi saya jualan yang jelas-jelas saja lah. Yang merek-merek standar kayak Sunco, Filma, atau Fitri," ujar salah satu pedagang, Sabtu (18/2).

Pedagang lainnya mengaku keberadaan minyak goreng murah itu kerap ditanyakan oleh pembeli. Sebab, meski harganya dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp14 ribu per liter, tetap lebih murah dibandingkan minyak kemasan merek lain.

"Makanya, (kalau adapun) saya jualannya paling tidak ya Rp16 ribu," jelasnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun mengungkapkan bahwa Minyakita masih ada, namun memang stoknya tidak berlimpah. Hal ini diungkapkan usai meninjau Pasar Wonokromo, Surabaya, kemarin.

BACA JUGA : Ratusan Ton Minyakita Ditemukan di Cilincing, Kemendag...

"Yang sering naik turun, Minyakita. Saya lihat stok ada, meskipun tidak melimpah, tapi stok ada. Dan harga masih di harga Rp14 ribu (per liter)," ujarnya.

Dengan kondisi ini, Kementerian Perdagangan kembali membuat aturan demi mengamankan Minyakita bagi masyarakat miskin. Mulai dari larangan untuk dijual di e-commerce sebagai langkah pembatasan pembelian hingga melarang orang kaya membeli minyak murah tersebut.

Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Antar Lembaga Syailendra mengatakan Minyakita diperuntukkan bagi masyarakat menengah ke bawah. Karena itu, minyak goreng tersebut diutamakan tersedia di pasar tradisional.

"Masyarakat menengah ke atas yang sudah biasa beli (minyak goreng) premium, ya sudah jangan pindah dulu (ke Minyakita). Sebaiknya mereka enggak usah pindah kan mampu beli (minyak premium)," jelas Syailendra.(lal)