Minggu, Juli 3, 2022
BerandaLifestyleHealthRecta Geson Bos PRO EM 1 Cermati Pencegahan Penularan Covid di Amerika...

Recta Geson Bos PRO EM 1 Cermati Pencegahan Penularan Covid di Amerika Serikat

NUSADAILY.COM-MALANG- Recta Geson Bos PRO EM 1 baru saja pulang dari Amerika Serikat. Dirut PT AMA yang memproduksi probiotik Pro EM 1 itu berbagi pengalamannya di Taman Indie River View Resto, Jl. Lawang Sewu Golf no 2-18, Malang, Selasa (8/6/2021).

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Recta, sapaan akrabnya mengatakan, ia berada di Amerika selama dua minggu. Yakni dari tanggal 6-19 Mei 2021. Iamengunjungi beberapa kota yaitu: Chicago, Madison, Milwaukee. Menurutnya masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Yakni memakai masker, menjaga jarak dengan pengaturan jarak antar meja atau bangku dalam restoran, kantor, bandara.

“Lalu menyediakan hand sanitizer berupa alkohol 70% dan tempat mencuci tangan dengan sabun. Tidak nampak bilik-bilik fumigasi desinfektan yang biasanya diletakkan di depan restoran, perkantoran dan fasilitas-fasilitas umum,” paparnya dikutip nusadaily.com, Rabu (9/6/2021).

Kata Recta, sejak Covid-19 melanda Indonesia Maret 2020, gugus tugas, pemerintah kota, perkantoran dan fasilitas umum menggunakan fumigasi desifektan pada lingkungan di sekitar. Harapannya virus akan mati dan lingkungan jadi steril.

“Akan tetapi pandemi Covid-19 belum kunjung reda, lebih menakutkan ITD (Institute of Tropical Disease) Univeritas Airlangga, telah menemukan tidak sedikit strain baru virus Covid-19 yang tersebar di seluruh nusantara,” ujarnya.

Bahkan yang paling menakutkan strain baru B.1.617.2 yang melanda India dan mengakibatkan tsunami. Strain ini mulai menyebar ke seluruh dunia. Mengapa bisa terjadi?

Fakta Mutasi Virus

Recta melansir sebuah penelitian yang dilakukan di University of California, San Diego, Amerika Serikat oleh Holland , J.J., E. Domingo, J.C. de la Torre and D. Steinhauer (1990). Virus yang memiliki materi genetik berhelai satu, berupa RNA akan bermutasi ketika bersentuhan dengan zat kimia pemicu mutasi, yang dikenal sebagai mutagen.

Ditegaskannya, dua materi yang dapat membunuh Covid-19 adalah alkohol 70% dan sabun. Mencuci tangan dengan sabun direkomendasikan sebagai pencegah penyebaran Covid-19.

Recta menerangkan, cara kerja sabun adalah:

  1. Merusak spike glycoprotein atau spike protein virus demikian juga alkohol 70%,sehingga virus menjadi tidak aktif karena tidak bisa menempel pada sel inang.
  2. Menjebak virus dalam gumpalan busa sabun.
  3. Memiliki fungsi antivirus.[2]

Sehingga kata Recta, secara teknis sabun dikategorikan sebagai surfactant (Surface Active Agent), yang berfungsi menurunkan tegangan permukaan.

Penjelasannya, rute utama masuk corona virus adalah melalui hidung, mulut dan sebagian melalui mata. Virus yang masuk melalui hidung, mulut dan mata dapat diinaktifasi di tenggorokan (pharynx) atau nasopharynx. Dengan menggunakan obat kumur atau nasal spray yang mengandung surfactant. Lalu dengan cara merusak spike protein virus dan menjebak virus ke dalam gumpalan busa. Sehingga virus tidak dapat menempel pada dinding alveolus(gelembung paru-paru) akibatnya tidak terjadi infeksi.

“Sabun hanya di permukaan kulit, lantas bagaimana dengan yang masuk ke pencernaan. PRO EM 1 ini mengandung surfactant yang bisa merusak spike protein virus dalam tubuh,” terangnya.

Hasil Uji Unaktifasi

Recta menunjukkan hasil uji unaktifasi virus H1N1 tahun 2013 di Japan Food Research Laboratories, Tokyo oleh EMRO Okinawa Jepang. Membuktikan konsentrasi 1% PRO EM1 mampu menginaktifasi virus H1N1 dalam waktu kurang dari 30 menit.

Menurutnya, dalam PRO EM1 terkandung banyak biosurfactant. Probiotik multi strain dalam PRO EM1 memproduksi biosurfactant. Ini yang menjadi dasar penggunaan nano spray PRO EM1 sebagai nasal spray atau spray ke kulit .

Ia menerangkan, menurut jurnal dari Surekha K. Satpute, Gauri R. Kulkarni, Arun G. Banpurkar, Ibrahim M. Banat,Nishigandha S. Mone, Rajendra H. Patil and Swaranjit Singh Cameotra (2016),Biosurfactant/s from Lactobacilli species: Properties, challenges and potential biomedical applications. Beberapa biosurfaktan yang diisolasi dari bakteri asam laktat antara lain:

Biosurfaktan yang Diisolasi dari Bakteri Asam Laktat

NoLactobacilli spp.Type of biosurfactant (BS)
1L. casei 70, L. casei subsp, rhamnosus GR-1RC14 and B54 produce BS richin protein and less content ofpolysaccharide, phosphate
2L. fermentum B54Produce anti-adhesive, proteinaceous BS
3L. rhamnosus CCM 1825 (Culture Collection of the Chairof Industrial and Food Microbiology (CCCIFM)), (University of Warmia andMazury (UWM)) in Olsztyn,Polandrotein, polysaccharide and phosphate in different ratio
4L. plantarum CFR 2194 (Isolated from kanjika, ricebased ayurvedic fermented product)Glycoprotein – protein, polysaccharide fractions
5L. fermentum B54Produce anti-adhesive, proteinaceous BS
6L. fermentum RC-14 L. casei Shirota L. rhamnosus GR-1 L. rhamnosus GR-36Number of collagen-binding proteins in the crude BS
7L. casei CECT-5275Crude BS
8L. casei 8/4 (A culture collection of the Department ofIndustrial and Food Microbiology, University of Warmiaand Mazury in Olsztyn,Poland)Glycoproteinswithadditionalphosphoric groups
9L. plantarum CFR 2194 (Isolated from kanjika, ricebased ayurvedic fermentedproduct)Glycoprotein – protein, polysaccharide fractions

Referensi keterangan Recta Geson Bos PRO EM 1 tersebut, diambil dari beberapa sumber di bawah ini.

[1]        Mutation Frequencies at Defined Single Codon Sites in Vesicular Stomatitis Virus and       Poliovirus Can Be Increased Only Slightly by Chemical Mutagenesis

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC249691//

pdf :

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC249691/pdf/jvirol00063-0408.pdf

[2]   K. Pramoda, Sabna Kottab, U.S. Jijitha, A. Aravindc, M. Abu Tahird, C.S. Manjua, H.V. Gangadharappa (2020), Surfactant-based prophylaxis and therapy against COVID-19: A possibility. Medical Hypotheses Volume 143, October 2020, 110081. https://doi.org/10.1016/j.mehy.2020.110081

[3]   EM Research Organization,Inc. (2013), Virus Inactivation Test Report. Japan Food Research Laboratories, Tokyo.

[4]   Surekha K. Satpute, Gauri R. Kulkarni, Arun G. Banpurkar, Ibrahim M. Banat, ishigandha S. Mone, Rajendra H. Patil and Swaranjit Singh Cameotra (2016), Biosurfactant/s from Lactobacilli species: Properties, challenges and potential biomedical applications. J Basic Microbiol. 2016 Nov;56(11):1140-1158. doi: 10.1002/jobm.201600143.(cak)

BERITA KHUSUS

Berkunjung ke Kota Batu, Sandiaga Uno Buka Workshop Minuman Kekinian Pelaku UMKM

NUSADAILY.COM-KOTA BATU – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno berkunjung ke Balai Kota Among Tani, Kota Batu (Rabu, 29/6). Sandiaga membuka acara...

BERITA TERBARU

Ketika Gibran Kritisi Pemimpin Sebelumnya soal Solo Gagal Jadi UNESCO CCN

NUSADAILY.COM – SOLO - Kota Solo, Jawa Tengah, dua kali gagal menjadi bagian dari jaringan kota kreatif dunia (Creative Cities Network/CCN) di bawah asuhan...

NUSADAILY.COM-MALANG- Recta Geson Bos PRO EM 1 baru saja pulang dari Amerika Serikat. Dirut PT AMA yang memproduksi probiotik Pro EM 1 itu berbagi pengalamannya di Taman Indie River View Resto, Jl. Lawang Sewu Golf no 2-18, Malang, Selasa (8/6/2021).

Recta, sapaan akrabnya mengatakan, ia berada di Amerika selama dua minggu. Yakni dari tanggal 6-19 Mei 2021. Iamengunjungi beberapa kota yaitu: Chicago, Madison, Milwaukee. Menurutnya masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Yakni memakai masker, menjaga jarak dengan pengaturan jarak antar meja atau bangku dalam restoran, kantor, bandara.

"Lalu menyediakan hand sanitizer berupa alkohol 70% dan tempat mencuci tangan dengan sabun. Tidak nampak bilik-bilik fumigasi desinfektan yang biasanya diletakkan di depan restoran, perkantoran dan fasilitas-fasilitas umum," paparnya dikutip nusadaily.com, Rabu (9/6/2021).

Kata Recta, sejak Covid-19 melanda Indonesia Maret 2020, gugus tugas, pemerintah kota, perkantoran dan fasilitas umum menggunakan fumigasi desifektan pada lingkungan di sekitar. Harapannya virus akan mati dan lingkungan jadi steril.

"Akan tetapi pandemi Covid-19 belum kunjung reda, lebih menakutkan ITD (Institute of Tropical Disease) Univeritas Airlangga, telah menemukan tidak sedikit strain baru virus Covid-19 yang tersebar di seluruh nusantara," ujarnya.

Bahkan yang paling menakutkan strain baru B.1.617.2 yang melanda India dan mengakibatkan tsunami. Strain ini mulai menyebar ke seluruh dunia. Mengapa bisa terjadi?

Fakta Mutasi Virus

Recta melansir sebuah penelitian yang dilakukan di University of California, San Diego, Amerika Serikat oleh Holland , J.J., E. Domingo, J.C. de la Torre and D. Steinhauer (1990). Virus yang memiliki materi genetik berhelai satu, berupa RNA akan bermutasi ketika bersentuhan dengan zat kimia pemicu mutasi, yang dikenal sebagai mutagen.

Ditegaskannya, dua materi yang dapat membunuh Covid-19 adalah alkohol 70% dan sabun. Mencuci tangan dengan sabun direkomendasikan sebagai pencegah penyebaran Covid-19.

Recta menerangkan, cara kerja sabun adalah:

  1. Merusak spike glycoprotein atau spike protein virus demikian juga alkohol 70%,sehingga virus menjadi tidak aktif karena tidak bisa menempel pada sel inang.
  2. Menjebak virus dalam gumpalan busa sabun.
  3. Memiliki fungsi antivirus.[2]

Sehingga kata Recta, secara teknis sabun dikategorikan sebagai surfactant (Surface Active Agent), yang berfungsi menurunkan tegangan permukaan.

Penjelasannya, rute utama masuk corona virus adalah melalui hidung, mulut dan sebagian melalui mata. Virus yang masuk melalui hidung, mulut dan mata dapat diinaktifasi di tenggorokan (pharynx) atau nasopharynx. Dengan menggunakan obat kumur atau nasal spray yang mengandung surfactant. Lalu dengan cara merusak spike protein virus dan menjebak virus ke dalam gumpalan busa. Sehingga virus tidak dapat menempel pada dinding alveolus(gelembung paru-paru) akibatnya tidak terjadi infeksi.

"Sabun hanya di permukaan kulit, lantas bagaimana dengan yang masuk ke pencernaan. PRO EM 1 ini mengandung surfactant yang bisa merusak spike protein virus dalam tubuh," terangnya.

Hasil Uji Unaktifasi

Recta menunjukkan hasil uji unaktifasi virus H1N1 tahun 2013 di Japan Food Research Laboratories, Tokyo oleh EMRO Okinawa Jepang. Membuktikan konsentrasi 1% PRO EM1 mampu menginaktifasi virus H1N1 dalam waktu kurang dari 30 menit.

Menurutnya, dalam PRO EM1 terkandung banyak biosurfactant. Probiotik multi strain dalam PRO EM1 memproduksi biosurfactant. Ini yang menjadi dasar penggunaan nano spray PRO EM1 sebagai nasal spray atau spray ke kulit .

Ia menerangkan, menurut jurnal dari Surekha K. Satpute, Gauri R. Kulkarni, Arun G. Banpurkar, Ibrahim M. Banat,Nishigandha S. Mone, Rajendra H. Patil and Swaranjit Singh Cameotra (2016),Biosurfactant/s from Lactobacilli species: Properties, challenges and potential biomedical applications. Beberapa biosurfaktan yang diisolasi dari bakteri asam laktat antara lain:

Biosurfaktan yang Diisolasi dari Bakteri Asam Laktat

NoLactobacilli spp.Type of biosurfactant (BS)
1L. casei 70, L. casei subsp, rhamnosus GR-1RC14 and B54 produce BS richin protein and less content ofpolysaccharide, phosphate
2L. fermentum B54Produce anti-adhesive, proteinaceous BS
3L. rhamnosus CCM 1825 (Culture Collection of the Chairof Industrial and Food Microbiology (CCCIFM)), (University of Warmia andMazury (UWM)) in Olsztyn,Polandrotein, polysaccharide and phosphate in different ratio
4L. plantarum CFR 2194 (Isolated from kanjika, ricebased ayurvedic fermented product)Glycoprotein – protein, polysaccharide fractions
5L. fermentum B54Produce anti-adhesive, proteinaceous BS
6L. fermentum RC-14 L. casei Shirota L. rhamnosus GR-1 L. rhamnosus GR-36Number of collagen-binding proteins in the crude BS
7L. casei CECT-5275Crude BS
8L. casei 8/4 (A culture collection of the Department ofIndustrial and Food Microbiology, University of Warmiaand Mazury in Olsztyn,Poland)Glycoproteinswithadditionalphosphoric groups
9L. plantarum CFR 2194 (Isolated from kanjika, ricebased ayurvedic fermentedproduct)Glycoprotein – protein, polysaccharide fractions

Referensi keterangan Recta Geson Bos PRO EM 1 tersebut, diambil dari beberapa sumber di bawah ini.

[1]        Mutation Frequencies at Defined Single Codon Sites in Vesicular Stomatitis Virus and       Poliovirus Can Be Increased Only Slightly by Chemical Mutagenesis

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC249691//

pdf :

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC249691/pdf/jvirol00063-0408.pdf

[2]   K. Pramoda, Sabna Kottab, U.S. Jijitha, A. Aravindc, M. Abu Tahird, C.S. Manjua, H.V. Gangadharappa (2020), Surfactant-based prophylaxis and therapy against COVID-19: A possibility. Medical Hypotheses Volume 143, October 2020, 110081. https://doi.org/10.1016/j.mehy.2020.110081

[3]   EM Research Organization,Inc. (2013), Virus Inactivation Test Report. Japan Food Research Laboratories, Tokyo.

[4]   Surekha K. Satpute, Gauri R. Kulkarni, Arun G. Banpurkar, Ibrahim M. Banat, ishigandha S. Mone, Rajendra H. Patil and Swaranjit Singh Cameotra (2016), Biosurfactant/s from Lactobacilli species: Properties, challenges and potential biomedical applications. J Basic Microbiol. 2016 Nov;56(11):1140-1158. doi: 10.1002/jobm.201600143.(cak)