Bacaan Doa Buka Puasa Rajab dan Sunnahnya yang Dianjurkan Rasulullah SAW

Doa buka puasa Rajab bisa dibaca saat membatalkan puasa di waktu tergelincirnya matahari. Doa buka puasa Rajab dianjurkan dibaca agar mendapatkan berkah dari ibadah yang telah dijalankan.

Bacaan Doa Buka Puasa Rajab dan Sunnahnya yang Dianjurkan Rasulullah SAW
Ilustrasi (Shutterstock)

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Doa buka puasa Rajab bisa dibaca saat membatalkan puasa di waktu tergelincirnya matahari. Doa buka puasa Rajab dianjurkan dibaca agar mendapatkan berkah dari ibadah yang telah dijalankan.

Doa orang yang berbuka puasa termasuk doa yang mustajab. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW:

"Tiga orang yang doa mereka tidak terhalang, yaitu imam (pemimpin) yang adil, orang yang berpuasa hingga ia berbuka, dan doa orang yang dizholimi. Doa mereka dibawa ke atas awan dan dibukakan pintu langit untuknya, lalu Allah Azza Wa Jalla berfirman: Demi izzah-Ku, Aku akan menolongmu meski setelah beberapa waktu." (HR Ahmad, dari Abu Hurairah).

Dengan demikian, orang yang berpuasa hendaknya berdoa dengan doa yang baik saat berbuka. Umat muslim yang berpuasa bisa memohon keberkahan dan pahala dari Allah SWT atas ibadah yang telah dilakukan. Sesungguhnya Allah Maha Pemurah.

Doa Buka Puasa Rajab
Mengutip buku Kumpulan Tanya Jawab Keagamaan yang disusun Tim Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah, disebutkan beberapa doa buka puasa.

Sesuai dengan anjuran Rasulullah, bacaan doa buka puasa Rajab sebaiknya dilafalkan setelah membatalkan puasa atau setidaknya setelah minum air terlebih dahulu.

Doa buka puasa 1
ذَهَبَ الظّـَمَأُ وَابْتَلّـَتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Arab-latin: Dzahabazh zhoma'u wabtallatil'uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.

Artinya: "Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki."

Doa buka puasa 2
اللهم لك صمت و بك أمنت و على رزقك أفطرت برحمتك يا ارحم الراحمين

Arab-latin: Allahumma laka shumtu wabika amantu wa 'ala rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar rahimin

"Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku beriman, dengan rizqi-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mua, wahai Dzat yang Maha Penyayang".

Pada kitab-kitab hadits, maka tidak kita temukan lafal doa yang demikian. Namun ada beberapa hadits doa berbuka puasa yang diriwayatkan Rasulullah SAW dengan sebagai lafadz yang sama,

"Sesungguhnya Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam ketika berbuka membaca doa: Allahumma laka shumtu wa 'alaa rizqika afthartu (HR. Abu Dawud, diriwayatkan juga oleh Al Baihagi, Ath Thabarany, Ibnu Abi Syaibah)

Al Imam AI Baihaqi, seorang penyusun kitab Hadist bermahzab Syafii meriwayatkan dalam As
Sunan Al Kubra,

Bahwasanya Nabi Muhammad SAW itu apabila berbuka puasa membaca "Allahumma Laka Shumtu.." Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa dan dengan rizki-Mu aku berbuka). (HR Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra Juz 4 halaman 239)

Berdasarkan uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa membaca do'a "Allahumma laka Shumtu..." sebagaimana yang biasa dilakukan umat Islam khususnya di Indonesia adalah Sunnah.

Adapun dengan adanya keterangan sebagian orang yang menilai hadits ini lemah dapat dijelaskan sebagai berikut:

Pertama, lemahnya sebuah hadits tidak serta merta terlarang mengamalkannya sebab kelemahan itu hanyalah pada penisbatannya kepada Rasulullah SAW, tidak ada kaitannya dengan boleh tidaknya dibaca.

Kedua, Hadits "Allahumma Laka Shumtu." sungguhpun dhaif namun melengkapi Hadis "Dzahabazh Zhamalu..." yang yang Hasan. Bentuk kedua ini belum merupakan do'a sebab hanya bentuk berita atau ucapan biasa yang disampaikan Rasulullah SAW saat minum air.

Bacaan ini baru menjadi do'a manakala disambungkan dengan kalimat "Allahumma.." yang berarti "Ya Allah"

Ketiga, bacaan do'a tersebut telah diamalkan dan dianjurkan oleh semua Ulama Madzhab Empat. Itu artinya membaca "Allahumma laka Shumtu merupakan kesepakatan Ummat Islam.

Membaca doa buka puasa sesudah membatalkan puasa bertujuan agar memperoleh hal-hal yang disunnahkan secara sempurna, dan berharap puasa tersebut diterima oleh Allah SWT.

Sunnah Buka Puasa
Saat menjalani puasa sunnah, dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti dzikir dan sedekah. Selain itu dianjurkan juga untuk menjalankan adab buka puasa sesuai yang diajarkan Rasulullah SAW.

Dikutip dari buku Buka Puasa Bersama Rasulullah SAW oleh Muhammad Ridho al-Thurisinai ada beberapa sunnah yang bisa dilakukan saat buka puasa.

1. Menyegerakan Berbuka
Setelah tenggelam matahari, menjadi tanda waktu berbuka puasa. Rasulullah SAW menganjurkan untuk menyegerakan berbuka puasa, sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:

"Manusia akan terus berada dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka puasa." (HR Bukhari, Muslim dan Tirmidzi)

Rasulullah SAW juga selalu mendahulukan berbuka puasa sebelum mendirikan sholat maghrib. Disebutkan Anas RA, "Nabi Muhammad tidak mendirikan sholat maghrib sebelum beliau berbuka walau hanya dengan seteguk air." (HR Tirmidzi)

2. Berbuka dengan kurma dan air
Sunnah buka puasa selanjutnya adalah berbuka dengan kurma kering, kurma basah atau air putih. Dari ketiganya, yang paling afdhol adalah kurma kering sedangkan yang paling rendah adalah air.

Selain itu dianjurkan untuk berbuka dengan bilangan ganjil yakni tiga, lima, atau tujuh butir kurma. Diriwayatkan Anas bin Malik, "Rasulullah SAW berbuka dengan beberapa kurma basah sebelum mendirikan sholat. Apabila tidak ada maka dengan kurma kering. Apabila tidak ada maka beliau meminum air." (HR Dawud).

3. Berdoa ketika buka puasa
Menjelang buka puasa, dianjurkan untuk berdoa. Sesungguhnya doa orang yang berpuasa termasuk dalam golongan yang akan dikabulkan Allah SWT.(eky)