Rusia Tinjsu Pertahanan di Kutub Utara Didampingi Bis Nuklir

Rusia terus memperkuat pertahananya. Salah satunya yang dilakukan Menteri Pertahanan (Menhan) Rusia Sergei Shoigu yang melakukan inspeksi pasukan Rusia yang ditempatkan di Kutub Utara serta persiapan "untuk mempertahankan instalasi-instalasi sangat penting" di zona strategis tersebut.

Aug 13, 2023 - 04:10
Rusia Tinjsu Pertahanan di Kutub Utara Didampingi Bis Nuklir
Menteri Pertahanan (Menhan) Rusia Sergei Shoigu

NUSADAILY.COM - JAKARTA – Rusia terus memperkuat pertahananya. Salah satunya yang dilakukan Menteri Pertahanan (Menhan) Rusia Sergei Shoigu yang melakukan inspeksi pasukan Rusia yang ditempatkan di Kutub Utara serta persiapan "untuk mempertahankan instalasi-instalasi sangat penting" di zona strategis tersebut.

 

Dilansir kantor berita AFP melalui detikcom, Sabtu (12/8/2023), Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan dalam sebuah pernyataan, Shoigu didampingi oleh Alexey Likhachev, kepala perusahaan nuklir Rusia, Rosatom, dan mengunjungi Novaya Zemlya, di ujung utara Rusia.

 

Mereka juga memeriksa tempat uji coba senjata nuklir yang digunakan selama era Uni Soviet, di mana "uji coba lanjutan untuk senjata dan peralatan militer" sedang berlangsung, kata Kementerian Pertahanan, tanpa memberikan perincian.

 

Rusia telah meningkatkan kehadiran militernya di Kutub Utara, sebelum meluncurkan apa yang disebut Moskow sebagai operasi militer khusus di Ukraina pada Februari tahun lalu.

 

Rusia telah merehabilitasi pangkalan-pangkalan militer era Soviet dan mengerahkan senjata dan sistem antiudara S-400 di wilayah tersebut, yang memiliki cadangan hidrokarbon yang sangat besar, dan dapat berfungsi sebagai rute maritim utama antara Eropa dan Asia seiring terjadinya pemanasan global dan pencairan gletser.

 

Pemerintah Rusia memandang masuknya dua negara di kawasan itu - Finlandia dan Swedia - dalam aliansi militer Barat, NATO sebagai ancaman terhadap keamanannya.

 

Diketahui bahwa Finlandia bergabung dengan aliansi militer tersebut pada bulan April lalu. Sementara Swedia diperkirakan akan diterima secara resmi dalam beberapa bulan mendatang.(*)