Senin, Juni 27, 2022
BerandaNewsNusantaraTim SAR Gabungan Temukan Nelayan Sempat Hilang Kontak Tiga Hari

Tim SAR Gabungan Temukan Nelayan Sempat Hilang Kontak Tiga Hari

NUSADAILY.COM – PONTIANAK – Tim SAR gabungan berhasil menemukan Rendi (44) seorang nelayan asal Dusun Sungai Soga, Kelurahan Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang dalam keadaan selamat.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA: BPBD Mempawah: Puluhan KM Nelayan Diterjang Ombak dan Angin Kencang

Korban ditemukan di sekitar Pulau Tempurung, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, setelah sempat hilang kontak sejak tiga hari lalu.

“Nelayan tersebut sebelumnya hilang kontak komunikasi sejak Sabtu (28/11), dan korban baru ditemukan sebelah barat Pulau Tempurung,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak, Yopi Haryadi dalam keterangan tertulisnya di Pontianak, Senin.

Dia menjelaskan, korban ini hilang sejak Sabtu (28/11), kemudian pihaknya mendapatkan laporan tersebut Minggu (29/11). Sejak menerima laporan pihaknya bersama tim SAR gabungan telah berupaya melakukan pencarian hingga akhirnya korban berhasil ditemukan.

“Setelah berhasil ditemukan korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk menjalani perawatan selanjutnya,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Yopi juga mengimbau kepada masyarakat dan nelayan untuk menjauhi daerah pantai dan perairan terbuka. Karena cuaca saat ini buruk.

“Saya minta kepada nelayan dan masyarakat untuk menjauhi sekitar pesisir pantai dan lautan terlebih alat atau sampan yang digunakan tidak sesuai dengan standar yang ada, mengingat curah hujan disertai angin kencang hampir tiap hari terjadi di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat,” katanya.

BACA JUGA: Bakamla RI: Nelayan Juga Wajib Memberikan Pertolongan di Laut

Dia menambahkan, dalam sepekan terakhir cuaca memang buruk, yakni hujan yang disertai angin kencang, sehingga sangat berbahaya bagi keselamatan bagi masyarakat yang menggunakan transportasi air, apalagi kalau alat transportasi berukuran kecil.

Dia juga mengimbau, kepada masyarakat agar melengkapi transportasi airnya dengan alat keselamatan, seperti pelampung dan alat komunikasi lainnya. (ian)

BERITA KHUSUS

Ada Penampakan Kuntilanak di Acara Gowes HUT ke-104 Kota Mojokerto

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Masih dalam rentetan HUT ke 104 Kota Mojokerto, kali ini ribuan masyarakat berpartisipasi ramaikan gowes bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah...

BERITA TERBARU

Kenapa Gundukan Melintang di Jalan Disebut ‘Polisi Tidur’? Ternyata Begini Awalnya

NUSADAILY.COM - JAKARTA - 'Polisi tidur' di daerah Tangerang jadi sorotan. Sebuah video yang viral di media sosial menunjukkan ada jejeran 'polisi tidur' yang...

NUSADAILY.COM - PONTIANAK - Tim SAR gabungan berhasil menemukan Rendi (44) seorang nelayan asal Dusun Sungai Soga, Kelurahan Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang dalam keadaan selamat.

BACA JUGA: BPBD Mempawah: Puluhan KM Nelayan Diterjang Ombak dan Angin Kencang

Korban ditemukan di sekitar Pulau Tempurung, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, setelah sempat hilang kontak sejak tiga hari lalu.

"Nelayan tersebut sebelumnya hilang kontak komunikasi sejak Sabtu (28/11), dan korban baru ditemukan sebelah barat Pulau Tempurung," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak, Yopi Haryadi dalam keterangan tertulisnya di Pontianak, Senin.

Dia menjelaskan, korban ini hilang sejak Sabtu (28/11), kemudian pihaknya mendapatkan laporan tersebut Minggu (29/11). Sejak menerima laporan pihaknya bersama tim SAR gabungan telah berupaya melakukan pencarian hingga akhirnya korban berhasil ditemukan.

"Setelah berhasil ditemukan korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk menjalani perawatan selanjutnya," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Yopi juga mengimbau kepada masyarakat dan nelayan untuk menjauhi daerah pantai dan perairan terbuka. Karena cuaca saat ini buruk.

"Saya minta kepada nelayan dan masyarakat untuk menjauhi sekitar pesisir pantai dan lautan terlebih alat atau sampan yang digunakan tidak sesuai dengan standar yang ada, mengingat curah hujan disertai angin kencang hampir tiap hari terjadi di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat," katanya.

BACA JUGA: Bakamla RI: Nelayan Juga Wajib Memberikan Pertolongan di Laut

Dia menambahkan, dalam sepekan terakhir cuaca memang buruk, yakni hujan yang disertai angin kencang, sehingga sangat berbahaya bagi keselamatan bagi masyarakat yang menggunakan transportasi air, apalagi kalau alat transportasi berukuran kecil.

Dia juga mengimbau, kepada masyarakat agar melengkapi transportasi airnya dengan alat keselamatan, seperti pelampung dan alat komunikasi lainnya. (ian)