Minggu, Oktober 17, 2021
BerandaNewsNusantaraSoal Penyerobotan Tanah Warga TTS, Dinas Kehutanan dan Pertanahan Dinilai Saling Lempar...

Soal Penyerobotan Tanah Warga TTS, Dinas Kehutanan dan Pertanahan Dinilai Saling Lempar Tanggung Jawab

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – TTS – Sekitar 50 orang warga Dusun 2, Neonmat, Desa Konbaki, Kecamatan Pollen, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur mengaku lahan mereka diserobot oleh Dinas Kehutanan.

Hal itu bermula dari petugas Kantor Pertanahan yang tiba-tiba melakukan pengukuran tanah di wilayah pemukiman mereka, padahal sebagain warga sudah memiliki sertifikat tanah.

Warga mencoba pertanyakan hal tersebut dan oleh petugas pertanahan diperoleh informasi bahwa pemukiman warga masuk kawasan hutan produksi Laob Tunbes.

Mereka pun kaget dan bingung karna pada saat pengukuran tanah tahun 2017 yang lalu tidak ada kawasan hutan produksi Laob Tunbes di Wilayah pemukiman Dusun 2 Neonmat Desa Konbaki.

Yaner Tasoin, pemilik 5 bidang tanah, Selasa (27/7/2021) di Soe mengatakan warga sudah bermukim diwilayah tersebut sejak nenek moyang turun temurun. Namun datangnya petugas pertanahan yang melakukan pengukuran lahan warga membuat mereka bingung.

Petugas Pertanahan berdalih bahwa pengukuran dilakukan berdasarkan peta dinas kehutanan.

“Kami anggap ini penyerobotan sehingga kami minta Dinas Kehutanan turun untuk menujukan tapal batas karena sejak nenek moyang tidak ada kawasan hutan Laob Tunbes. Jika ada pihak lain yang menyerahkan lahan tersebut tolong tunjukkan dan jelaskan kepada kami,” ujar Yaner.

Dikatakannya bahwa dirinya mempunyai 5 bidang tanah yang diklaim kehutanan dan 1 bidang sudah ada sertifikat.

Warga akhirnya meminta petugas menghentikan aktivitas pengukuran dan meminta pihak terkait turun lokasi guna menjelaskan dan menujukan tapal batas kawasan hutan.

Pertemuan warga pun sudah dilakukan yang dihadiri kurang lebih 46 orang. Hasilnya, mereka sepakat untuk meminta penjelasan pada pihak terkait.

BACA JUGA: Sisasa Penyanyi Indie Asal Mataram Rilis “Single” baru

Warga sempat mendatangi UPT Dinas Kehutanan TTS, namun tidak sempat bertemu kepala UPT Dinas Kehutanan.

Informasi yang diperoleh bahwa UPT Kehutanan tidak tahu dan mengatakan jika persoalan tersebut adalah urusan kantor pertanahan.

Warga menilai jika ketidak jelasan pertanggung jawaban tersebut merupakan akibat dari Dinas Pertanahan dan Kehutanan yang saling lempar tanggung jawab.

BACA JUGA: Pria di Ponorogo Bacok Teman Dengan Golok, Dari Pesan WA Menuju Penjara

“Kemarin petugas pertanahan bilang pengukuran berdasarkan peta kehutanan, sedang informasi UPT Kehutanan mengatakan itu urusan Pertanahan. Ini buat kami bingung,” ujar pemilik lahan lainya Petrus Manu yang diamini rekan rekannya.

Warga berharap pihak terkait, baik UPT Kehutanan TTS dan kantor Pertanahan segera datangi lokasi untuk menjelaskan dan menujukan tapal batas agar tidak menciptakan konflik di masa yang datang.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kehutanan dan Pertanahan belum dapat dimintai konfirmasi.(bai/kal)

- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Gerakan Gempur Rokok Ilegal yang Digalakkan Bea Cukai Sasar Desa Olean

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Gerakan gempur rokok ilegal (GGRI) yang digalakkan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Situbondo Bea Cukai Jember serta Kejari menyasar...