Senin, Desember 6, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsNusantaraSatpol PP Kudus: Beri Uang ke Pengemis Ada Sanksi Denda

Satpol PP Kudus: Beri Uang ke Pengemis Ada Sanksi Denda

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – KUDUS – Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan uang kepada pengemis maupun gelandangan, karena ada sanksi denda uang, menyusul mulai diberlakukan Perda Nomor 15/2017 tentang Penanggulangan Gelandangan, Pengemis, dan Anak Jalanan.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA : Jelang Lebaran, Pusat Keramaian Kota Batu Dipadati Pengemis

“Kami sudah mensosialisasikan kepada masyarakat melalui woro-woro di sejumlah perempatan jalan. Terkait pemasangan poster di perempatan jalan akan kami koordinasikan dengan Dinas Sosial Pemberdayaan, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kudus,” kata Kepala Satpol PP Kudus Kholid, di Kudus, Kamis.

Untuk itu, kata dia, masyarakat ketika berada di perempatan jalan atau tempat umum. Agar tidak memberikan uang ataupun barang dalam bentuk apa pun kepada gelandangan, pengemis, dan anak jalanan.

BACA JUGA : Polisi Selidiki Kasus Eksploitasi Anak Jadi Pengemis di Palembang

Ia mengatakan sesuai perda tersebut. Warga yang kedapatan memberikan uang kepada pengemis di tempat umum akan dikenakan sanksi denda sebesar Rp1 juta atau kurungan paling lama 10 hari.

Sanksi denda, katanya, tidak hanya kepada pemberi. Namun pihak-pihak yang mengoordinir terjadinya kegiatan menggelandang atau mengemis juga diancam sanksi denda hingga Rp50 juta atau kurungan selama tiga bulan.

Dengan adanya aturan tersebut, dia berharap, masyarakat yang berpikir ulang jika melanggar aturan tersebut. Karena sanksinya tergolong berat berupa denda uang hingga kurungan.

BACA JUGA : Satpol PP Surakarta Tertibkan Pengemis dan Gelandangan

Adanya perda tersebut, bertujuan untuk mewujudkan Kota Kudus bebas gelandangan dan pengemis, karena berpotensi mengganggu kenyamanan warga.

Larangan Memberikan Uang pada Pengemis

Bagi pengemis atau gelandangan, tentunya akan berpikir ulang untuk tetap hidup di jalan dengan pemasukan yang semakin berkurang. Menyusul adanya larangan memberikan uang kepada mereka serta adanya ancaman denda maupun kurungan.

Hingga kini, ujar dia, belum ada warga maupun pengemis yang diberikan sanksi karena masih dalam tahap pembinaan.

BACA JUGA : Bupati Sumenep: Tangkap Gelandangan dan Pengemis

“Bagi pengemis maupun anak jalanan yang terjaring operasi. Akan didata kemudian diberikan pembinaan dengan melibatkan Dinas Sosial maupun organisasi yang peduli terhadap mereka untuk diarahkan agar mencari sumber penghasilan lainnya,” ujarnya.

Nantinya, kata dia lagi, pemkab setempat akan memfasilitasi para pengemis maupun gelandangan yang terjaring razia petugas akan diberikan pelatihan kerja.

Terkait dengan pengemis dari luar kota yang dikoordinir oleh pihak-pihak tertentu. Dengan adanya perda tersebut tentunya bisa menjadi efek jera, karena sanksinya sudah jelas.(ros)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR