Rabu, Desember 1, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsNusantaraPolda NTB Tindak Tegas Polisi Salah Prosedur Tangani Demo

Polda NTB Tindak Tegas Polisi Salah Prosedur Tangani Demo

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – MATARAM – Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat akan menindak tegas polisi yang melakukan kesalahan prosedur dalam penanganan aksi demonstrasi.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA : Demo di KPK, Kompas Ind. Minta KPK Periksa Dirut Perusda Bintuni

“Jika ditemukan adanya kesalahan prosedur anggota polisi dalam mengamankan aksi demo, akan diberikan tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Artanto melalui siaran pers yang diterima Antara, Sabtu.

Ia menegaskan aturannya sudah jelas, jika anggota polisi melakukan kesalahan prosedur dalam penanganan aksi demo, akan ditindak dengan tegas.

Hal tersebut guna menanggapi salah seorang demonstran dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) terluka saat menjalankan aksi demo di depan Kantor DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (21/10).

BACA JUGA : Anggota DPRD Fraksi Demokrat Tersangka Bentrokan Maut di Indramayu

Aksi itu sempat ricuh setelah polisi berusaha memadamkan api dari ban bekas yang dibakar oleh para demonstran.

Akibatnya salah seorang pendemo menderita luka di bagian kepala, setelah aksi saling dorong dengan pihak kepolisian.

Akibat peristiwa itu Polda NTB lakukan penyelidikan untuk mengetahui kronologis kejadian itu.

BACA JUGA : Didemo Mantan Tim Suksesnya, Ini Respons Bupati Jember

Ia menegaskan Polda NTB saat ini sedang melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut.

“Saat ini kami sedang melakukan penyelidikan terkait masalah tersebut,” katanya.

Selain itu peristiwa tersebut juga sudah didalami pihak Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat.

BACA JUGA : Kabarnya, HMI Muis Demo PPKM Hari Ini, Berpusat di Gedung Sekretariat PB HMI

Dalam waktu dekat anggota Kepolisian yang melakukan pengamanan pada saat demo berlangsung akan di panggil untuk dimintai keterangan.

“Peristiwa tersebut juga sudah mendapat penanganan dari pihak Propam,” ungkapnya.(ros)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR