Kamis, Desember 9, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsNusantaraKota Surakarta Lakukan "Tracing" Sebagai Buntut Munculnya Klaster PTM

Kota Surakarta Lakukan “Tracing” Sebagai Buntut Munculnya Klaster PTM

NUSADAILY.COM – SOLO – Pemerintah Kota Surakarta hingga saat ini masih melakukan tracing atau penelusuran kontak sebagai buntut munculnya klaster pembelajaran tatap muka (PTM) di daerah tersebut.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta Siti Wahyuningsih di Solo, Selasa mengatakan hingga saat ini ada lima sekolah yang diketahui muncul kasus COVID-19, yakni di SD Kristen Manahan, SDN Mangkubumen, SDN Danukusuman, SD Al Islam 2 Jamsaren, dan SD Semanggi Lor.

BACA JUGA: Meski Muncul Klaster Covid-19, Pemkot Surakarta Tetap Laksanakan PTM

Ia mengatakan dari lima sekolah tersebut sejauh ini ditemukan ada 46 siswa dan guru yang terpapar COVID-19. Dari total tersebut, enam di antaranya merupakan tenaga pendidik.

BACA JUGA: Jalan Doktor Rajiman Surakarta Ditutup Sementara pada Masa PPKM Darurat

Meski demikian, dikatakannya, dari seluruh kasus positif COVID-19 tersebut tidak semuanya merupakan warga Kota Solo. Untuk warga Solo hanya sekitar 50 persen, sedangkan sisanya merupakan penduduk dari daerah di sekitar kota tersebut, di antaranya Sukoharjo, Klaten, Boyolali, dan Karanganyar.

BACA JUGA: PPKM Darurat, Taman Satwa Surakarta Tetap Buka

“Untuk yang dari luar kota sudah kami infokan ke kabupaten sekitar agar segera dilakukan tracing (penelusuran kontak) dan testing (pengetesan), mudah-mudahan cepat sehingga bisa dilakukan treatment (perawatan),” katanya.

Sementara itu, dikatakannya, dari lima sekolah yang terkonfirmasi COVID-19, dua di antaranya masih menunggu hasil pengetesan.

BACA JUGA: BPS Surakarta Dorong Masyarakat Ikuti Survei Perubahan Perilaku

Sebelumnya, kasus positif COVID-19 yang ditemukan pada kegiatan PTM tersebut merupakan hasil dari program surveilans atau pengamatan dari Kementerian Kesehatan. Kota Surakarta menjadi salah satu daerah yang dipilih untuk diawasi pelaksanaan pembelajaran tatap mukanya. Salah satu bentuk pengawasannya adalah melakukan tes usap kepada peserta PTM.

BACA JUGA: Eksotisme Musik Dangdut Bagi Kelompok Gay Indonesia di Paris

Untuk pengetesan sendiri dilakukan kepada sekitar 30 orang untuk setiap sekolah. Dari 29 sekolah yang ditunjuk untuk pelaksanaan program tersebut, tes sudah dilakukan kepada sebanyak 20 sekolah. Mulai dari jenjang SD, SMP, dan SMA baik negeri maupun swasta.(eky)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Peningkatan aktivitas gunung Semeru ##tiktokberita

♬ suara asli - Nusa Daily